--- In [EMAIL PROTECTED], "TheHiddenDragon" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dear all, sekumtum teratai untukmu, seorang calon Buddha karena sudah tercemplung dlm dunia materialistik ini, ada daya kalau tidak mendahulukan cari nafkah utk spiritualisme. segala macam usaha dilakukan, namun masih dlm koridor buddhism dan berusaha kuat tidak melanggar pancasila buddhis atau sila lainnya. kecuali ada yang berpaling dari duniawi, menuju anggota sangha biksu, spiritualisme menuju perbaikan kualitas hidup, terlahir kembali menjadi manusia, meneruskan latihan menuju penyempurnaan diri dgn latihan di jalan bodhisatwa, kalau sudah siap, kenapa tidak? selalu merasa puas dgn apa yg dimiliki saat ini dan tidak 'merengek' ketika ia hilang adalah hidup yang paling cukup yang pernah kualami, entahlah apakah teman2 disini juga merasakan hal yang sama. be content..... ps: ada yg mau share lebih jauh hasil rapat barusan? agar saya juga bisa share ke teman2 di bandung. salam maitri, On Fri, February 10, 2006 11:18 am, julie julie said: > Dear all, > Klo menurut saya memang terkadang persoalan antara materi spiritual > bisa menjadi hal yg sangat bertentangan satu sama lain ATAU bisa saling > menunjang. > Mnurut saya, yg menyebabkan kita terkadang sulit untuk memilih mana yg > lebih penting antara materi atau spiritual karena kita mungkin sudah > lebih condong ke satu bentuk kehidupan tertentu (entah materi or > spiritual). Istilahnya kita mungkin udah ke arah ekstrim, walo bukan > ekstrim yg sampai seperti pertapa Gotama ga makan sampai 6 taon(bener > ga yach?), tapi ekstrim yg masih kecil. > Untuk menyadarinya kita perlu sekali mengkondisikan pikiran kita ke > dalam tahap terbuka. Artinya kita bersedia untuk mendengar/ berbagi > pikiran dengan yg lain. Dengan begitu masih ada chance kita bisa > menyeimbangkan 2 sisi ini. > Tentunya mendengar secara bijaksana, dan berhati-hati terhadap sikap > batin kita sendiri, jangan sampai terjebak. > Setelah mendengar secara bijak, mungkin kita butuh waktu untuk berpikir > (without take any action). Ini masa vakum. Terkadang kita memang perlu > berdiam di saat memang tak ada tindakan yg perlu diambil. > Tapi percayalah, when time to take action is come, kita pasti tahu. > > Nurut temen2 yg laen gimana? > Tnx.... > with metta. > Julie > Jimmy Lominto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Halo Yet, > > Sekuntum teratai untuk kamu, seorang calon Buddha. > Menurut aku, > > Mendefinisikan "Hidup Cukup" akan lebih mudah ketika kita sudah mampu > memutuskan: > > > Spiritual untuk bantu cari nafkah? atau > Cari nafkah untuk menunjang spiritual? > Bagaimana pendapat Bro n Sis lain? > > Anumodana > > JL > > -- J u n a i d y A n w a r University of Padjadjaran Jl. Dipati Ukur No. 35 Bandung Indonesia 40132 Facult. of Math & Natural Science Depart. of Mathematics Major on Computer Science Office: Dept. of Information Technology PT. Tiara Gaya Arga Kencana Paint, Road Marking, & Epoxy Manufacturer Jl. Cimareme No. 185 A Padalarang, West Java - Indonesia Phone: +62 22 665 1515 [ hunting ] Fax.: +62 22 665 6555 Mobile: +62 856 219 8835 / +62 22 911 80 855 / +62 22 707 87 555 ----------------------------------------------------------------------- May I become at all times, both now and forever; a protector for those without protection; a guide for those who have lost their way; a ship for those with oceans to cross; a bridge for those with rivers to cross;a sanctuary for those in danger; a lamp for those without light; a place of refuge for those who lack of shelter; and a servant to all in need---Shantideva's Bodhisattvacharyavatara, Chapter III: Adopting the spirit of awakening, verse 18 & 19 ----------------------------------------------------------------------- --- End forwarded message --- ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/UlWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
