http://groups.yahoo.com/group/BeCeKa/message/974
 
Sahabat,

Ada seorang sahabat member milis ini yang bertanya tentang Hukum
karma dengan mereply postingan saya dan dengan segala hormat saya
memohon maaf tidak mempostingkan pertanyaannya dan memohon ybs itu
untuk membaca kembali literatur yang anda.

Pembahasan tentang hukum karma itu sesungguhnya bukan topik yang
ringan dan bukan juga topik yang menarik bagi saya untuk
didiskusikan secara terbuka terutama sekali karena saya khawatir
salah ngomong dan lalu salah menjelaskan dan alasan yang kedua
adalah literatur-literatur buddhis yang ada - sutta/sutra buddhis
yang ada menunjukkan bahwa Sang Buddha menjelaskan Hukum karma itu
ketika ditanya oleh para muridnya dan tentunya jawaban Beliau itu
disesuaikan dengan tingkat batin/kesadaran si murid itu tadi, tentu
saja ketika uraian Beliau itu kita baca, hendaknya kita mesti sangat
berhati-hati agar tidak lalu memaksa diri untuk memahami begitu saja
uraian Beliau. Sukur-sukur tingkat batin/kesadaran kita itu tidak
jauh dari si murid yang bertanya, kalau jauh, tentu jadi tidak
berguna dan lalu kita katakan ajarannya tidak logis. Jadi singkatnya Hukum karma
itu hendaknya lah dibahas terbatas - Japri, dan juga mestilah melibatkan
perenungan dan pengamatan akan kehidupan disekitar kita, pun jangan mencoba
melihat terlalu jauh, nanti bisa seperti matematika 1+1 = 2 dan 3-2-1 =0,
padahal hidup ini tidak sesederhana itu dan termasuk hukum karma juga tidak
sesederhana itu.

Maka itu seringkali saya tidak terlalu minat mendiskusikannya terlalu jauh dan
lagi pula seringkali penjelasannya mesti dikombinasikan dengan hukum
reinkarnasi/tumimbal lahir yang mana yang terakhir ini lebih rumit lagi serta
seringkali sudah tidak terlalu relevant untuk dibahas karena jadinya kita
membicarakan sesuatu yang terlalu jauh di depan, serta membutuhkan kemampuan
batin untuk melihat kedepan yang kalaulah dimiliki rasanya kok sayang mesti
mengurusi urusan lahir kembali, sedangkan umumnya ketika kemampuan "melihat" itu
dimiliki, ybs itu pun sudah tidak minat lagi lahir di dunia ini :)) hehehehee,
anda tentu bertanya,"Kok!???" ya, nanti kalau anda sudah memahaminya anda akan
tahu sendiri, bukan sekedar membaca bahwa hidup ini adalah penderitaan.... yang
paling jelas kalau anda sudah berumur 50 tahun, dan terpaksa harus kerja keras
suatu hari yang biasanya tidak, dan coba berdiri dari tidur anda di pagi hari
keesokan harinya, tentu anda akan jelas mengerti , eh memahami apa yang saya
maksud.... :)

Di bawah ini diskusi saya di milis paranormal dengan para sahabat
yang bertanya tentang postingan saya dari kotbah Master Sheng
Yen,"Jalan Luar" yang pernah saya postingkan juga di milis ini.
Diskusi ini agak panjang, tapi saya biarkan saja demikian, semoga
bisa diambil yang bermanfaat sisanya mohon dimaafkan. Postingnya saya pecah dua,
jawaban saya yang pertama posting pertama, komentar dan lalu jawaban saya di
posting kedua.

salam
irwan
===
Balasan Re: Fw: [psikologi_transformatif] Jalan Luar
http://groups.yahoo.com/group/paranormal-lovers/message/5634

Sahabat Sunarta,

Pertalian karma dengan mahluk hidup lain misalnya saja para
penumpang kereta api yang penyok bin somplak beberapa waktu lalu,
mereka tidak saling kenal, tidak saling tahu, tapi pada hari itu
waktu itu di mana kereta api itu lalu jadi penyok atau pecah jadi
dua, mereka itu duduk di dalam/atas gerbong kereta yang sama dan
mengalami kecelakaan yang sama. Beberapa meninggal dan banyak yang
luka. Banyak contoh pertalian karma yang lain, misalnya kenapa para
korban bom Bali bisa berada di tempat yang sama pada saat bom itu
meleduk, jeduk, atau penumpang mandala yang meledak di medan itu,
atau juga korban KM Tampomas II yang karam, kemudian penumpang kapal
Titanic. Dan misalnya juga pertalian karma lahir di satu desa yang
sama, satu kota dan negara yang sama, Indonesia - misalnya, Kongo -
misalnya, Nigeria - misalnya.

Nah memang di dalam pertalian karma itu selalu ada yang bisa selamat
dari kematian, bahkan ada yang tanpa luka dan cedera baik fisik
maupun psikologis sama sekali.

Uraian atas Hukum karma itu sebetulnya bukan untuk nakut-nakuti,
tapi lebih mencoba menjelaskan kenapa bisa terjadi dan apa yang
menjadikan nya terjadi, sesungguhnya pemahaman atas hukum karma itu
membutuhkan pengamatan dan kepekaan batin yang cukup mendalam,
karena faktornya yang menjadikan sesuati itu jadi dan muncul
tentulah tidak sedikit alias kompleks bin njelimet hanya kemudian
disederhanakan dengan menjelaskannya dengan perumpamaan dan contoh
contoh sederhana.

Salah seorang sahabat saya pernah berkata bahwa Tuhan itu kadang
hanya memberikan satu kali kesempatan untuk bertemu, dan tidak lagi,
dan untuk kesempatan yang lain, momen dan kejadiannya tentu tidak
sama - alias beda, jadi pertalian karmanya sudah menghasilkan
kejadian yang berbeda.

Seorang sahabat lain mengatakan bahwa seseorang bisa saja memiliki
karma fisikal untuk bertemu dengan seseorang secara fisik namun,
belum tentu secara spiritual karmanya sama, nah loh :)

Tapi, tentu bukan itu yang sahabat tanyakan, nah ada satu kisah di
buku Membuka pintu hati, oleh Ajahn Brahmavamso, terbitan karaniya
dan dijual di gramedia. si Ajahn itu menjelaskan, bahwa hukum karma
itu coba kita ibaratkan seperti dua orang yang membuat kue. Satu
punya peralatan yang paling modern, dapur dan peralatan pendukung
modern dan punya bahan terbaik dari seluruh penjuru yang ada. Satu
lagi cuma punya peralatan seadanya, sederhana dan agak kuno,
bahannya juga tidak yang terbaik, tapi yah cukuplah dan bisalah
dipakai untuk buat kue.

Keduanya memasak, dan hasilnya bisa jadi tidak berbeda jauh
enaknya.  Jadi, karma itu adalah bahan dan alat, sisanya adalah
usaha dan kemampuan serta perhatian yang anda berikan kepada proses
pembuatan kue itu sendiri alias daya upaya.

Nah, dengan kaitannya akan urusan tulisan tentang jalan luar itu
kalau boleh, hendaklah dipahami bahwa untuk mengubah takdir
seseorang tidaklah sedemikian mudahnya dan bukan dengan menggunakan
daya-daya itu bisa langsung berubah, kalau kata teman saya yang
pertama itu, kalau memang bisa begitu saja diubah, saya duluan dong
yang jadi seperti Liem Sioe Liong - si pemilik BCA dan Indofood dulu
(masih kali yah :) ).

Salah seorang guru saya, bhikku senior di medan, pernah kehilangan
seorang bhikkhu junior muridnya, yah adik atau kakak seperguruan
saya lah, karena mobil yang ditumpanginya tergelincir di jalan
medan - banda aceh. Saya bertanya, apa Bhante sudah memberikan
warning ke ybs, dijawab, sudah, tapi dia ndak bisa nangkap dan maksa
berangkat juga ke Banda Aceh. Lah, ya sudah selesailah, dan kan
memang tidak boleh dibuka semua... :))

Nah, saya pernah menuliskan tentang hal ini dalam tulisan yang
berjudul moment persimpangan, jadi bukan tidak bisa diperbaiki karma
itu tapi mesti ada cara dan pendekatan yang benar, walaupun memang
tidak ada yang bisa menjamin pasti akan berubah...

Rasanya ingin saya memberikan semua penjelasan yang saya harapkan
bisa memberikan pemahaman ke anda sahabat, tapi rasanya ada bagian
yang tidak bisa dituliskan dengan kata-kata, tapi mesti dipahami
dengan batin, dengan pengamatan dan perjalanan dalam hidup... yang
moment persimpangan akan saya kirimkan terpisah :))

maafkan saya yang bodoh ini.
salam
irwan
====


Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls. Great rates starting at 1¢/min.

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




SPONSORED LINKS
Religion and spirituality Spirituality


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke