|
Yah karena yg memanah punya penawar racunnya. He3, just kidding lah.
Ceritanya bukan belum bisa cari obatnya, ilustrasi ini justru
obat sudah ada, jadi buat apa cari pemanahnya? He3.
Tapi ini sekadar kelakarlah, tdk perlu
diseriuskan.
----- Original Message -----
Sent: Wednesday, February 15, 2006
10:21
Subject: [Dharmajala] Re: Dimana letaknya
nibana ?
Kenapa yah manusia itu sukanya mencari si tukang panah ? Kalau
saya pribadi sih cari obat aja belum bisa, entar dulu deh urusan yang
manah siapa, wong masih sakit dan luka panahnya belum sembuh.
Kalau
guru zen mungkin sudah pukulin pake buku kepala murid-muridnya yang suka
nanya soal nibbana, sambil teriak, "Sana, bersihin halaman !"
dalam
uppekkha, hy
--- In [email protected], Ika
Polim <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Dearest Bro Erik Yg
Bersalam Dlm Kristus, > > Adalah
Tidak Menjadi Salah / Keliru Utk Membawa Pertanyaan Ini Lebih
Jauh! > Namun Kelihatannya Semakin Lama Semakin LUCU!
Karena, Menurut Sy, Sejak Pertanyaan Pertamanya Saja Sdh Menjebak! Sorry
Kpd Yg Buat ! > > Pertanyaan Yg Sgt
Bijak Adalah: Apa Makna Dibalik Dikemukakannya Banyak Kisah Ttg Nibbana
& Segala Hal Ttg Model Itu & Hal2 Yg Terkesan Di Luar Batas Nalar
Manusia Itu Pada Proses Kehidupan Kita SEKARANG Ini
?? > > Selamat Bergumul &
Semoga Sang Kristus Memberkati! > > Erik <[EMAIL PROTECTED]>
wrote: > Salam kasih dalam Kristus: > Ya! penjelasan
semacam itu memang paling tepat bila diberikan pada > zamannya
Siddharta Gautama yang tingkat pengetahuan masyarakat saat > itu memang
baru sampai taraf seperti itu. Pun pula memang arti > harafiah kata
"Nirvana" dalam bahasa Sanskerta pada awalnya > adalah "Padam" dalam
arti padamnya api lilin yang tertiup angin. > > Di zaman kita
sekarang ini, para penceramah agama Buddha di manca > negara lebih
sering mengumpamakan Nirvana sebagai sebuah frekuensi. > Kemanakah
perginya suara dari radio atau telepon genggam begitu > pesawat
dimatikan? > Hilang lenyap dan musnah atau masih tetap eksis sebagai
sebuah > frekuensi yang potensi ditampilkan kembali. Bukan hanya di
pesawat > yang sama, tetapi bisa di pesawat mana pun asal frekuensinya
sama! > > Saya rasa inilah penjelasan yang lebih bisa dicerna
oleh akal > manusia modern sekarang. > > >
Mettacitena, > > > Erik >
-------------------------------------------------------------------- >
In [email protected],
kreshna amurwabumi wrote: > > > Rekan-rekan Dharmajala
yth, > Beberapa waktu yang lalu ada yang menanyakan dimana letaknya
> nirwana. > Saya pernah mendengar penceramah yang menerangkan
nibana itu seperti > perginya api lilin. Kalau misalnya lilin itu padam
kemanakah > perginya > lilin itu ?.Jadi kalau ingin tahu nibana
kita harus bisa mengikuti > perginya apai lilin, mudahkan.
Kelihatannya nibana itu mudah sekali > dicapai. Gak kita sangka bukan?.
Karena itu marilah kita rame-rme, > nanti kalau sudah pulang ke rumah,
menyalakan lilin dan kita tunggu > sampai lilin itu padam. Begitu lilin
itu padam kita harus buru-buru > menangkap ekornya supaya kita
terbawa ke nibana. Jangan lupa ya. > Sampai ketemu di
nibana. > > > >
Kreshna > > > > > > > >
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri
saya maupun di luar diri saya ** > > ** Kami kembali tuk hidup
dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih
kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh
** > > ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk
melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala
sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** >
> ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih,
menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain
pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak
tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan
penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat
kami ** > > > > SPONSORED LINKS
> Religion and
spirituality Spirituality >
> --------------------------------- > YAHOO! GROUPS
LINKS > >
> Visit your group "Dharmajala" on the
web. > > To
unsubscribe from this group, send an email to: > [EMAIL PROTECTED] >
> Your use of Yahoo! Groups is subject to the
Yahoo! Terms of Service. > > >
--------------------------------- > > >
> > > --------------------------------- >
Yahoo! Mail > Use Photomail to share photos without annoying
attachments. >
------------------------
Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Join modern day
disciples reach the disfigured and poor with hope and healing http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/UlWolB/TM --------------------------------------------------------------------~->
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam
diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam
kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami
mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara
mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari
belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara
dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap
pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke
banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan
penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami
** Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go
to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/
<*>
To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED]
<*>
Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
YAHOO! GROUPS LINKS
|