G r e a t    M i n d s

Small Minds discuss people 
 Average Minds discuss events
Great Minds discuss ideas
 
Pikiran Kecil membicarakan orang.
Pikiran Sedang membicarakan peristiwa.
Pikiran Besar membicarakan gagasan.
 
-(unknown)-
 
 
Pikiran Kecil akan menghasilkan gosip.  
Pikiran Sedang akan menghasilkan pengetahuan.  
Pikiran Besar akan menghasilkan solusi.
 
Ketiga jenis pikiran ini ada di dalam setiap otak kita. Pikiran mana yang lebih mendominasi kita, begitulah apa yang dihasilkannya. Kalau setiap saat otak kita dipenuhi oleh Pikiran Kecil, maka kita akan selalu asyik dengan urusan orang lain, namun tidak menghasilkan apa-apa, kecuali perseteruan. Tetapi bila Pikiran Besar yang mendominasi, maka ia akan aktif menemukan terobosan baru.  
 
Pikiran Kecil senang menggunakan kata tanya  “Siapa”,
Pikiran Sedang senang menggunakan kata: “Ada apa”, 
Pikiran Besar selalu memanfaatkan kata tanya: “Mengapa” dan “Bagaimana”.
 
Dalam melihat satu peristiwa yang sama, misalnya jatuhnya buah apel dari pohonnya, akan cenderung ditanggapi berbeda.
Si Pikiran Kecil akan tertarik dengan pertanyaan : “Siapa  sih  yang kemarin kejatuhan buah apel ?”
Si Pikiran Sedang akan bertanya: “Apakah sekarang berarti sudah mulai musim panen buah apel ?”
si Pikiran Besar : “Mengapa buah apel itu jatuh ke bawah, bukannya ke atas?”.
Dan pikiran yang terakhir itulah yang  konon mengisnpirasi  Sir Isaac Newton  menemukan teori gravitasinya yang terkenal. Tidak ada satupun prestasi atau karya di dunia ini yang dihasilkan oleh Pikiran Kecil.   
  
Di samping itu, ketiga jenis pikiran ini juga mempunyai ‘makanan’ favorit yang berbeda.
Si Pikiran Kecil biasanya senang melahap tabloid,
si Pikiran Sedang amat berselera dengan koran berita,
si Pikiran Besar memilih buku-buku/artikel yang membangkitkan inspirasi.   
 
Anda termasuk yang mana ?     

Blab-away for as little as 1¢/min. Make PC-to-Phone Calls using Yahoo! Messenger with Voice.

Untuk Informasi dan kegiatan Tzuchi Indonesia silakan kunjungi www.tzuchi.or.id 
Ada 2 jenis pikiran yang kacau,
pikiran yang tenggelam dalam kebingungan dan mengambang.
Yang pertama adalah orang yang hidup seenaknya, selalu bermalas malas dan tidak ada kemauan untuk maju.
Pikiran yang mengambang adalah orang yang selalu ragu dan bimbang, pikirannya tak pernah tenang dan hidup tak punya tujuan.

Umumnya semua makhluk menderita penyakit batin,
Yaitu selalu merasa ketakutan akan kehilangan sesuatu yang dimiliki.
Bagi yang belum memiliki juga merasa khawatir kalau ia tidak mendapatkannya.
Takut kehilangan dan khawatir tidak mendapatkan, itulah penyebab dari penyakit batin tsb.
Orang yang tidak memiliki sesuatu tidak akan merasa khawatir akan kehilangan, tidak bersifat materialistik, maka batin tidak akan terbebani, inilah kondisi dimana orang suci berada.
 



Untuk menghapuskan malapetaka di dunia,
harus dimulai dari memperbaiki kondisi hati manusia.

Beras di dunia tidak habis dimakan oleh 1 orang,
Urusan di dunia tidak habis diselesaikan oleh 1 orang,
seorang diri juga tidak mampu mencapai semua keberhasilan dunia.

Water needs to run freely in order to be clean,
While air has to be move in order to be fresh,
Similary, as humans we need to be active to stay alive.

Born into this world,
we are always with people;
hence spiritual cultivation cannot be achieved in isolation.
" Manusia dilahirkan di dunia,
  Tidak bisa melepaskan diri dari kehidupan bermasyarakat,
  melatih diri juga tidak bisa dengan cara meninggalkan khalayak ramai  dan mengasingkan diri. "



New Yahoo! Messenger with Voice. Call regular phones from your PC and save big.


** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke