Rekan2x seDhamma,

Kebetulan saya pernah baca buku yg pas.
Ini buku yang bisa sangat membantu umat untuk mengerti vinaya dan bagaimana berhubungan dengan bhikkhu.

"The Bhikkhus' Rules - Guide for Laypeople — Bhikkhu Ariyesako"

bisa didownload di
http://www.buddhanet.net/pdf_file/bhkkrule.pdf

berikut ini "teaser"nya :)

The Theravadin Buddhist Monk's Rules by compiled and explained by Bhikkhu Ariyesako. This compilation is for anyone interested about bhikkhus and about how to relate to them. Some may think that this lineage follows an overly traditionalist approach but then, it does happen to be the oldest living tradition. A slight caution therefore to anyone completely new to the ways of monasticism, which may appear quite radical for the modern day and age. The best introduction, perhaps essential for a true understanding, is meeting with a practising bhikkhu who should manifest and reflect the peaceful and joyous qualities of the bhikkhu's way of life.

with Metta
Sumedho Benny

Ryan Sunardy wrote:
Setuju untuk semua yg ditulis Sis Jenty.

Makanya utk teman2 yg lebih mengerti Dhamma, jgn cuma sibuk debat di 
milis. Berdanalah dgn mengenalkan Dhamma kepada umat Buddhis 
kebanyakan.  Rasanya cukup fair kalau umat mengetahui tentang Vinaya 
Bhikkhu.  Dengan mengetahui Vinaya, umat jadi mempunyai rambu2 
dlm "memanjakan" para anggota Sangha.  Bila kita tdk memanjakan 
anggota Sangha, justru kita telah berbuat karma baik karena telah 
membantu mereka untuk mencapai cita2 yg mereka pilih ketika mereka 
pertama kali memilih bergabung ke dalam Sangha Bhikkhu/ni.

--- In [email protected], "Jenty Siswanto" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  
Sebenarnya, ladang yang subur untuk berdana, tidak terbatas pada 
bhikkhu saja. Perhatian teman-teman yang begitu besar terhadap 
    
kasus 
  
Sun, membuat saya terharu.

Lagipula, dana Kathina seharusnya tidak berupa uang. Seharusnya 
barang-barang keperluan sehari-hari. 
Di Bandung, ada seorang teman yang rajin telp saya menjelang 
    
kathina 
  
untuk membelikan barang-barang keperluan bhikkhu, biasanya berupa 
vitamin, obat, sikat gigi, sabun, etc dan keperluan lainnya. Jadi, 
kami semua sumbang dalam bentuk uang yang dikirimkan ke rekening 
teman ini, teman ini yang mengatur barang apakah yang mau dibeli 
(dengan konsultasi sebelumnya kepada bhikkhu yang bersangkutan), 
kemudian dibungkus sesuai dengan berapa keseluruhan bhikkhu yang 
    
ada.
  
Dengan cara ini, semua keperluan bhikkhu terpenuhi.

Umat juga-lah yang membuat bhikkhu jaman sekarang memiliki gadget 
yang canggih-canggih. Setahu saya, banyak bhikkhu yang memiliki hp 
canggih bukan karena mereka membeli sendiri tapi diberikan oleh 
    
umat 
  
sebagai dana. Kalau begitu, siapa yang salah? Mobil dan uang, juga 
kebanyakan diberikan oleh umat.

Bahkan ada bhikkhu yang dipaksa oleh umat agar pegang hp biar mudah 
dihubungi kalau ada yang mau konsultasi. 

Terkadang saya juga heran, ada umat yang punya masalah perkawinan 
tapi curhat ke bhikkhu yang 'tidak pernah menikah'.



--- In [email protected], hanry uttamo <hoeybeng@> wrote:


....... Dan kalau demikian bagaimana kita mencari ladang yang subur 
(baca:Sangha) --yang benar-benar subur untuk berdana? :(
    
   

      






** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



  


** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke