*** Dituang dari Bejana Kosong ***
http://groups.yahoo.com/group/BeCeKa/message/208
 
Pada suatu kesempatan Geshe Drom ditanya, "Mana yang lebih penting, menolong makhluk lain sesuai ajaran, ataukah melatih diri di tempat terpencil?"
 
Guru Geshe Drom menjawab, "Siswa yang belum mencapai realisasi kesadaran sejatinya, tidak dapat menolong makhluk lain sesuai ajaran. Berkah mereka bagai dituang dari bejana yang kosong; tidak ada yang tertuang keluar. Nasehat-nasehat mereka seperti bir yang belum diragi; tak ada sarinya."
 
"Mereka yang berkelakuan terpuji, tetapi belum mencapai kebijaksanaan, tak akan dapat berbuat demi kebaikan makhluk lain. Berkah mereka seperti dituang dari bejana yang penuh, namun setelah mengisi bejana lain, ia sendiri menjadi kosong. Nasehat-nasehat mereka seperti lampu minyak yang dipegang di tangannya; menerangi yang lain, tetapi yang memegangnya sendiri diliputi kegelapan", jelas beliau.
 
"Tetapi ketika mereka mencapai tingkat yang luhur, apapun yang mereka lakukan dengan sendirinya akan membawa kebaikan bagi makhluk lainnya. Berkah mereka ibarat tertuang dari bejana ajaib, walaupun telah memenuhi yang lain, ia tak pernah menjadi kosong.  Nasehat-nasehatnya bagai terang yang dipancarkan oleh lampu minyak yang berkaki, menerangi sekelilingnya termasuk yang memegangnya", lanjut Sang Guru.
 
Beliau juga mengingatkan, "Saat ini, di Kaliyuga (Jaman Kehancuran) ini, bukanlah saatnya menolong makhluk lain, sebelum mereka sendiri mampu menumbuhkan cinta, belas-kasih dan aspirasi untuk mencapai penerangan di dalam kesunyian.  Sekarang adalah saat untuk menguasai ikatan nafsu.  Saat ini bukanlah saat yang tepat untuk memotong pohon obat ajaib, tetapi saat yang baik justru untuk menumbuh-kembangkannya."
 
~ Stephen Bachelor.
__________________
Dari: buku "Pintu Pembebasan" (The door of Liberation)


Yahoo! Messenger with Voice. PC-to-Phone calls for ridiculously low rates.

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




SPONSORED LINKS
Religion and spirituality Spirituality


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke