Dearest Bro Erik !
Info Anda Ini Sgt Membuka Pikiran & Meringankan Beban Pikiran!
Sy Akan Cari Tahu Ttg Info Ini & Semoga Kita Bisa Diskusikan Ini Selanjutnya ! Thx
Erik <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Erik <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalamualaikum Wr,
Memutuskan lingkaran tunimbal lahir untuk mencapai tingkat bodhi
memang adalah tujuan eskatologis ajaran Buddhis. Apanya yang salah?
Salahnya adalah, sebagian besar umat Buddha di Indonesia hanya
mengerti dogma Theravada, sehingga konsep Nirvana yang dimengerti
hanyalah "Nirupadhicesa-nirvana" atau "Nirvana Tuntas" (Nirvana Tak
bersisa), suatu pencapaian tingkat Bodhi yang total bersama dengan
leburnya bentuk wujud fisik jasmani yang bersangkutan mengikuti
padamnya segala macam kilesa, tanpa sesuatu apa pun yang tersisa.
Namun, dalam tradisi Mahayana (dan Tantrayana) dikenal "Sopadhi-cesa-
nirvana" (Nirvana Bersisa). Artinya walaupun segala macam bentuk
kilesa telah dipadamkan dan telah mencapai tingkat Bodhi, namun
dengan kekuatan cettana yang bersangkutan bentuk wujud fisik masih
tetap dapat diwujudkan eksistensinya.
Inilah yang terjadi pada diri para Bodhisattva, Mahasattva,
Vajrasattva serta para Dalai Lama, Panzhen Lama, Rinpoche yang
dikenal dalam Tantrayana yang katanya dapat menentukan sendiri untuk
reinkarnasi dan turun kembali dalam wujud fisik ke dunia saha untuk
memberikan bimbingan dan menolong para mahluk hidup.
Syalom,
Erik
---------------------------------------------------------------------
In [email protected], Ika Polim wrote:
>
Dearest All, Bro & Sis
Bagaimana Tanggapan Kita Ttg Para Dalai Lama Tibet Yg Selalu Ingin
Dilahirkan Kembali Di Dalam Dunia Kosong Ini Agar Mampu Memberikan
Pembabaran Dharma Sebanyak Mungkin Seluas Mungkin Kepada Berbagai
Kesempatan Kepada Mahkluk Berkaki Dua Ini Di Seluruh Dunia ???!!!
Relax. Yahoo! Mail virus scanning helps detect nasty viruses!
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
SPONSORED LINKS
| Religion and spirituality | Spirituality |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
