3 hari lagi . . . . . . .
 
Anda akan menemukan jawaban untuk :
  • Menjadi seorang wanita luar biasa ???
  • Menjadi seorang pendamping luar biasa ???
  • Membagi waktu untuk Karir dan keluarga ?? 
Ikuti Seminar :
 
“Menjadi Wanita Luar Biasa”
 
Minggu, 9 April 2006, Pukul : 13.00 – 17.00 WIB
Hotel Mercure Rekso, Hayam Wuruk, Jakarta
 
Pembicara :
  1. Bhikkhu Saddhanyano  (Pencipta lagu Buddhis anak-anak)
  2. Lenny Wongso, SH         (Istri Pak Andrie Wongso, Motivator No. 1 Indonesia)
  3. Dewi Lestari                  (Artis &  Penulis Buku Best Seller “Supernova”)
 Moderator :
Heru Suherman Lim, MM ( Presenter radio )
 
Biaya :  (Termasuk 1 kali Coffee Break )
  • Umum                         Rp.  100.000,-
  • Mahasiswa/Guru      Rp.    60.000,-
 Informasi dan Pendaftaran :
•         Siang Riyani               0812.933.1747
•         Silvia                           0815.8880.126
•         Wilian Sutanti           0816.197.0908
 
Jangan ikut seminar ini kalau anda takut menjadi luar biasa !!!
 
Sekilas Dewi Lestari & Marcell
 
Lima tahun yang lalu, Di Bentara Budaya, Jakarta, Novel larisnya berjudul SUPERNOVA : Ksatria, Puteri dan Bintang jatuh, dikritik habis-habisan dalam sebuah diskusi buku.  Begitu banyak opini dan kritik bersilangan.  Puncaknya tiba-tiba saja seseorang mengatakan hal yang tidak dimengerti oleh Dewi.
 
Dia bilang ” terang saja kalian semua tidak mengerti, karena semua yang dibicarakan Dewi adalah pengetahuan dia di masa silam.  Dewi ini dulunya seorang BHIKHUNI.
 
Dewi yang penasaran, usai acara segera mendekati lelaki tua yang bernama Ki Dyoti yang seorang paranormal yang bisa membaca reinkarnasi sesorang.  DEWI SENDIRI TERNYATA MEMPERCAYAI REINKARNASI.  Beberapa tahun tahun kemudian seorang temannya yang juga bisa melihat reinkarnasi, mengatakan hal yang sama, bahwa di kehidupan yang dulu, Dewi seorang Bhikkhuni
 
”AKU JATUH CINTA PADA BUDDHA dan sekarang aku sedang mempelajari banyak hal tentang Buddha” urai Dewi Lestari
 
Banyak yang didapat Dewi dari ajaran Buddhis.  Ajaran Buddhis itu percaya yang seperti ini, misalnya Ketika kamu mengalami kesialan itu bukan berarti ada orang yang jahat sama kamu.  Tapi ada satu kesalahan yang kamu buat dalam diri sendiri dan itu yang mengundang bencana atau musibah itu.  Dan itu ada karena untuk membuat kamu berpikir.
 
Dengan kata lain , ajaran Buddha hendak mengatakan jadilah manusia baik, dengan begitu kita akan baik-baik aja.  Menurut Dewi, itu yang disebut sebagai KARMA
 
”Karma apa yang kita buat, itu pula yang kita dapat, itu basic yang harus dipegang.  Sebenarnya simpel, tapi kalau kita terapkan ke semua hal, maka jadi berat sekali.  Misalnya sajalah, untuk tidak berprasangka buruk pada orang, itu berat” urai Dewi
 
Marcelius Kirana Hamonangan Siaahan, suami Dewi, juga sudah mantap menjadi seorang Buddhis.
 
”Sebenarnya saya merasakan perubahan drastis dari sejak benih Keenan ada di perut Dewi”, ceritanya. 
 
Ia tidak mengelak, pindahnya keyakinan karena mengamati istrinya.  Marcel merasa menemukan pencerahan lewat sebuah buku berjudul ”KEYAKINAN UMAT BUDDHA”
 
”Selama ini saya berpikiran ekstrim, tapi ketika membaca buku itu saya merasa ada yang lain.  Seakan tiba-tiba terketuk, ”Hey, kayaknya kamu nyaman ya disini”.  Tapi saat itu saya masih belum percaya”  cerita Marcell
 
Semakin instens Marcell membaca. Ia kian tertarik.  “Semakin memperkuat saya.  Karena kayaknya filosofi hidup seperti inilah yang membuat saya nyaman.  Saya merasakan kecerahan.  I Think I was here.  Dan kalau saya pergi ke Vihara atau tempat lain, rasanya feel like home banget.  Saya bisa dapat damai.
 


Blab-away for as little as 1¢/min. Make PC-to-Phone Calls using Yahoo! Messenger with Voice.


** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke