|
Salam Sejahtera, Maafkanlah aku kawan…. Karena Aku mengali parit seluas samudera, Dan Ku-bangun tembok berlapis laksa, Dengan bahan tiada Jadikan AKU Terkesan kokoh, kuat luar biasa. Sebagai benteng pertahanan dan senjata pamungkas Dalam kanca perang berlaksa kata… Berlindung dalam kungkungan tembok, AKU terlena dan terperosok, Mengejar kebanggaan dan kepuasan sejenak, Membuat lupa pada Jalan menuju hakekat, Berlindung pada khayal yang bagai embun, Tersentak, sadar sejenak.. Hasrat menjangkau jalan menuju hakekat, Apalah daya, berlapis tembok dan parit menghalau, Berteriak mohon bala bantuan, Yang ada hanya gaung dan gema dari tembok pembatas… Aaaaa…. Jika saja ku tahu… Sia-sia aku mengali parit dan membangun tembok, Hanya membawa luka dan penderitaan. Maafkan aku kawan…. ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
SPONSORED LINKS
YAHOO! GROUPS LINKS
|
