KENTUT

 

Seorang pejabat pandai bernama So Tong Po mempunyai kawan di seberang sungai seorang bikhu.

So Tong Po membuat syair : "Segala duniawi aku tidak peduli, 8 angin penjuru tidak bisa menyapu aku" (8 angin maksudnya pujian, harta kekayaan, pangkat, marah, fitnah, merusak, serakah dan cinta)

Syair itu ditulisan pada sebuah kertas surat dan kemudian suratitu ditutup lalu disuruhnya pengawal pribadinya menyampaikan ke bikhu di seberang sungai, maksudnya mau tunjukkan kepada bikhu itu bahwa dia punya kesabaran tinggi.

 

Begitu dibuka   oleh bikhu di seberang sungai, bikhu ini mengerti kalao So Tong Po seorang pejabat pandai dan jujur, cuma ada sedikit sombong, lalu di surat itu ditulis "Fang Bi" artinya KENTUT, surat itu dibungkus lagi dan dibawa pengawal pribadi So Tong Po pulang.

 

Begitu tiba, surat itu langsung di buka So Tong PO, So Tong Po sangat kaget dan marah sekali, kok tidak dipuji, malah berani bilang kentut, sambil marah-marah dia bergegas naik perahu untuk menyeberang sungai dan bikin perhitungan dengan si bikhu.

 

Begitu masuk ke vihara, So Tong Po diterima murid bikhu, dia bertanya bikhu ada dimana?, si murid menjawab hari ini guru tidak menerima tamu, So Tong Po mendengar kata murid bikhu tambah marah dan berkata, kamu tidak tahu ya aku ini orang apa, kok sampai tidak terima tamu segala, sambil marah, kakinya diangkat tinggi-tinggi menuju pintu ke ruangan dalam untuk menemui si bikhu, begitu sampai di depan pintu ada tulisan " i bue ta ko cang" artinya "satu kata kentut sudah menyeberang sungai membuat perhitungan".

 

Begitu melihat tulisan itu So Tong Po jadi malu sekali, sambil mengguman waduh waduh aku kalah besar hari ini, aku kalah, langsung menyuruh si pengawal segera pulang.

 

Intisari:

Maksud si bikhu supaya So Tong Po jera (kapok) dan supaya lebih mendalam serta lebih maju dalam melatih kesabaran.



** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke