Dear saudari julie,
berkuntum2 teratai untuk anda juga, seorang calon buddha. saya belum
sempat baca artikel tsb, rencananya sih ratusan artikel2 yg sudah terkumpul
di berbagai milist mau saya edit ke dalam word untuk dijadikan koleksi
perpustakaan di vihara saya.
mengenai meditasi, saya sih sebenarnya bukan jago meditasi, meditasi hanya
sekali2 kalau lagi menghadapi gejolak batin yg susah diredakan dalam keadaan
normal. sebenarnya maksud saya sebelumnya adalah bahwa bukan ritual atau doa
yg ditentang, tapi justru menganggap bahwa ritual, doa, mencuci piring,
keramas dapat membersihkan batin dari lobha, dosa, dan moha itu yg mungkin
perlu dikoreksi. saya kira apa yg dikatakan saudara huang ada benarnya kalau
ritual, doa dan mantra dapat membantu org mencapai samadhi maka hal tersebut
baik2 aja. walaupun mungkin hanya sesuai untuk org2 tertentu.
----- Original Message -----
From: "julie_comic" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Thursday, March 09, 2006 2:34 PM
Subject: [Dharmajala] Re: Capai pembebasan melalui Upacara, Ritual dan Doa ?
> Dear sdr.PIJ
> Sekuntum teratai untuk Anda, seorang calon Buddha.
>
> Hehehe......
> Lucu juga.....
> Yah jalan pencerahan bisa begitu bervariasi....Beragam....Dengan
> kebijaksanaan kita mencernanya...
> Sdr. PIJ ada baca ga artikel yg "Sinar Mentari dan Daun-daun Hijau"?
> Bagus loh....dan mencerahkan.... :)
>
> Meditasi.....(saat ngetik kata2 ini saja lgsg terbayang dikepala
> bermacam2 metode...gaya....pengertian,dll)
> Sebenarnya saat sedang bermeditasi itu apa yg sedang kita lakukan?
> Mengamati napas?Mengamati rasa sakit?Itu yg DILAKUKAN atau hanya
> sebagai CARA untuk BERKONSENTRASI?
> Nurut saya saat meditasi kita sedang melatih tingkat konsentrasi
> pikiran, agar semakin terlatih untuk berpikir fokus. Biasanya pikiran
> gampang buyar, belum selesai mikir ini, lanjut ke yg lain lagi.
> Karena itulah bagi pemula, sungguh dibutuhkan meditasi formal, yg
> benar2 mengkondisikan keadaan ideal supaya pikiran gampang terfokus.
> Jika seiring dengan rutin nya latihan meditasi yg kita lakukan,
> pikiran menjadi semakin mudah terfokus, semakin cepat masuk dalam
> tahap meditasi yg dalam, itu tandanya konsentrasi kita mulai kuat.
> Karena hal ini perlu dilakukan berulang2 sampai pikiran bisa
> terlatih, makanya meditasi disebut latihan.
>
> Bagi mereka yg sudah expert seperti Mahabiksu Tich Nhat Hanh (yg
> menulis Sinar Mentari dan Daun-daun Hijau), beliau bisa bermeditasi
> dalam segala suasana.
> Lebih banyak lagi dalam karya2nya yg lain:bahkan ketika mengendarai
> mobil pun dia bisa berlatih kesadaran,bersepeda juga,menulis juga,
> memotong rumput juga,bahkan senyum pun dijadikan lahan buat
> meditasi,minum teh juga, mandi juga,saat ada yg marah juga,pohon
> juga, bahkan ketika (maaf)buang air besar pun dikatakan bisa sesakral
> meditasi....
> Tapi itulah Mahabiksu Thich Nhat Hanh...(bukan saya)
>
> Bisa diliat dengan jelas bahwa metode yg diajarkan ke kita saat
> meditasi baik itu amati napas, langkah, rasa sakit, dll saat kita
> melakukannya kita berada di waktu yg mana :masa lalu,sekarang atau
> masa depan?
> Jika sedang berada dimasa lalu ato masa depan otomatis kita ga bisa
> amati napas lagi, rasa sakit lagi, langkah kaki pun ga berasa.
> Tapi kita diajak untuk merasakan itu semua. yg berarti kita diajak
> untuk hidup disaat ini.
> Saat mengetik ini pun berusaha untuk tau sedang mengetik.Sedang
> berpikir.....(berusaha loh.... :))
>
> demikianlah yg dapat saya bagikan/sharing dengan Bro & Sis semua
> (bukan maksud ngajarin....)
> Mohon koreksi jika ada yg salah.... :) :)
>
>
> with metta,
> Julie
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya
maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta
kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas
dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua,
para guru, serta sahabat-sahabat kami **
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/