Buddha Sidharta Gautama hidup di dunia 80 tahun, kotbah Dharma Buddha 49

tahun. Kotbah Sang Buddha terdapat 5 waktu :

Waktu 1. kotbah tentang kitab
          Mahayana Lankavatara (dalam Bahasa Mandarin : Hwa Yam)samapai sekarang digunakan orang-          orang Mahayana
 
 
         waktu Buddha kotbah pertama di vihara Tirtavana/Jetavana, jumlah total umat yg mendengar
         ada 10ribu orang, tapi 3ribu di  antaranya mundur,karena tidak mengerti kotbah buddha.
         Buddha tahu kalau ada 3ribu orang mundur,karena tidak mengerti kotbah buddha Mahayana yang
         terlalu tinggi maka terpaksa buddha kotbah tentang Hinayana Cattari Arya Saccani
 
Waktu 2. kotbah tentang kitab
         Hinayana Cattari Arya Saccani (Empat Kesunyataan Mulia, dalam bahasa Mandarin : Se Sen Di)
         kitab ini digunakan oleh orang-orang Thailand yang mayoritas Theravada, seperti juga di
         Indonesia ini yang mayoritas Theravada, sampai sekarang kitab ini kebanyakan sudah diubah-
         ubah (ditambah/kurang) oleh orang-orang  Theravada sendiri
         
         Tapi bagi 4 kitab Mahayana yang lain, orang-orang tidak mampu mengubah-ubah, karena maha
         tinggi dan mendalam sekali        
 
Waktu 3. kotbah tentang kitab
         Surangama (dalam bahasa Mandarin : Ling Yam)
         kitab ini digunakan oleh orang-orang Mahayana
         di kitab ini, diuraikan ananda dan buddha tanya jawab tentang badan rohani, sangat
         mendalam dan tinggi sekali.
        

Waktu 4. Maha Prajna Paramita (Kitab Suci Sutra Intan, dalam

         bahasa Mandarin : Cing Kang Cing)
         kitab ini yang paling dijunjungi oleh orang-orang mahayana,
         kitab ini menguraikan tanya jawab subhuti (murid buddha yang paling pandai dan paling
         sakti) dgn buddha sidharta tentang pelajaran agung mencapai sempurna
 
Waktu 5. Sadharma Pundarika (dalam Bahasa Mandarin : Hwat Hwa)
         kitab ini juga digunakan oleh orang-orang Mahayana
         
 
Jadi kesimpulannya titik berat kotbah sang Buddha adalah mengenai Mahayana, bukan tentang Theravadanya, terbukti kitab Buddha tentang Theravada hanya 1 kitab saja yaitu Hinayana Cattari Arya Saccani , yang lainnya semua adalah kitab tentang Mahayana  
 
Menurut sejarah, Sejak guru ke 28 yaitu Bodhi Dharma di utus oleh Buddha untuk menyebarkan dharma ke RRC (Tiongkok) maka pelajaran Mahayana Buddha mengalir dari India ke Tiongkok, dan sampai sekarang mengalir ke Jepang dan Korea, Jadi pemeluk Mahayana saat ini terdapat di India, Tiongkok, Jepang dan Korea (yang biasanya mereka memegang 4 kitab Mahayana yaitu Mahayana Lankavatara ,Surangama, Sutra Intan, Sadharma Pundarika).
Sedangkan Thailand dan Indonesia umumnya pemeluk Theravada (yang biasanya mereka memegang kitab Hinayana Cattari Arya Saccani ).  
 
Kalau saya analisa, pelajaran temen-temen khususnya di samaggi pala ini dan pada umumnya di Indonesia, semuanya adalah Theravada yang dari Thailand yaitu Hinayana Cattari Arya Saccani, 
Tapi saya di sini mengikuti Mahayana dari Tiongkok guru ke 28 Bodhi Dharma itu, maka temen-temen di samaggi pala kesulitan menganalisa pernyataan dan pertanyaan saya, sampai menganggap saya sesat.
Ya, saya mengerti kenapa kesulitan menganalisanya, karena temen temen tidak pernah mendapat pelajaran tentang Mahayana yang tinggi.
 
Sang Buddha pernah berkata, sesudah paham mengenai Hinayana Cattari Arya Saccani , harus segera melanjutkan kepada pelajaran Mahayana, kalau hanya memegang Hinayana Cattari Arya Saccani maka tidak bisa maju dan sulit mencapai ke tingkatan buddha. 
 
Mohon di analisa sendiri, bila tidak cocok, abaikan saja email saya ini !!!
Tapi juga harus dipikirkan kita hidup di dunia ini sangat2 singkat, jangan sia-siakan !!!
Bila menginginkan kitab Mahayana saya punya,
Mohon pikirkan kembali, jangan sia-siakan waktu, sebab kalau kita tidak bisa mencapai di antara 4 tingkatan  buddha (arahat, patriat, bodhisatva, buddha), maka kita akan tumimbal lahir terus, sangat menyedihkan dan mengerikan !!!


** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke