Namo buddhaya,
 
Setelah sukses Tour De Vihara 2002 dan 2004, dalam rangka memperingati hari Trisuci Waisak 2550/2006, kami, TAPATI FREN, mengajak anda untuk mengikuti Meditasi Detik-detik Waisak di Candi Mendut & Puja Bhakti Waisak di Candi Borobudur :

Waktu   : 11 - 14 Mei 2006
Biaya     : Rp 360.000,-/orang
 
Biaya termasuk :
1 Buah kaos eksklusif
Transportasi Bus Pariwisata AC - Executive  
Makan Setiap Pagi 
Makan Siang (1x) 
Makan Malam (2x)
 
Tempat SANGAT TERBATAS!!!!!!
Buruan Daftar!!!
 
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Pendaftaran :
Lenny Darmono         0811.943.300 
Hartawan                    0816.765.857
Giri                            0812.9933.869
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
 
 
Rincian acara:
11 Mei 2006 Jakarta - Kopeng
Berkumpul di Sunter dan berangkat menuju Kopeng
 
12 Mei 2006 Kopeng
Tiba di Kopeng, ramah tamah dan baksos.Berwisata ke Ketep, menikmati kesejukan dan pemandangan alam Gunung Merbabu dan Gunung Merapi. Bermalam di Vihara Dharma Bhanti Suci, Kopeng
 
13 Mei 2006 Kopeng - Mendut - Borobudur
Tiba di Candi Mendut untuk mengikuti detik-detik Waisak. Melakukan prosesi dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur untuk melakukan puja bhakti. Setelah puja bhakti selesai, mengikuti acara Dharmasanti Waisak di Candi Borobudur. Menginap di Pondok Bukit Rema, Magelang
 
14 Mei 2006 Magelang - Semarang - Jakarta
Dari Magelang, bus akan menuju Vihara Watugong semarang. Juga mengunjungi Vihara Mahavira, sebuah vihara mahayana  yang memiliki seribu Buddha Rupam dan belanja oleh-oleh di Jalan Pandanaran, Semarang. Setelah itu peserta pulang menuju Jakarta


 
 
 
 
Mettacittena,
 
 
 
 
Tapati Fren


** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke