Agama Buddha untuk Abad Berikutnya!
Menuju Pembaharuan Ulang Moral Masyarakat Thai
Biku Visalo
Diterjemahkan oleh Jimmy Lominto
 
(Bag 8)
Membebaskan Masyarakat Dari Konsumerisme
Penumbuhkembangan moralitas seperti yang telah disebutkan di atas menekankan kerjasama dan kepedulian terhadap kesejahteraan pihak-pihak lain. Dalam ajaran Buddhis, ini masuk ke dalam kategori sila. Agar kuat, sila harus berlandaskan samadhi (pikiran terintegrasi yang kuat dan terlatih dengan baik) dan panna (kebijaksanaan). Agar berhasil, penumbuhkembangan moralitas harus memperhatikan pentingnya pandangan dunia (world view) dan kualitas mental rakyat.  
Agama Buddha dapat memainkan peran signifikan di dua area ini. Masyarakat Thai juga membutuhkan kontribusi ini dari agama Buddha, karena sekarang orang Thai sudah tergulung oleh konsumerisme yang telah menjadi sejenis agama, agama yang tanpa kebijaksanaan dan kedamaian pikiran. Penderitaan dan konflik dalam berbagai jenis hubungan meningkat gila-gilaan di setiap tingkatan karena cara memandang dunia serta nilai-nilai konsumeris yang egois itu.
Masyarakat Thai membutuhkan sudut pandang Buddhis untuk menggantikan konsumerisme. Selama beberapa dekade, ia telah ditundukkan oleh konsumerisme. Sekarang ia perlu dihidupkan kembali dan dijabarkan dalam cara yang relevan dengan dunia modern.  Sekarang sudah semakin meningkat ketertarikan terhadap dinamisme, misalnya sifat dasar sudut pandang Buddhis yang dinamis dan holistik. Sudut pandang spiritualnya juga dibutuhkan untuk menyeimbangkan materialisme ekstrim yang kini merajalela.
Nilai-nilai Buddhis seperti tanpa kekerasan, merasa puas dengan apa yang sudah dimiliki, dan kebebasan pikiran juga tidak kalah pentingnya. Sudut-sudut pandang ini dan sistim nilai mereka seharusnya dikembangkan menjadi pandangan atau cara memandang dunia untuk masyarakat. Mereka perlu diintegrasikan sebagai tujuan hidup dan arah bagi masyarakat, menjadi basis untuk visi dan strategi kolektif. Secara konkritnya, alih-alih membidik pertumbuhan kekayaan dan konsumsi yang tiada batas, masyarakat seharusnya menjadikan kebahagian yang bermakna serta kualitas hidup yang lebih tinggi sebagai tujuannya.
Agar hal ini menjadi mungkin, sebuah tubuh pengetahuan yang berdasarkan sudut pandang Buddhis dan sistim nilai terkait harus dikembangkan untuk menawarkan penjelasan alternatif tentang realitas dan menyediakan solusi praktis bagi permasalahan yang ada. Untunglah, karena agama Buddha menekankan pada hukum alam dan pengalaman, untuk upaya ini, ia bisa menimba dari sumbangsih positif ilmu pengetahuan. Tapi tanpa menciptakan tubuh pengetahuannya sendiri, sebuah gagasan tidak bisa dikembangkan menjadi pandangan dunia masyarakat yang efektif. Agama Buddha harus sejati terhadap dirinya sendiri.
Menggantikan ideologi konsumeris dengan pandangan dunia Buddhis adalah hal yang esensial untuk membebaskan masyarakat dari konsumerisme dan sumbernya yaitu kapitalisme. Ini akan secara simultan menguatkan agama Buddha. Kelemahan Buddhis, baik di tingkat ortodoksi maupun institusi sebagian besar adalah akibat invasi konsumeris. Jika tidak bisa melepaskan dirinya dari konsumerisme, agama Buddha tidak akan memiliki masa depan. Cara terbaik untuk melakukan ini adalah membantu masyarakat Thai terbebas dari konsumerisme juga.
Misi Ganda
Kesejahteraan individual dan kesejahteraan pihak-pihak lain erat terkait. Membantu masyarakat Thai agar terbebas dari cengkraman konsumerisme merupakan cara terbaik untuk membantu agama Buddha itu sendiri. Demikian pula, menguatkan masyarakat Thai juga akan menguatkan agama Buddha. Ini berarti mereformasi agama Buddha seperti yang telah disampaikan sebelumnya, harus berjalan serempak dengan mereformasi masyarakat. Yang kedua vital bagi kesejahteraan agama Buddha karena pengorganisasian ulang Sangha hampir tidak mungkin tanpa dukungan dan tekanan dari masyarakat luas. Jika masyarakat Thai tetap lemah, kurang pengertian yang tepat mengenai agama Buddha dan tidak peduli dengan urusan publik, kita tidak bisa berharap akan memperoleh dukungan masyarakat dalam mereformasi agama Buddha.
Reformasi Buddhis tidak bisa dipisahkan dari reformasi sosial: keduanya adalah “misi ganda” yang harus diperjuangkan bersama oleh rakyat. Gerakan masyarakat madani, suatu upaya yang belum lama muncul untuk menciptakan masyarakat yang lebih kuat, harus memberikan prioritas untuk mereformasi agama Buddha karena agama Buddha memiliki potensi yang demikian dahsyat untuk membantu membebaskan masyarakat madani dari dominasi negara dan modal. Mereformasi agama Buddha adalah satu-satunya cara untuk membebaskan potensinya untuk mendukung masyarakat madani.
Artikel ini dimulai dengan pertanyaan bagaimana agama Buddha bisa menjadi kekuatan moral yang kuat bagi masyarakat Thai. Agama Buddha yang selama beberapa dekade mengalami kemunduran sudah kehilangan status tersebut. Memulihkan keseluruhan ajaran dan menata ulang Sangha adalah tahap pertama dalam menghidupkan agama Buddha kembali. Ia perlu mereformasi perannya dalam masyarakat juga. Pada akhirnya, peran barunya  dalam membantu mengangkat masyarakat akan mengangkat dirinya keluar dari kemunduran yang sedang dialaminya  sehingga dapat menjadi lebih hidup lagi.
Misi ganda yang menantang agama Buddha Thai ini akan menjadi faktor penentu dalam  menentukan status dan nasib agama Buddha Thai di abad mendatang.
Penulis terlahir sebagai Paisan Wongvaravisith. Lulus dari Assumption College dan Universitas Thammasay.  Menjadi biku hampir dua puluh wasa. Sekarang sebagai  kepala Wat Pa Sugato, sebuah wihara hutan, di propinsi Jayabhumi, timurlaut Siam.
Catatan akhir:
*     Saya hendak menghaturkan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Biku Sucitto, Biku Santikaro, dan lain-lainnya di Dawn Kiam atas bantuan mereka dalam mengedit artikel ini.
  1. Selanjutnya akan disebut “Sangha,” sesuai adat istiadat Theravada.
  2. David K. Wyatt, Thailand: A Short History, Yale University Press, New Haven: 1984, p.217
  3. Raja Mongkut mengritik ajaran-ajaran tradisional yang membangkitkan gambaran tentang surga dan neraka, “bagaikan diancam dengan neraka dan diiming-imingi dengan surga.”
  4. Mungkin dia adalah orang Thai pertama yang mengadakan pesta ulang tahun (untuk dirinya sendiri), dengan berpikir bahwa umur panjang merupakan salah satu “keuntungan tertinggi.” Untuk merayakan ulang tahun salah satu putranya, pemberkatan yang diberikannya hanya sebatas kebahagiaan duniawi saja,  berpisah dari tradisi yang dipraktikkan para pendahulunya..
  5. Mengenai orang-orang  yang mencapai nibbana, dia pernah menyatakan bahwa “tidak ada orang macam itu sekarang.”
  6. Sekte Pangeran Wachirayan, Thammayutika Nikaya, memainkan peran signifikan dalam mempromosikan ortodoksi ini ke seluruh penjuru negeri. Meskipun Phra Ajarn Man Phurithatto dan para muridnya dari sekte ini, namun gaya praktik meditatif mereka dan penekanannya pada pencapaian nibbana, tidak berpengaruh pada ortodoksi resmi yang disebarluaskan dari Bangkok. Mereka terutama berpengaruh di pinggiran Sangha dan seringkali dikritik serta diancam oleh hirarki sekte mereka sendiri. Walaupun kemudian dihormati oleh hirarki, kepopuleran mereka di kalangan rakyat dimanfaatkan, baik oleh hirarki monastik maupun pemerintah untuk membangun konsolidasi Sangha dan integrasi nasional, di daerah-daerah terpencil, khususnya di kawasan timurlaut di mana mereka bermarkas. Lihat J.L. Taylor, Forest Monks and the Nation-State, ISEAS, Singapore:1993.
  7. Mengenai konflik antara para biku setempat dan para biku yang mewakili hirarki Bangkok, dan bagaimana pihak pertama ditundukkan kemudian dijinakkan , lihat Kamala Tiyavanich, Forest Recollections, University of Hawaii Press, Honolulu:1997.
  8. Yoneo Ishii, Sangha, State, and Society  (University of Hawaii Press, Honolulu:1986), p.94.
  9. Proses serupa terjadi beberapa dekade terakhir ini dengan sekte-sekte seperti gerakan Dharmakaya dan kapitalisme.
  10. Srisuporn Chuangsakun, Kwan Plian Kong Kana Song: Suksa Karanee Thammayutika Nikaya (Perubahan dalam Sangha: Studi Kasus Sekte Thammayutika), Chulalongkorn University, Bangkok:1986.
  11. Suwanna Sathaanan, Puttatham in Ra Thai (Agama Buddha di Negara Thai), Thai Khadi Institute, Bangkok: 1986.
  12. Kata Thai saksit berasal dari kombinasi sakdi (status) dan siddhi (kekuatan) yang keduanya lebih Hindu dalam makna dan asal daripada Buddhis. Definisi tentang “yang sakral” di sini sengaja diberikan seluas mungkin dan berusaha mencakup seluruh spektrum dari apa yang dianggap sakral oleh rakyat, beberapa di antaranya didiskusikan di bawah. Definisi ini juga mencakup nibbana sebagaimana dipahami dalam Sutta-Sutta Pali. Di titik ini, kita tidak perlu membedakan secara jelas antara yang benar-benar sakral dan sublimasi serta penyelewengannya. (sebagaimana dipahami Agama Buddha).
  13. Buddhadasa Bhikkhu, Putthasat kap Sayasat (Agama Buddha and Superstition), penerbit dan tanggal tidak diberikan.
  14. Enam penjuru mewakili kewajiban terhadap orang tua,  pasangan dan anak-anak, guru, sahabat, pembantu dan pemberi kerja, dan pemandu spiritual.
  1. Lihat hubungan antara rasa percaya, kerjasama, dan jaringan-jaringan  keterlibatan  untuk kepentingan publik di Robert D. Putnam , Making Democracy Work , Princeton:1994.   


New Yahoo! Messenger with Voice. Call regular phones from your PC for low, low rates.


** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




SPONSORED LINKS
Religion and spirituality Spirituality


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke