Namo Buddhaya,
Sebetulnya sastrawan Melayu Tionghoa Kwee Tek Hoay lebih tepat disebut tokoh penggerak revitalisasi budaya Tionghoa pada zaman penjajahan Belanda. Jasa beliau dalam pergerakan keorganisasian agama adalah ikut memprakarsai terbentuknya perkumpulan Sam Kauw Hwee yang dimaksudkan untuk membendung gempuran budaya barat melalui agama Nasrani terhadap masyarakat Tionghoa (di zaman Orde Bau Sam Kauw Hwee terpaksa/dipaksa berganti nama jadi Tridharma Indonesia).
Karena itu, oleh kalangan Tridharma generasi belakangan (Kittinanda, Marga Singgih, Yayang Wijaya, Pramana Winardi dll) Kwee Tek Hoay diakui dan diresmi diangkat sebagai "Bapak Tridharma Indonesia" dalam sebuah upacara peringatan 100 tahun berdirinya Tridharma di Gedung Sila Paramita, Jakarta pada tahun 2001 (kalau tidak salah, PCMIIW).
Bahan-bahan mengenai Kwee Tek Hoay saya kira masih banyak tersimpan di perpustakaan Tridharma.
Selain itu, dalam majalah-majalah lama terbitan tahun 1930-an seperti Moestika Romans, Moestika Dharma, Panorama dll juga bisa ditemukan tulisan-tulisan mengenai beliau dan juga karya beliau sendiri.
Pada tahun1989 (dalam rangka memperingati 100 tahun lahirnya Kwee Tek Hoay), penerbit Sinar Harapan pernah menerbitkan buku "100 Tahun Kwee Tek Hoay, Dari Penjaja Tekstil Sampai ke Pendekar Pena" yang disunting oleh ibu Myra Sidharta. Kontributor dalam buku ini antara lain Leo Suryadinata, mengupas kiprah Kwee Tek Hoay dalam gerakan politik; Claudine Salmon membahas sumbangsih Kwee Tek Hoay dalam bidang pendidikan; Michonne Van Rees yang menelusuri lika-liku perjuangan Kwee Tek Hoay dalam mendakwahkan agama tradisional Tionghoa (Tridharma); serta putri Kwee Tek Hoay sendiri (ibu Visakha Gunadharma) yang menuangkan kenangan-kenangan pribadi teradap orang tuanya.
Saya kira, kalau keperluannya hanya untuk sebuah karangan singkat sebuah majalah, bahan-bahan yang diambil dari sumber-sumber di atas sudah lebih dari cukup.
Mettacitena,
Erik
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
In [email protected], Vera <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
usuteam [EMAIL PROTECTED] wrote: To: [EMAIL PROTECTED]
From: "usuteam" [EMAIL PROTECTED]
Date: Mon, 27 Feb 2006 06:52:54 -0000
Subject: [samaggiphala] Mohon bantuan
Namo buddhaya semuanya.
Saat ini saya bersama teman-teman redaksi di majalah Buddhis
Dhammavira sedang mengerjakan edisi khusus dalam rangka memperingati
waisak 2550 B.E/2006.
saat ini saya sedang memerlukan bahan yang berkaitan dengan profil
tokoh-tokoh yang berpengaruh dalam kebangkitan Buddhis di Indonesia.
saat ini saya kekurangan informasi mengenai Y.M Bhikkhu Narada dam
Kwee tek Hoay.
Bagi saudara/i sekalian yang memiliki informasi tersebut mohon dapat
mengirimkannya ke e-mail saya.
[EMAIL PROTECTED]
atas bantuan dan perhatiannya, terima kasih.
Salam Metta,
Robin Viriyaputra
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
| Religion and spirituality | Spirituality |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
