Kemarin malam, 4 April, saya dan Mina ke RS Siloam dan bertemu dengan Sun, Asien (teman Sun) dan Papa Sun. Waktu itu dr Eka lagi memeriksa dan berbicara dengan Sun, momentnya memang pas banget. Sedih sekali mendengar vonis dokter bahwa SECARA MEDIS, Sun akan cacat seumur hidup. Ingat loh, SECARA MEDIS, bukan berarti tidak ada harapan untuk sembuh.
 
Tapi suasana ruang itu dibuat riang, sehingga vonis itu dibuat sewajar mungkin. Dr Eka bilang Sun harus mulai banyak bergerak dan berusaha untuk mandiri. Dr Eka juga akan mempertemukan Sun dengan seorang teman yang punya history penyakit serupa tapi sekarang sudah mandiri.
Kita bisa merasakan kalau SUN agak sedih, tapi raut wajah sedih tidak kelihatan di mukanya, dia masih bisa berbincang dengan muka biasa ketika saya bercerita the wonder of meditation.
 
Ketika Mina minta ijin untuk membacakan paritta Buddha Medicine, bahkan Sun bilang," Tentu saja boleh baca paritta karena itu memberikan kesempatan pada orang lain untuk berbuat baik."
 
Salut untuk Bro. Asien yang begitu setia menjaga Sun, it would be nice if everyone of us have a friend like him. Rasanya karma baik Sun juga punya teman-teman seperti mereka di Yogya. Saya dengar ada 4 teman yang punya komitmen penuh untuk menjaga Sun. Papa Sun sendiri pernah menderita Stroke dan sembuh atas usaha sendiri dengan melatih refleksiologi.
 
Mina sendiri bilang kalau baru kali ini dia menjenguk orang sakit tapi semangatnya tidak seperti orang sakit. Apalagi ini yang divonis cacat.
Bagi teman-teman yang ingin menjenguk, datang aja, walaupun tidak kenal, bilang saja tahu dari milis. Mereka membutuhkan teman, tapi kalau datang, jangan membicarakan penyakit, buat suasana riang, berikan motivasi.
------------------------------------------------------------------------------------------
mohon disebarluaskan:
 
dokter Eka Wahyoe di RS Siloam udah mempelajari hasil MRI (waktu di Jogja tidak bisa diambil MRI),
setelah dirapatkan dg team dokter,
dokter Eka & team menyatakan bhw "Tidak ada langkah intervensi yg bisa/layak dilakukan",
hanya fisiotherapi yg bisa dilakukan.
 
Dokter menjelaskan agar Sun harus banyak bergerak agar jangan sampai terjadi luka2 lecet di punggung/pantat.
Harus sesering/serajin mungkin dilakukan fisiotherapi agar segera bisa duduk di kursi roda, jangan berbaring lagi.
 
Sekarang nampaknya Sun musti berjuang sendiri dg fisiotherapi, dg meditasi, tanpa intervensi medik.
Sun mungkin masih tinggal di RS Siloam sedikit hari lagi buat mengumpulkan informasi & akses & kontak2 & familiarisasi dg teknik2 fisiotherapi dll,
untuk kemudian menentukan kapan check out dari Siloam.
..........
 
sekedar cerita lain:
Dahulu ada seorang sahabat yg tubuhnya terbakar hebat, 
kritis selama bbrp minggu, kata dokter "harapan hidup cuma 30 %",
kehabisan cairan tubuh, 
wajah terbakar, jari-jari seperti lilin lengket,
kesakitan luarbiasa,
dioperasi berulang2, 
pada bagian lututnya: daging betis & paha lengket, musti disobek berulang2, berdarah2...
jalan seperti monyet, berjingkat2 dg lutut ditekuk karena lengket, kalao tegak: sobek, darah mancur...
berbulan2 tak bisa tidur, stress berat, karena keloid2nya gatal luar biasa...
Dokter sudah menyerah, pesimis...
...
Ajaib,
dg kekerasan tekad & kemauannya,
Sekarang kawan tersebut sudah pulih,
ada bbrp bagian di tangan & kaki yg kulitnya cacat -- tidak mulus memang, tapi kini dia sudah normal & bandel seperti dahulu kala.
....
 
Moga2 Sun juga seperti sahabatku tsb, yg bisa recover dg luarbiasa oleh tekad-bajanya.
 
 
salam,
mohon tetap dukungannya buat Sun,
agus, jogja 


Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls. Great rates starting at 1¢/min.


** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke