Note: forwarded message attached.
Yahoo! Mail
Bring photos to life! New PhotoMail makes sharing a breeze.
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
SPONSORED LINKS
| Religion and spirituality | Spirituality |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
--- Begin Message ---Subject: [stikomnet] Mystery Guest> Dr. Arun Gandhi adalah cucu Mahatma Gandhi dan pendiri Lembaga M.K.Gandhi > untuk Tanpa-Kekerasan. Pada tanggal 9 Juni ia memberikan ceramah di > Universitas Puerto Rico dan bercerita bagaimana memberikan contoh > tanpa-kekerasan yang dapat diterapkan di sebuah keluarga. > > Waktu itu saya masih berusia 16 tahun dan tinggal bersama orang tua di > sebuah lembaga yang didirikan oleh kakek saya, di tengah-tengah kebun tebu, > 18 mil di luar kota Durban, Afrika Selatan. Kami tinggal jauh dipedalaman > dan tidak memiliki tetangga. Tak heran bila saya dan dua saudara perempuan > saya sangat senang bila ada kesempatan pergi ke kota untuk mengunjungi teman > atau menonton bioskop. > > Suatu hari, ayah meminta saya untuk mengantarkan beliau ke kota untuk > menghadiri konferensi sehari penuh. Dan, saya sangat gembira dengan > kesempatan itu. Tahu bahwa saya akan pergi ke kota, ibu memberikan daftar > belanjaan yang ia perlukan. Selain itu, ayah juga meminta saya untuk > mengerjakan beberapa pekerjaan yang lama tertunda, seperti memperbaiki mobil > di bengkel. > > Pagi itu, setiba di tempat konferensi, ayah berkata, "Ayah tunggu kau disini > jam 5 sore. Lalu kita akan pulang ke rumah bersama-sama." Segera saja saya > menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang diberikan oleh> > ayah saya. > > Kemudian, saya pergi ke bioskop. Wah, saya benar-benar terpikat dengan dua > permainan John Wayne sehingga lupa akan waktu. Begitu melihat jam > menunjukkan pukul 17:30, langsung saya berlari menunju bengkel mobil dan > terburu-buru menjemput ayah yang sudah menunggu saya. Saat itu sudah hampir > pukul 18:00. > > Dengan gelisah ayah menanyai saya, "Kenapa kau terlambat?" > > Saya sangat malu untuk mengakui bahwa saya menonton film John Wayne sehingga > saya menjawab, "Tadi, mobilnya belum siap sehingga saya harus menunggu." > Padahal, ternyata tanpa sepengetahuan saya, ayah telah menelepon bengkel > mobil itu. Dan, kini ayah tahu kalau saya berbohong. > > Lalu ayah berkata, "Ada sesuatu yang salah dalam membesarkan kau sehingga > kau tidak memiliki keberanian untuk menceritakan kebenaran pada ayah. Untuk > menghukum kesalahan ayah ini, ayah akan pulang ke rumah dengan berjalan > kaki sepanjang 18 mil dan memikirkannya baik-baik." > > Lalu, ayah dengan tetap mengenakan pakaian dan sepatunya, ayah mulai > berjalan kaki pulang ke rumah. Padahal hari sudah gelap, sedangkan jalanan > sama sekali tidak rata. Saya tidak bisa meninggalkan ayah, maka selama lima > setengah jam, saya mengendarai mobil pelan-pelan di belakang beliau, melihat > penderitaan yang dialami oleh ayah hanya karena kebohongan bodoh yang saya > lakukan. > > Sejak itu saya tidak pernah akan berbohong lagi. > > Seringkali saya berpikir mengenai episode ini dan merasa heran. Seandainya > ayah menghukum saya sebagaimana kita menghukum anak-anak kita maka apakah > saya akan mendapatkan sebuah pelajaran mengenai tanpa-kekerasan? Saya kira > tidak. Saya akan menderita atas hukuman itu dan melakukan hal yang sama > lagi. Tetapi, hanya dengan satu tindakan tanpa-kekerasan yang sangat luar > biasa, sehingga saya merasa kejadian itu baru saja terjadi kemarin. > > Itulah kekuatan tanpa-kekerasan > > Oleh: Dr. Arun Gandhi > Dari: The Power Of Nonviolence >
--- End Message ---
