"Pada saat banjir di sawah padi di pedesaan Cina, ada banyak ular air. Ular-ular ini tidaklah berbahaya, selagi mereka tidak menggigit orang-orang dan tidak beracun. Tak seorangpun, bahkan seorang anak pun, takut dengan mereka, meskipun tubuh mereka tumbuh cukup panjang. Suatu hari saya ,elihat seekor ular dengan panjang 1 yard memakan seekor katak dengan ukuran setengah kepalan tangan. Ketika ular itu hampir menangkap kodok itu, kodok itu berbalik dan menghadap sang ular. Ular itupun berhenti dan dengan segera mengeluarkan lidahnya menangkap si kodok dan kemudian menelannya bulat2.Dorongan pertama yg timbul dalam diri saya adalah menyelamatkan kodok tsb, dan saya mengambil sepotong kayu untuk memukul ular. Tetapi kemudian saya berpikir, "Si ular perlu makan, seperti halnya binatang lain.
Apa yg membingungkan saya adalah bahwa si kodok jelas pada awalnya terlihat takut terhadap si ular. Ia mencoba untuk melarikan diri dan nyata sekali tak mau dimakan. Mengapa kemudian si kodok merangkak masuk ke mulut ular dan membiarkannya dimakan?
Pada musim panas yg sama, saya bersama kakak laki2 saya sedang berada di jembatan sempit yg terbuat dari sebatang kayu. Tidak jauh dari jembatan itu ada anak sungai, dan di anak sungai itu ada dua kerbau air milik tetangga saya yg beristirahat setelah bekerja seharian disawah. Jika kerbau itu berdiri, kepalanya berada di atas jembatan. Ketika saya  menyeberang, saya tidak melihat mereka, tetapi ketika saya kembali mereka ada disana. Kerbau air itu tampak besar dan menakutkan.Karena mereka hewan jinak, maka saya tidak takut dan mulai menyeberang jembatan itu. Kerbau itu melihatku dan sedikit mundur, tetapi kemudian mereka merasa terganggu dan menyemburkan air. Saya bingung. Apakah itu tanda agresi atau selamat datang? Saya takut dan berdiam ditengah2 situ. Berdiri disana hingga akhirnya saya menjadi sangat takut kalau saya terjatuh dari jembatan dan jatuh persis diatas kepala salah satu kerbau itu.Kerbau itu mungkin sama takutnya dengan saya, bersembunyi didalam air.Kemudian untunglah kakak saya berada disana dan menarik saya keluar.
 
Setelah saya mengingat-ingat, 2 pemikiran timbul. Pertama saya mengamati ketakutan saya terhadap kerbau air itu. Jika bukan ketakutan saya, saya tidak akan terjatuh dari jembatan itu. Hal itu tampak seperti yg terjadi pada kodok kodok itu.Kejadian ini seringkali benar dalam kehidupan ini, dimana Anda berakhir dekat dengan apa yg Anda takutkan. Apa yg Anda takutkan adalah yg harus Anda hadapi.
 
with metta,
Julie
 
(dari "Kebijaksanaan Hakiki", karya Master Sheng Yen)
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

 
The contents of this e-mail may be confidential and the unauthorized use, copying, or dissemination of it and any attachments to it, is prohibited. Internet communications are not secure and Dexa Group companies do not, therefore, accept legal responsibility for the contents of this message nor for any damage caused by viruses. The views expressed here do not necessarily represent those of Dexa Group companies.




Yahoo! Mail
Use Photomail to share photos without annoying attachments.

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




SPONSORED LINKS
Religion and spirituality Spirituality


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke