Keadaan yang Sebenarnya dan Cara Bicara yang Penuh Cinta Kasih.
Sadar bahwa kata-kata dapat menciptakan penderitaan atau kebahagiaan,
kami berkomitmen untuk belajar bicara secara benar dan konstruktif,
hanya menggunakan kata-kata yang menimbulkan harapan dan keyakinan.
Kami bertekad untuk tidak mengatakan hal-hal yagn tidak benar demi
kepentingan pribadi ataupun demi memesona orang lain, juga tidak
menuturkan kata-kata yang dapat memecah belah atau menimbulkan
kebencian. Kami tidak akan mnyebarkan berita yang belum kami ketahui
dengan pasti, tidak juga mengkritik atau mengutuk hal-hal yang belum
kami yakini dengan pasti. Kami akan berusaha sebaik-baiknya untuk
mengungkapkan situasi-situasi yang tidak berkeadilan, kendati saat
melakukan hal tersebut dapat membahayakan keselamatan kami.
(NB: ini adalah kutipan dari 14 Latihan Perhatian Penuh yang kami
terapkan di Dharmajala.Berlatih untuk berbicara dan mengucapkan kata-
kata yang penuh dengan cinta kasih)
with metta,
Julie
--- In [email protected], "bcl_t" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Bro Willyandi,
>
> Seingat saya anda itu adik kelas saya di Gama, mungkin sisa-sisa
> keberadaan saya di UGM hampir tidak terlihat lagi hehehe dan di
> Vidyasena pun saya tidak ada yang tahu, kecuali si Nabi, dan
> beberapa teman tua lainnya. Jadi dari mereka anda bisa mencoba
> mencari tahu siapa saya, bukan untuk apa-apa, sekedar untuk tahu
> bahwa rasanya saya tidak terlalu perduli apakah anda benci dengan
> saya atau tidak, hanya apakah memang apa yang anda lakukan itu
benar
> atau tidak, terutama sekali kalau anda masih terhitung saudara
> seperguruan, perguruan Buddha Dhamma, tentulah saya sangat keras ke
> anda, kenapa, agar tidak memalukan Sang Buddha tentunya kalau anda
> mengaku sebagai muridnya, hanya mungkin standard saya itu rasanya
> terlalu tinggi, yah, rasanya memang dari yang saya tahu Sang Buddha
> itu sendiri hampir tidak mau mengajarkan ajarannya kepada umat
> manusia, dst, kisahnya anda bisa baca sendiri dan lalu maka kita
> mestilah menghargai upaya beliau mengajarkan kita itu dengan sunguh-
> sungguh berlatih dan berlatih apa yang beliau ajarkan.
>
> Saya pernah bahkan berkali-kali menolak postingan anda di milis
lain
> dengan email address lain pula terutama sekali karena postingan
anda
> tidak relevan dengan milis, dan di mubi saya pernah dengan pedas
> menampar anda dengan kata-kata, memang itu saya sengaja agar anda
> maaf tahu diri dan sadar bahwa mubi itu etelase umat Buddha
> indonesia, kalau umat Buddha itu seperti gado-gado dan dimilispun
> tidak bisa membedakan yang mana milis untuk ajaran yang mana milis
> gado-gado, tentulah sangat memalukan bagi umat Buddha.
>
> Jadi, mohon dendam pribadi anda ke saya jangan lalu anda katakan
> orang banyak, dan kalaupun orang banyak membenci saya, saya kira
itu
> wajar saja karena manusia sekarang senang dengan kata-kata indah
dan
> kebaikan-kebaikan semu jadi sungguh wajar kalau ada yang
> membicarakan sesuatu yang faktual mereka tidak senang, mana ada sih
> orang yang bodoh senang dibilang bodoh. Hanya kalau kita sama-sama
> memahami bahwa Sang Buddha sendiri sangat menyayangkan kalau
> muridnya itu menyianyiakan umur dengan bermain-main dengan
kehidupan
> ini, maka wajar kalau orang bodoh mestilah segera bangun dan
bergiat
> diri.
>
> Mungkin anda kalau berjodoh untuk berlatih Zen/Chan dibawah guru
> yang bagus, anda akan mengerti betul dan memahami betul kalau
> tamparan saya ke anda itu cuma elusan mesra....... wajar kalau
> seorang rekan muslim di milis lain bilang bahwa para nabi dan orang
> suci sekarang banyak memberikan discount kepada umatnya karena
> memang demikian payahnya kualitas manusia sekarang, sedikit digetok
> sudah marah, sedikit disentil sudah benci, lupa kalau fakta memang
> bodoh dan malas. Kenyataan bahwa mayoritas orang indonesia itu
tidak
> mau bertanya dan malas membaca, senangnya ke Mall, nonton, main
game
> dan seterusnya....
>
> sori, tapi anda memang beragama seperti anak teka.
> Orang lain punya ini, anda bikin dan punya, orang lain taruh buku
di
> hotel, anda taruh. Tidak mau kalah dan iri hati walaupun lalu ke
> irian ini dibungkus dengan pembelaan yang mengatakan itu baik, ini
> baik,, dst dst... ya terserah andalah semua, toh itu anda yang
> lakukan :)) hehehehehe kebaikan-kebaikan palsu.
>
> Mungkin sudah pada lupa dengan kisah Tat mo cowsu alias Bodhidharma
> yang ketika ditanya oleh Raja Tiongkok yang ditemuinya sebelum
> bertapa di goa di belakang kuil Shaolin itu bilang bahwa semua
> kebaikan Sang Raja yang membangun banyak vihara dan membiayai
> penulisan kitab itu tidak berarti apa-apa alias nihil... mungkin
> memang jamannya ini mirip waktu Bodhidharma itu ke daratan tiongkok
> dan mengentuti para Raja dan Bhiksu palsu di sana.
>
> Namun memang saya bukan Bodhidharma, saya cuma seorang bo ceng li
> yang mengentuti anda semua dan mengatakan anda murid TK.
>
> Kalau bukan murid TK lalu apa anda ingin dikatakan mahasiswa? S2,
> doktor?
>
> Apakah seorang doktor itu masih membicarakan soal nyanyi-nyanyi?
> masih mencoba menanam karma baik? bukankah ketika anda memikirkan
> pahala dari karma baik itu lalu pahalanya sendiri tiada alias nihil?
>
> Apakah kalau orang suci itu sabar lalu anda harus sabar agar
> dibilang suci?
>
> Masih ingatkan waktu teka dibilang sama Bu guru agar mimik cucu
biar
> cepat besar, biar sehat dan kuat, apa lalu anda masih mimik cucu
> agar sehat dan kuat, bukan karena memang tubuh anda membutuhkannya?
>
> Masihkah anda membuat peer agar tidak dihukum guru? melakukan karma
> baik agar tidak menerima karma buruk?
>
> Berkata baik itu agar tidak menerima karma buruk?
> ketika anda mengatakan sesuatu yang membuat orang lain bingung itu
> dengan baik, manis, apakah anda masih mengatakan orang itu baik?
>
> Masihkan anda bisa mengatkaan orang itu baik kalau dia memberikan
> anak teka pil ekstasi berbungkus cokelat???
>
> Nah, memang gaya saya menulis itu tajam dan kritis, itu agar hati
> anda tertusuk dan lalu anda mau membukanya, mau melihatnya, bukan
> sekedar menyimpan sampah dan kebusukan anda di dalamnya, atau
apakah
> anda takut pada hati anda sendiri?
>
> Hmm, itu kembali ke anda sahabat, saya tidak minat mengurusi
> itu.....
>
> salam bo ceng li...
>
> --- In [email protected], "willyyandi" <willyyandi@>
> wrote:
> >
> >
> > salam saudara BCL T
> > sebenarnya saya melihat bahwa anda begitu kritis terhadap berbagai
> > masalah...
> > namun mohon maaf kalau bisa anda lebih bisa mempergunakan bahasa
> yang
> > lebih halus.. maaf,saya bukan bermaksud menyinggung anda, anda
> memang
> > aktif di beberapa milis dan beberapa tulisan anda agak tajam
> sehingga
> > mungkin saja yang bersangkutan ada yang tersinggung, dan secara
> tidak
> > langsung anda telah 'melahirkan' beberapa ketidaksukaan atau
> mungkin
> > kebencian..mohon maaf sekali lagi saya bukan bermaksud
menyinggung
> anda.
> > salam karuna
> >
> > willy yandi
> >
> > --- In [email protected], BCL T <bcl_t@> wrote:
> > >
> > > Sahabat SEmua,
> > >
> > > Sori nih, ini namanya belajar Ajaran Sang Buddha cara SD dan
> SMP,
> > anda mestinya bisa membaca dan mencari hal - hal ini di buku-buku,
> > maaf bukannya saya sok, namun coba anda melihat diri anda
dicermin
> dan
> > lihat umur anda serta anda sekarang sekolah di mana, SD? atau SMP?
> > >
> > > Kalau tidak anda ketinggalan jauh dan mesti anda bangun dari
> tidur
> > anda, sekedar mengutip ini, banyak orang bisa....... dan itu tidak
> > saya butuhkan sahabat.
> > >
> > > Kalau anda butuh, silahkan saja.
> > >
> > > bo ceng li T
> > >
> > > sindhu wahyudi <sindhu.wahyudi@> wrote:
> > > Anicca
> > > sesuatu yang berubah-ubah, tidak kekal
> > >
> > > Dukka
> > > karena sesuatu yg berubah-ubah,tidak kekal, maka menimbulkan
> > penderitaan/dukka
> > >
> > > Anatta
> > > Karena mengerti dunia ini menderita, maka carilah jalan
> > membebaskan penderitaan,
> > > dgn pelajaran anatta / tidak ada aku palsu yang kekal.
> > > Segalanya janganlah memakai aku yang tidak kekal,
> > > kita tinggalkan aku yang tidak kekal,
> > > kita harus bisa membuat diri kita ini tanpa aku yang tidak
> kekal,
> > > harusnya memakai aku yang kekal, baru bisa membebaskan
> penderitaan.
> > > Memang benar seharusnya menyadari diri ini adalah aku yang
> tidak
> > kekal, dengan kesadaran itu,
> > > kita membina untuk mencapai aku yang kekal. Semuanya yang
> dilihat
> > oleh mata daging kita, semua itu adalah tidak kekal, maka kita
> memakai
> > badan yang tidak kekal ini, utk membina mencapai badan kita yang
> kekal.
>
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
