Bravo!Sungguh Menakjubkan.Tidak Ada Penjelasan Lain Yang Lebih Mencerahkan.Sekarang Batinku Sudah Memiliki Pikiran Murni Yang Lebih Dominan.Anda Pasti Adalah Seorang Boddhisatva!!!
----- Original Message -----
From: Ika Polim
Sent: Wednesday, February 08, 2006 4:17 PM
Subject: Re: [Dharmajala] Kemanakah Buddha Sakyamuni ?

Dearest All, Bro & Sis,
 
Kelihatannya Bro Kita Ini Sedikit Confused Thp Kata " Selamat & Menyelamatkan!".
Menurut Sy Kata Itu Sangat2 Bersifat "Spiritual - Rohaniah".
Dan Secara Prakteknya Para Suciwan - Suciwati - Buddha - Bodhisatva - Pembimbing Spiritual  Dll Pasti Juga Tidak Akan Melanggar Sesuatu "Hukum Alam Yg Berlaku Secara Global , Maupun Khususnya Thp Org2 Yg "Ingin" DiselamatkanNya !
 Maksudnya : Para Beliau Bekerja Tidak Secara Fisikal - Jasmaniah - Fisik Ke Fisik  Memindahkan / Menarik / Mengangkat Dll Yg Sifatnya Materialitas Semata Namun Dgn Melalui "Pendekatan Batiniah - Rohaniah / Energetic Approach Kepada Si Sang Calon Yg Ingin "diselamatkan", Sehingga Pusat Spiritualnya Lebih Bekerja Membuka Sedikit Demi Sedikit Pola Pikir Yg Baru Yg Semakin Lama Semakin Mengendalikan Pola Pikir Materialnya Yg Pada Akhirnya Memberikan Kpd Pikiran Murni Utk Lebih Dominan Bekerja, Te! rjadilah Apa Yg Disebut "Pandangan - Pengertian TERANG!".
Namun Demikian, Krn Para Beliau Pasti Tidak Akan Mau Melanggar Hukum Alam Ini, Maka Saat Yg Paling Tepat Utk Terjadinya Hal Penting Tersebut Jg "Diluar Kekuasaan Kita": Para Beliaulah Yg Tahu & Hal Ini Banyak Terdapat Pada Kisah2 Dhammapada !!
 
Semoga Bermanfaat !!

PIJ <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Buddha Sakyamuni udah parinibbana jadi tidak ada di mana2 lagi. boddhisatva
adalah sebutan utk seorang calon buddha (belum menjadi buddha), Buddha
Sakyamuni sudah mencapai kebuddhaan, apakah sumpah boddisatvanya masih
berlaku itupun kalau misalnya beliau pernah bersumpah?
Kalau semua makhluk bersumpah akan menyelamatkan semua makhluk lain, di
akhir jaman (itupun kalau ada akhir jaman) siapa yang akan terakhir
parinibbana?
Kalau menurut hukum karma, maka tidak ada seorang pun yang bisa membebaskan
mahkluk/orang lain.hanya diri kita sendiri yang bisa membebaskan diri kita
sendiri. lagipula kalau diri sendiri belum bebas bagaimana mungkin
membebaskan yang lainnya? jadi bisa disimpulkan sumpah boddhisatva bukan
membebaskan semua makhluk lainnya seperti pengertian seorang juru selamat
tapi justru menyelamatkan dirinya sendiri (dalam arti mencapai kebuddhaan),
karena dengan menyelamatkan dirinya sendiri, dia sudah menyelamatkan semua
makhluk lainnya.

----- Original Message -----
From: "C.Kallita" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Tuesday, February 07, 2006 4:28 PM
Subject: [Dharmajala] Kemanakah Buddha Sakyamuni ?


> Namo Buddhaya,
>
> Terlintas dipikiran saya tentang salah satu Sumpah Bodhisatva yang sedang
> dibicarakan di milis ini, yaitu (intinya) bersumpah membebaskan seluruh
> mahluk dari penderitaan dan mengarahkannya untuk mencapai Nirvana.
>
> Praktek ini salah satunya dilakukan oleh Guru-guru Besar di Tibet,
> sampai-sampai mereka mencari kembali kelahiran dari Para Guru-guru Besar
> ini
> (Rinpoche) untuk dapat meneruskan aspirasinya mencerahkan mahluk hidup.
>
> Nah, saya sangat yakin sekali bahwa Buddha Sakyamuni memiliki komitmen
> yang
> kuat akan salah satu janji/sumpah ini, karena memang sumpah ini kan sesuai
> dengan sifat seorang Buddha yaitu memiliki Bodhicitta.
>
> Kalau begitu adanya, kemanakah Buddha Sakyamuni selama ini? Gak bisakah
> Guru-guru Besar di Tibet mencari jejaknya? Kenapa Guru-guru Besar lain yg
> meninggal dan terlahir kembali bisa dicari?
>
> Kalau memang ada yang tahu bahwa Buddha Sakyamuni sedang bersemayam di
> suatu
> tempat, ngapain juga Beliau disana karena toh jauh lebih ! mudah mencerahkan
> Manusia dibandingkan dengan mahluk lainnya? Atau apakah ada kehidupan yg
> sama dengan Manusia di Galaksi yg lainnya shg Buddha Sakyamuni
> transit/menetap kesana untuk mencerahkan mereka?
>
> Sorry karena kurangnya pengetahuan saya.
>
> Mettacitena,
> CKS





Relax. Yahoo! Mail virus scanning helps detect nasty viruses!

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




SPONSORED LINKS
Religion and spirituality Spirituality


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke