Kita tidak memberikan persembahan karena Sang Buddha membutuhkan persembahan kita. Ketika seseorang telah menyucikan noda-noda dan menikmati suka cita yg datang dari kebijaksanaan, ia pasti tidak membutuhkan sebatang dupa untuk bahagia! Tidak pula kita memberikan persembahan untuk mendapatkan kemurahan hati Buddha. Buddha mengembangkan cinta kasih dan welas asih tak terbatas dulu kala dan tidak akan goyah oleh sanjungan dan suapan seperti makhluk biasa! Memberikan persembahan adalah sebuah cara menciptakan potensi positif dan mengembangkan batin kita.
-Ven. Thubten Chodron- (dari "Sajuta Pilihan") ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/UlWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
