Saya sependapat dengan sdr. Hanry. Datang dan
buktikan, baru kata orang aja, aku tidak berani
berkomentar. Kalau aku melihat sendiri baru aku berani
berkomentar, klo menurutku ini dan itu DAN itu pun
sekedar pendapat dan bukan menghakimi.

Klo buku yg sdh diterbitkan aku komentari, yah wajar
karena aku lihat dan aku baca.


--- hanry uttamo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Salam dalam Dhamma,
>   Memang kalau tahi tidak dapat menjadi emas.Dhamma
> tetap Dhamma.Siapa yang membodohi masyarakat?Saya
> hanya mengusulkan bersikap bijaksana menyikapi
> masalah ini dan tidak perlu sengaja disebar luaskan
> ke masyarakat luas seperti acara khusus gosip di
> TV.Serta berhati-hati kalau ada member milis yang
> punya niat tidak baik karena setahu saya ini milis
> terbuka.
>   Untuk bersikap sombong mana yang terbaik buat
> masyarakat saya belum mampu.Saya hanya mampu
> menghimbau bersikap bijaksana untuk menanggapi
> informasi ini melalui milis ini
>   
>
> Mnemosynian <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>   Kalau jelek ya jelek aja, itu fakta yang tidak
> bisa diubah.
> Mau digembar-gemborkan spt apa, dhamma ya tetap
> dhamma, meskipun mungkin
> 3000 tahun lagi tidak ada lagi kata 'budha'.
> Masyarakat itu tidak bodoh, dan tidak perlu
> dibodohi. Mereka yang
> membodohi masyarakat akan tergilas.
>
> Apakah kita demikian sombong menilai diri kita tahu
> mana yg terbaik buat
> masyarakat?
>
>
>
> hanry uttamo wrote:
> > Namo Buddhaya,
> > Saya kira member milis Buddhist harus benar2 wise
> menyikapi hal ini.
> > Benar atau tidaknya masalah2 ini, hendaknya jangan
> digembar gemborkan
> > dan menjadi sasaran empuk pihak lain yang hendak
> menjelekkan
> > Buddhisme.Bgmanapun juga sosok figur yg jelek akan
> berdampak negatif
> > di masyarakat. Tolong moderator pikirkan hal ini.
> Saya takut ada
> > member milis yg berasal dr pihak luar...........
> > regards
> > beng
> >
> > */Lusiana Aryani /* wrote:
> >
> > Membaca surat pernyataan Bhikkhu Suddhamacaro di
> bawah ini, saya
> > terkejut, merinding, kecewa, sedih, nelangsa, dan
> banyak perasaan
> > lain bercampur aduk, susah dijelaskan. Tapi saya
> merasa lega juga
> > karena kebenaran akhirnya terungkap juga ke
> masyarakat yang lebih
> > luas. Kita semua sebagai umat awam dari
> vihara-vihara yang berbeda
> > pasti akhir-akhir ini juga banyak mendengar
> konflik dan gossip
> > mengenai bhikhhu-bhikkhu terutama yang senior. Ada
> yang
> > menggelapkan dana, bahkan hingga bhikkhu ketua
> vihara Dhammajaya
> > yang selama ini dikenal sebagai upajaya, yang
> punya hubungan
> > asmara dengan seorang janda. Oh tragis sungguh
> tragis…. Tak tahu
> > lagi harus bagaimana dengan mereka yang berjubah
> itu tapi
> > kelakuannya menyedihkan…..
> > Sebenarnya sih saya menulis surat ini karena
> terpancing oleh
> > pujian Bhikkhu Suddhamacaro terhadap Andrie
> Wongso. Kesannya kok
> > Andrie Wongso lebih baik daripada seorang Bhikkhu.
> Padahal setau
> > saya kalau soal perempuan Andrie Wongso itu mana
> ada bedanya
> > dengan bhikkhu2 palsu itu…. Saya tahu Andrie
> Wongso hobi sekali
> > merayu2 dan menggoda perempuan terutama
> penggemar2nya. Bahkan saya
> > pernah dengar khabar ada seorang wanita yang murka
> karena
> > mengalami pelecehan seksual oleh Andrie Wongso.
> Saya jelas tidak
> > heran dengan berita itu karena saya punya teman
> cewek (cukup
> > akrab) yang juga menjalin hubungan gelap dengan
> Andrie Wongso
> > beberapa lama, ia beragama Buddha juga. SAYA
> MELIHAT SENDIRI sms2
> > yang dikirim oleh Andrie Wongso (karena ditunjuki
> oleh teman saya
> > itu) yang bernada mesra, merayu2 hingga mengajak
> melakukan
> > hubungan seks (cek-in) di sebuah hotel berbintang.
> Pokoknya
> > sinting bin gila deeeeh…!! Aneh tapi nyata…!!!
> Dasar hidung
> > belang…! Padahal Andrie Wongso punya anak
> perempuan kan ya, tapi
> > kok kelakuannya seperti tidak kenal/takut pada
> hukum karma gitu
> > sih. Saya pernah membujuk teman saya itu untuk
> melaporkan sms2
> > kiriman Andrie Wongso (yang setau saya sampai
> sekarang masih dia
> > simpan semua) ke bhikkhu2 senior STI karena teman
> saya itu merasa
> > dirugikan akibat hubungan tersebut. Tapi kalo
> sekarang fakta sudah
> > terungkap begini kan sama saja dengan melaporkan
> maling kepada
> > maling…. Ancur lah ini tokoh2 Buddhis kita ini.
> Lain kali saya
> > akan menyarankan teman saya ini untuk lapor ke bu
> Lenny istri
> > Andrie Wongso saja, pasti lebih ada manfaatnya.
> Well lets see......
> > Nah sekarang bagaimana perasaan anda semua membaca
> surat saya?
> > Bingung? Terkejut? Percaya? Tidak percaya?
> Pokoknya believe it or
> > not, kejadian2 ini menggugah kesadaran kita semua
> bahwa ternyata
> > organisasi agama Buddha hanya dipenuhi dengan
> tokoh2 yang tidak
> > bersungguh2 punya tanggung jawab moral, baik yang
> bertitel bhikkhu
> > maupun motivator. Semuanya hanya musang berbulu
> domba. Pada
> > akhirnya kita umat awam biasa harus pandai-pandai
> memilah dan
> > memilih, jangan sampai terjebak dan mendukung
> perbuatan2 tidak
> > terpuji mereka tanpa kita sadari. Saya
> membayangkan setelah ini
> > pasti bhikkhu2 yang tersindir akan membela diri
> mati2an di hadapan
> > umat terutama yang biasa memberi sumbangan dana
> dalam jumlah
> > besar. Sedangkan Andrie Wongso akan tetap pede
> tampil di depan
> > umum, dan akan semakin bicara soal keharmonisan
> hubungan
> > keluarga/suami istri, dsb. Wajarlah semua itu kan
> karena ingin
> > mempertahankan “sumber mata pencaharian”. Tapi
> kita bisa melihat
> > masalah ini sebagai fenomena Dhamma (meminjam
> istilah Bhikkhu
> > Suddhamacaro), di mana perbuatan buruk itu tidak
> akan pernah dapat
> > ditutupi selamanya. Sang Buddha juga pernah
> berkata hal yang sama.
> > Akhir kata, mari kita berhati-hati sendiri dalam
> bertindak karena
> > percayalah kita tidak lagi punya panutan selain
> sabda2 asli Sang
> > Buddha. Dan semoga dengan terungkapnya fakta2
> menyedihkan ini,
> > semua orang yang mengaku mengenal/memahami Dhamma,
> mau dan mampu
> > melaksanakannya dengan benar demi ketenteraman dan
> kebahagiaan
> > semua mahluk, baik itu Bhikkhu2 STI, Bhikkhu
> Suddhamacaro sendiri,
> > Andrie Wongso, umat2 sekalian dan juga saya.
> Karena karma kan
> > tanggung jawab masing-masing penumpang…….
> > Namo Buddhaya,
> > Lusi
> >
> >
> > */sutedja tj /* wrote:
> >
> > --- Bhikkhu Sudhammacaro
> > wrote:
> >
> > > Date: Wed, 19 Apr 2006 19:28:24 -0700 (PDT)
> > > From: Bhikkhu Sudhammacaro
> > >
> > > Subject: Klarifikasi, Kronologis pengunduran
> diri
> > > bhikkhu Sudhammacaro dari STI
> > > To: [EMAIL PROTECTED]
> > >
> > > FENOMENA DHAMMA
> > > (UNTUK KALANGAN SENDIRI)
> > >
> > >
> > > Klarifikasi
> > > Kronologis pengunduran diri bhikkhu Sudhammacaro
> > > dari STI
> > > ( Yang perlu diketahui oleh semua Umat Buddha)
> > >
> > > Aparihaniya Dhamma ada 7 macam :
> > >
>
=== message truncated ===


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com


** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke