Sinar Mentari dan Daun-Daun Hijau
YA. Mahabiksu Thich Nhat Hanh
Diterjemahkan oleh Jimmy Lominto
 
Jus Apel Thanh Thuy
Hari ini tiga orang anak, dua anak perempuan dan seorang anak laki-laki, datang dari kampung untuk bermain dengan Thanh Thuy. Larilah mereka berempat ke sisi bukit belakang rumah kami untuk bermain dan kembali sekitar satu jam kemudian untuk minta sesuatu untuk diminum. Saya ambil botol terakhir jus apel buatan sendiri dan memberikan mereka masing-masing segelas penuh, Thuy yang terakhir. Karena jus dia berasal dari dasar botol, maka ada sedikit ampas apel di dalamnya. Ketika melihat ampas itu, ia merengut dan tidak mau minum. Lalu keempat anak itu kembali bermain di sisi bukit dan Thuy belum minum apa pun.
Setengah jam kemudian, saat sedang meditasi di kamar, saya dengar dia memanggil-manggil. Thuy ingin mengambil segelas air dingin tapi tidak bisa meraih kran air meskipun sudah berjinjit. Saya ingatkan dia jus yang ada di meja dan minta dia minum itu dulu. Berpaling untuk melihat jus itu, dia lihat ampasnya sudah mengendap dan jus itu kelihatan jernih dan enak. Dia menghampiri meja dan mengambil gelas itu dengan kedua tangannya.
Setelah minum setengah, ia turunkan gelas itu dan bertanya, “Apakah ini jus yang lain, Paman Biksu?” (istilah yang umum digunakan anak-anak Vietnam untuk memanggil biksu yang lebih tua).
“Bukan,” jawab saya. “Ini jus yang tadi. Ia duduk dengan hening sejenak dan sekarang sudah jernih dan enak.” Thuy melihat gelas itu lagi. “Benar-benar enak sekali. Apakah jus ini bermeditasi seperti anda, Paman Biksu?” Saya tertawa dan menepuk-nepuk kepalanya. “Justru akulah yang meniru jus apel ini ketika aku duduk; Ini yang lebih mendekati kebenaran.”
Tak diragukan lagi, Thuy mengira jus apel itu duduk sejenak untuk menjernihkan dirinya, seperti Paman Biksunya. “Apakah ia bermeditasi seperti Paman?” Saya pikir Thanh Thuy, belum lagi genap umur lima tahun, paham arti meditasi tanpa ada penjelasan. Jus apel menjadi jernih setelah beristirahat sejenak. Begitu juga jika kita beristirahat sejenak dalam meditasi, kita menjadi jernih. Kejernihan ini menyegarkan kita dan memberikan kita kekuatan dan ketenangan. Ketika kita merasa diri kita segar kembali, sekeliling kita pun kembali segar. Anak-anak senang berdekatan dengan kita, bukan cuma untuk mendapatkan permen dan mendengar cerita. Mereka senang berdekatan dengan kita karena mereka dapat merasakan “kesegaran” ini.
Malam ini datanglah seorang tamu. Saya tuang sisa jus apel terakhir ke dalam gelas dan menaruhnya ke atas meja yang ada di tengah ruang meditasi. Thuy sudah tidur pulas dan saya undang kawan saya untuk duduk dengan hening, seperti jus apel yang ada di dalam gelas.   
(bersambung)
 

Yahoo! Mail
Use Photomail to share photos without annoying attachments.


Relax. Yahoo! Mail virus scanning helps detect nasty viruses!

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




SPONSORED LINKS
Religion and spirituality Spirituality


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke