Namo Buddhaya,

Sekuntum teratai untuk anda para calon Buddha,

    Ini sangat memprihatinkan dan gak tau kenapa saya
kadang2 sering denger hal ini di Buddhisme, ya mereka
coba bertahan berbuat baik terus, walau keadaannya
sulit, tapi udah berbuat baik tetep aja apes, dan yang
lain cuma ngomong "belum waktunya kamma baik berbuah,
cetana kurang baik kali waktu berdana dll". Luar biasa
Klise, dan akhirnya lama2 orang tsb rontok Saddhanya.
Saya bukan mau ngomong soal jumlah umat, tapi saya
prihatin sebagai manusia,keadaan yang kurang baik ini
apabila terus menerus pasti akan menjatuhkan mental
juga, sangat pahit, kesedihan luar biasa. Bagi yang
merasakan/menderita saya harap janganlah cuma cincai2
nanti bisa2 seumur hidup cuma sehari makan nasi cap
cay, ini gawat, jadi bagaimana kita menanganinya ?
    IMHO ada beberapa cara yang mungkin bisa dilakukan
:

1. Seperti bro Alex tulis, merubah cara pandang
(detilnya silakan baca tulisan bro Alex dibawah)
2. Coba lebih murni dalam berbuat bajik, jgn lupa
disalurkan/dilimpahkan ke mahluk lain
3. Tingkatkan kesadaran,kewaspadaan,pengetahuan,
ketegasan dan semangat, semua hal ini penting agar
kita pribadi bisa melihat dan menyediakan solusi bagi
masalah kita, contoh mobil ilang, mulai sekarang motor
dan mobilnya dilengkapi alarm, gembok dll, usaha
diambil saudara, apakah masih bisa diambil lagi ?
(hubungi biro hukum kusala nitisena di jl. mangga 1),
kalau tidak bisa ya sudah, tapi ke depan klo ada usaha
disiapkan gimana caranya supaya hal yg sama tidak
terulang.
4. Gunakan cara2 sperti fengshui, ruwatan dll, selama
tidak melanggar norma2 Buddhism saya kira itu sah2
saja, bahkan di Buddhism sendiri pun klo saya gak
salah,hal tsb ada, yg dimaksudkan untuk memunculkan
buah kamma baik/segi positif kita yang baik untuk
muncul lebih dahulu/dipercepat, agar bisa mengimbangi
buah kamma buruk kita, sehingga kita bisa tetap
"fight" di dalam jalan Dhamma till the end. Hal2 spt
fengshui, pekji/Ba qi, ruwatan pun saya rasa bukan
takhyul, semua itu diciptakan oleh leluhur pasti ada
maksudnya, cuma saja kita sering kabur dan pukul rata
aturan2 tsb (anda semua ingat cerita kucing yang
diikat di depan biara oleh kepala biara lalu jadi
tradisi?), sekali lagi, selama masih sesuai dengan
nilai2 Buddhist ya, jgn cari dukun santet, potong2
hewan sana sini dll. coba cari pak Kang hong kiang,
pak Budiono Tantrayoga dll
5. Berlindung kepada Triratna, kepada Buddha yang akan
selalu membimbing dan melindungi, kepada Dhamma yang
selalu dapat menjadi pegangan hidup, kepada Sanggha,
keluarga spiritual, yang akan mensupport kita semua di
kala keluarga darah kita sedang kesulitan, jadi jika
kita ada masalah marilah kita semua saling berbagi,
jangan sungkan, ceritakanlah kepada kami, kami pasti
akan berusaha membantu anda, you are not alone, we
always be there with you, di dalam Sanggha kita semua
saling melindungi, melayani, mengasihi dan menolong
satu sama lain, so bro and sis sekalian marilah kita
semua merapatkan barisan, marilah kita tumbuhkan
kembali semangat Sanggha, persaudaraan suci dan mulia,
yang akan saling mengasihi, menolong, melayani dan
melindungi.

Jadi itu saja dari saya, mohon dilengkapi bila ada bro
and sis yang tau cara lain (nanti kita coba
dokumentasi klo bisa hehehe), semoga membantu, mohon
maaf kalau ada kata2 yang kurang baik, dan semoga
teman sis Nani bisa terbantu dengan tulisan saya
ini,semoga semua mahluk berbahagia, sadhu sadhu sadhu.


with metta

Anwar HS



--- Alex Chandra <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> "Mengapa orang baik menerima hal buruk?"
> Pertanyaan ini termasuk pertanyaan klasik.
> Biasanya dijawab dengan singkat, yaitu
> "karma baiknya memang belum saatnya untuk berbuah".
> 
> Menurut saya, jawaban itu sah-sah saja.
> Tapi saya mau memberi jawaban lain dengan
> pertanyaan,
> "Seberapa sering kita merasa bersyukur?"
> (saya terinspirasi dari buku
> "Be Happy While Pursuing Your Dreams -
> ditulis oleh Rahayu Ratnaningsih, terbitan Elex
> Media Komputindo)
> Pada umumnya orang jarang melihat bahwa di balik
> hal-hal yang negatif, terdapat hikmah yang positif.
> 
> Salah satu falsafah orang Jawa yang terkenal
> adalah falsafah "untung."
> Misalnya, dia jatuh dari tangga.
> Secara spontan langsung mengucapkan
> "untung cuma lecet-lecet, belum patah tulang"
> atau misalnya dia dirampok,
> maka ia dengan enteng mengatakan
> "untung cuma harta yang diambil, bukan nyawa"
> dan lain sebagainya.
> 
> Ada baiknya untuk mulai membiasakan diri
> dengan falsafah "untung",
> maka menghadapi masalah hidup menjadi lebih ringan.
> Memang bukan hal yang mudah untuk menyelami
> falsafah ini, tetapi layak untuk dicoba.
> Diperlukan latihan terus-menerus sampai 
> terbiasa dengan pola pikir ini.
> 
> Semoga kutipan berikut bermanfaat:
> 
> BE THANKFUL (author unknown)
> 
> Be thankful that you don't already have everything
> you desire. If you did, what would there be look
> forward to?
> 
> Be thankful that when you don't know something,
> for it gives opportunity to learn.
> 
> Be thankful for difficult times. During those times
> you grow.
> 
> Be thankful for your limitations, because they
> give you opportunities for improvement.
> 
> Be thankful for each new challange, because
> it will build your strength and character.
> 
> Be thankful for your mistakes. They will teach
> you valuable lessons.
> 
> Be thankful when you are tired and weary, because
> it means that you have made a difference.
> 
> Be thankful for your troubles, and they can become
> your blessings.
> 
> Trims,
> -Lex Chan-
> 
> ----- Original Message ----- 
> From: "safira luiz" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[email protected]>
> Sent: Monday, February 27, 2006 8:16 PM
> Subject: Re: [Dharmajala] Pengorbanan Pasti Ada
> Balasannya
> 
> 
> > Wah bagus bagus motivasi untuk berbuat baiknya.
> But
> > sebagus apapun motivasi bila ada masalah yg
> berlarut
> > larut kita tetap down. Perlu pemahaman yang lebih
> > kuat.
> > 
> > Mungkin lebih baik lagi bila kita punya kesadaran
> yang
> > cukup bahwa bila kita menanam sebab, pasti kita
> akan
> > menuai akibat. masalahnya akibat tersebut ada yg
> > cepat, ada yang lama dan ada yang lama buanget dan
> ada
> > yang luama aaaaaaa banget. Jadi ketika kita
> melakukan
> > sesuatu jangan pernah berharap. Pasti akan ada
> > akibatnya. 
> > 
> > Saya cuma mau sharing sedikit saja, mudah-mudahan
> > bermanfaat.
> > 
> > Saya punya teman yang sampai hari ini kata orang
> apes
> > melulu (karma buruk ne berbuah terus) padahal dia
> > adalah orang yang sangat baik, sabar dan selalu
> > mengalah. Saking baiknya dia malah diinjak orang.
> Tapi
> > dia tdk pernah berpikiran buruk. dia bilang "
> biarin
> > aja ". 
> > 
> > Bulan lalu dia telp saya. Dia Bilang " Min, lu
> percaya
> > karma tidak ?. Aku bilang " Yakin dan bukan
> percaya
> > lagi, kenapa?, ngak, cuma bingung aja, sebenarnya
> > karma itu benar ada atau tdk? kok dari SMP sampai
> hari
> > ini udah punya anak 1, hidupku tidak pernah
> berubah
> > baik padahal aku selalu berbuat baik, selalu sabar
> dan
> > mengalah, aku bekerja dengan sangat keras tapi
> malah
> > usahaku diambil sama saudaraku. Semua yang aku
> lakukan
> > klo sudah ada hasil pasti diambil alih sama orang
> > lain, entah saudara, entah org tak dikenal dan aku
> > harus mulai dari nol lagi ".
> > kenapa kamu tidak berusaha mempertahankan apa yang
> > sudah kamu rintis tanya saya. Dia bilang, sudah
> > berusaha tapi tdk berhasil. 
> > Baru punya mobil, eh mobil ne hilang. Ups menguap
> > begitu saja. ada saja. Masalah datang terus.
> Sekarang
> > dia cuma bantuin istrinya bikin kue basah. Yah,
> dia
> > merasa itu beban karena dia seorang pria.
> > 
> > Terus terang, aku tdk bisa memberikan penjelasan
> yg
> > memuaskan untuknya. Mungkin rekan rekan bisa
> memberi
> > masukkan. thx.
> 
> 
> 
> 
> ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor
> --------------------~--> 
> Join modern day disciples reach the disfigured and
> poor with hope and healing
>
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/UlWolB/TM
>
--------------------------------------------------------------------~->
> 
> 
> ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi
> SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya
> **
> 
> ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang
> menakjubkan; tuk menanami taman hati kami
> benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi
> pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
> 
> ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk
> melihat dan memahami secara mendalam agar mampu
> melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas
> dari belenggu kelahiran dan kematian **
> 
> ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta
> kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian
> terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, 
> membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat,
> membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk
> menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang
> tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
>     [EMAIL PROTECTED]
> 
>  
> 
> 
> 


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke