Sejauh yang saya tahu, dalam tradisi-tradisi Mahayana diajarkan bahwa, waktu yang dibutuhkan oleh seseorang untuk meninggalkan tubuh setelah kematian memang tidak akan lebih dari 8 jam. Walaupun fungsi penglihatan, pendengaran, penciuman,perasa, penggerak, berpikir dan Manas (active mind) sudah mulai melemah saat menjelang ajal, namun kesadaran dirinya masih tetap berlangsung pada saat itu. Maka, jangka waktu 8 jam setelah menghembuskan nafas terakahir (selagi kesadaran dan daya dengar si mendiang masih ada) adalah saat yang paling berharga untuk memberikan pengertian Dharma serta memperdengarkan mantra atau sutra kepadanya.
Apa yang dilakukan dalam tenggang waktu 8 jam itu amatlah penting. Walau tidak menjadi faktor penentu utama, tetapi tetap memberi pengaruh pada (kesadaran) si mendiang dalam proses kelahirannya kembali. Mungkin keluarga anda telah melakukan persembahyangan,atau memperdengarkan mantra atau sutra pada nenek Anda, sehingga beliau bisa menampakkan senyum kebahagiaan?
Setelah tenggang waktu 8 jam berlalu, si mendiang akan masuk ke 'Alam Bardo', yakni suatu 'Jenjang Perantara' antara waktu setelah kematian dan sebelum memasuki proses kelahiran kembali. Di sini, ia masih bertahan 'hidup' dalam wujud partikel-partikel kecil yang membentuk jasad renik yang dimaksud sebagai 'Tubuh Alam Bardo', atau yang lazim disebut awam sebagai 'roh'. Dalam tradisi Taois wujud itu disebut 'Yuan Shen'.Menurut tradisi Mahayana, sambil menunggu proses pengaturan pratyaya karma untuk menentukan ke alam mana akan dilahirkan kembali, 'Tubuh Alam Bardo' itu akan mengalami kematian lagi setiap 7 hari sekali, jadi berturut-turut 7 kali kematian dalam jangka waktu 49 hari. Baru setelah itu, yang bersangkutan akan dilahirkan kembali di salah satu dari 6 gati/alam (Deva-gati; Manusya-gati; Asura-gati;Tiryagyoni-gati; Preta-gati; Naraka-gati) sesuai dengan karmanya. Oleh karena itu, bila (Keluarga) Anda adalah penganut sekte Mahayana, tidak ada salahnya tetap menyelenggarakan persembahyangan setelah 7 hari kematian nenek Anda, atau minimal pada saat 7 x 7 (49) hari setelah kepergian beliau, yang semua jasa-jasanya dilimpahkan untuk nenek Anda.
Mettacitena;
Erik
-------------------------------------------------------------------------------------
NB : Oh ya, ada kejadian kecil yang menarik, sesuai dengan keyakinan kita sebagai umat Buddha untuk mendoakan mereka yang telah meninggal, selama minimal 8 jam, pada saat itu saya mendapati mulut nenek saya yang tadinya agak terbuka, merapat dengan sendirinya dan agak melebar sperti orang tersenyum setelah kurang lebih 4 jam, apakah ada dari bro n sis sekalian yang tahu apakah ini ada hubungannya dengan doa selama 8 jam ini? (keadaan batin almarhumah) atau ini adalah memang keadaan fisik dari mereka yg telah meninggal setelah
jangka waktu tertentu? Terima kasih.Bbu all.
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
| Religion and spirituality | Spirituality |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
