Menanggapi opini bro Joni, 
Mungkin ada benernya klo kita ingin melancong ke suatu tempat kita 
mesti ada pegangannya, biar ga jadi the lost boy.....Aku setuju 
sekali. Istilahnya kenali medan terlebih dahulu sebelum berperang.
Tapi itu dalam dunia, yg otomatis bahan yg dijadikan sbg sumber 
informasi tadi juga masih bisa ditemukan didunia ini juga.

nah klo sekarang kita mo bahas tentang nibana.....ehm.......
klo cuma mo bahas berdasar atas teori tentu banyak silang 
pendapat.Lagian teori juga tergantung dari interpretasi orang yg 
menelaahnya.
Paling gampang kita bicara soal practice aja.Nibana ga cuma bisa 
kita "rasain" atau "alami" setelah kita meninggal.
Tapi itu lebih pada suatu keadaan yg membuat kita merasa 
damai,bahagia, tapi juga sadar.
Nah klo ini bisa kita rasain ketika kita telah mengalami meditasi 
yg "lancar" atau "benar" dimana kita bisa melihat diri kita sendiri 
benar2 jelas.Jelas sekali. Kita akan rasakan kebahagiaan dan 
keseimbangan batin. tapi ini mesti terus dibina, karena klo ga, akan 
cepat sekali menguap/menghilang.

Nibana bisa kita rasakan sekarang di bumi ini. Dharma ga jauh koq. 
Hasil praktek Dharma juga ga berada di alam lain, bisa langsung kita 
nikmati sekarang juga.Jika kita benar2 berlatih.
Mungkin juga konsep yg sedang ingin dibahas oleh sdr.Ika masih pada 
konsep Dharma yg mengawang2, dimana semua pencapaian, bodhisatwa 
hanya bisa ditemui saat kita sudah meninggal.

Seperti berikut dikutip dari buku Tiada Kematian Tiada Ketakutan oleh 
Maha Bhikkhu Thich Nhat Hanh :
Bahkan kita melihat Bodhisattva dimana2.Lihat laki2 & wanita yg 
memiliki belas kasih & yg akan melakukan apapun untuk membantu dan 
menolong manusia.
Bodhisattva Avalokitesvara ; senang mendengar keluh kesah
Bodhisattva Samantabhadra : yg penuh bakti
Bodhisattva Manjushri : dengan pengertian luar biasa
Bodhisattva Ksitigarbha ; yg selalu pergi ketempat2 gelap, dimana 
penderitaan tak terperikan, untuk membantu semua orang.
Bodhisattva bukanlah Tuhan ataupun bentuk2 dari kehidupan masa lalu.
Mereka hidup disekitar Anda, ditubuh dan darah Anda.
Makhluk agung, Bodhisattva, tidaklah bisa dikenal dari penampakan 
luarnya.Kadang mereka berupa anak2 kecil yg beri kita kebahagiaan. 
Kadang mereka juga buat kita menderita, tapi mereka juga bantu kita 
untuk tumbuh dalam rasa cinta dan pengertian.
Ahli psikoterapi harus belajar seni seperti Bodhisattva 
Avalokistesvara, yg suka mendengar keluh kesah dgn kedua 
telinganya.Apabila kita sudah bisa mendengarkan anak2 atau orang tua 
kita dengan mendalam, Avalokitesvara telah berada dalam hati kita.
Bodhisattva Gadgadashvara dapat menggunakan musik, menulis & 
menggunakan suaranya untuk membangunkan orang2. 


Bahkan setiap hari, setiap detik, kita terus bertumimbal lahir. Kita 
terus alami lahir dan mati. Sadar ga? Sekarang kita bahagia, ntar 
sedih, bentar lagi marah, bentar lagi kesel....Semua begitu cepat...

Demikianlah....Btw, ini juga opini koq...Heheheehehe....
Semoga bisa memperkaya dan memperhangat jalinan komunikasi Bro and 
Sis semua.....

with metta,
Julie




--- In [email protected], "Joni Tjung" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Dear willy,
> 
> Ikan nya tinggal di aquarium, yach pasti kenal sama dunia daratan
> kok....bahkan udah melancong sampe ke pegunungan.....
> 
> Konsep nibbana dapat dibicarakan, didiskusikan dan dipelajari 
walaupun belum
> pernah sampe kesana.....
> Masa kita mau melancong ke eropa tanpa melihat di peta, browsing di 
website,
> paris itu kayak apa.....bisa tersesat kita di paris...bro.....
> 
> Cheers,
> 
> 
> Joni
> 
> Message: 13
>   Date: Thu, 23 Feb 2006 07:31:02 -0000
>   From: "willyyandi" <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: Re: buddha dharma vs pengakuan akan nibbana
> 
> 
> nibbana di luar konsep pikiran....
> ketika anda berpikir ttg nibbana, anda telah terjebak oleh konsep2
> yang diciptakan dari pikiran...
> 
> apakah ikan akan percaya dunia daratan ketika seekor kura-kura
> menceritakan ttg daratan kepada ikan??
> 
> ikan tidak akan percaya sebelum mengetahui sendiri, namun apakah 
ikan
> mampu menjangkau darat???
> 
> tidak bukan??!!
> 
> kecuali ikan berevolusi...hehe...
> sama seperti kita sebagai manusia yang terus mengembangkan batin 
kita
> menjadi semakin welas asih, bijaksana, dsb maka kita kan berevolusi
> menjadi diri kita yang mata-nya lebih terbuka...
> 
> salam karuna,
> 
> willy
>







------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke