Diskusi yang sangat menarik sekali. Dari beberapa buku yang pernah
saya baca (karya Suwarto Tani, Buddhadharma Mahayana, dan Chau Ming,
Beberapa Aspek Agama Buddha Mahayana), maka pengkategorian kitab-
kitab suci Buddhis berbeda dari masing-masing aliran. Saya sudah
lupa pembagian yang pasti, karena sudah lama tidak membaca buku-buku
tersebut. Namun menurut hemat saya pengkategorian ini tidak ada
hubungannya dengan waktu kronologis melainkan lebih ke arah isinya
saja. Menurut aliran Avatamsaka pembagiannya adalah sebagai berikut:
1.Periode Avatamsaka (Huayan), saat Sang Buddha baru merealisasi
Penerangan Sempurna. Ajaran ini sangat dalam dan hanya dipahami para
Bodhisattva tingkat tinggi.
2.Periode Agama (Ahan), dikhotbahkan di hadalam lima pertapa.
3.Periode Vaipulya, yakni berbagai topik ajaran sebagai persiapan
memasuki Mahayana.
4.Periode Saddharmapundarika Sutra, berupa pengenalan ajaran-ajaran
Mahayana.
5.Periode Nirvana
Pembagian menurut Aliran Tiantai berbeda lagi. Tetapi maaf, saya
tidak ingat. Kalau tidak salah ada buku karya Daisaku Ikeda yang
sebenarnya cukup bagus mengulas topik ini, judulnya "....Chinese
Buddhism," tetapi sayangnya ulasannya agak condong ke aliran
Nichiren sehingga berkurang kadar keilmiahannya. Tetapi terlepas
dari semua itu, buku ini cukup bagus.
Sementara itu, aliran Tantrayana Tibet (Je Tshongkapa) membagi sutra-
sutra Buddhis menjadi lima divisi pula: padma, vajra,..... lainnya
saya lupa. Aliran Shingon membagi sutra dengan puncaknya adalah
Sutra Mahavairocana. Ada lagi yang katanya membagi sutra menurut
unsurnya: air, api, tanah, logam, dan kayu.
Memang.... kita patut mengakui bahwa pembagian sutra menurut
Mahayana agak ruwet, tetapi bagi yang hobi filsafat Buddhis
merupakan hal yang sangat menarik. Sayang buku-buku saya tentang hal
ini banyak yang masih dalam gudang. Mungkin nanti kalau saya bongkar-
bongkar gudang akan saya cari lagi.
Seingat saya, berdasarkan apa yang saja baca, klasifikasi ini
dilakukan karena banyaknya sutra-sutra Mahayana sehingga orang akan
kesulitan atau bingung untuk mulai dari mana. Oleh karena itu, para
sesepuh masing-masing aliran, lalu menyusun klasifikasi tersebut,
agar kita mengetahui garis besar isi masing-masing sutra.
Apakah Hinayana indentik dengan Theravada? Menurut saya jawabannya
tidak. Theravada juga mengandung ajaran Bodhisattva serta cinta
kasih bagi para makhluk (karaniya metta sutta), sehingga tidak dapat
dianggap sebagai Hinayana.
Saya kira sekian dahulu tanggapan saya. Mohon maaf kalau ada kata
yang salah.
Metta,
Tan.
NB: Bagi sesama penggemar sejarah filsafat Buddhis silakan japri ke
e-mail saya atau boleh juga kirim sms ke HP saya di 0816658902.
Mungkin kita dapat mendiskusikan sesuatu yang menarik.
--- In [email protected], "willyyandi" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
>
> namo buddhaya,
> bolehkah saya tahu sumber referensi anda dari mana??
> saya sangat tertarik dengan sejarah yang berhubungan dengan
Buddhisme...
> saya masih kurang tahu tentang sejarah Buddhisme
menurut 'Mahayana'....
> thanks,
>
> salam karuna,
>
>
> willy yandi
>
>
> --- In [email protected], "sindhu wahyudi"
> <sindhu.wahyudi@> wrote:
> >
> > Buddha Sidharta Gautama hidup di dunia 80 tahun, kotbah Dharma
Buddha 49
> >
> > tahun. Kotbah Sang Buddha terdapat 5 waktu :
> > Waktu 1. kotbah tentang kitab
> > *Mahayana Lankavatara* (dalam Bahasa Mandarin : Hwa
> Yam)digunakan
> > orang2 Mahayana
> > waktu kotbah pertama ini, jumlah total umat yg mendengar
> ada 10ribu
> > orang, tapi 3ribu di
> > antaranya mundur,karena tidak mengerti kotbah buddha.
> > Buddha tahu kalau ada 3ribu orang mundur,karena tidak
mengerti
> > kotbah buddha mahayana yang
> > terlalu tinggi maka terpaksa buddha kotbah tentang
*Hinayana
> > Cattari Arya Saccani *
> >
> > Waktu 2. kotbah tentang kitab
> > *Hinayana Cattari Arya Saccani* (Empat Kesunyataan
Mulia, dalam
> > bahasa Mandarin : Se Sen Di)
> > kitab ini digunakan oleh orang-orang Thailand yang
mayoritas
> > Theravada, seperti juga di
> > Indonesia ini, sampai sekarang kitab ini kebanyakan
sudah
> > diubah-ubah
> > (ditambah/kurang) oleh orang-orang Theravada sendiri
> >
> > Tapi bagi 4 kitab Mahayana yang lain, orang-orang tidak
mampu
> > mengubah-ubah, karena maha
> > tinggi dan mendalam sekali
> >
> > Waktu 3. kotbah tentang kitab
> > *Surangama* (dalam bahasa Mandarin : Ling Yam)
> > kitab ini digunakan oleh orang-orang Mahayana
> >
> >
> > Waktu 4. *Maha Prajna Paramita* (Kitab Suci Sutra Intan, dalam
> > bahasa Mandarin : Cing Kang Cing)
> > kitab ini yang paling dijunjungi oleh orang-orang
mahayana
> >
> > Waktu 5. *Sadharma Pundarika* (dalam Bahasa Mandarin : Hwat Hwa)
> > kitab ini juga digunakan oleh orang-orang Mahayana
> >
> > Jadi kesimpulannya titik berat kotbah sang Buddha adalah mengenai
> Mahayana,
> > bukan tentang Theravadanya, terbukti kitab Buddha tentang
Theravada
> hanya 1
> > kitab saja yaitu Hinayana Cattari Arya Saccani, yang lainnya
semua
> adalah
> > kitab tentang Mahayana
> >
> > Menurut sejarah,Sejak guru ke 28 yaitu Bodhi Dharma di utus oleh
Buddha
> > untuk menyebarkan ke RRC (Tiongkok) maka pelajaran Mahayana
Buddha
> mengalir
> > dari India ke Tiongkok, dan sampai sekarang mengalir ke Jepang
dan
> korea,
> > Jadi pemeluk Mahayana saat ini terdapat di India, Tiongkok,
Jepang dan
> > Korea.
> > Sedangkan Thailand dan Indonesia adalah pemeluk Theravada.
> >
> > Kalau saya analisa, pelajaran temen-temen khususnya di samaggi
pala
> ini dan
> > pada umumnya di Indonesia, semuanya adalah Theravada yang dari
Thailand
> > yaitu Hinayana Cattari Arya Saccani,
> > Tapi saya di sini mengikuti Mahayana dari Tiongkok guru ke 28
Bodhi
> Dharma
> > itu, maka temen-temen di samaggi pala kesulitan menganalisa
> pernyataan dan
> > pertanyaan saya, sampai menganggap saya sesat.
> > Ya, saya mengerti kenapa kesulitan menganalisanya, karena temen
> temen tidak
> > pernah mendapat pelajaran tentang Mahayana yang tinggi.
> >
> > Sang Buddha pernah berkata, sesudah paham mengenai *Hinayana
Cattari
> Arya
> > Saccani*, harus segera melanjutkan kepada pelajaran Mahayana,
kalau
> hanya
> > memegang Hinayana Cattari Arya Saccani maka *tidak bisa maju*
dan *sulit
> > mencapai ke tingkatan buddha*.
> >
> > Mohon di analisa sendiri, bila tidak cocok, abaikan saja email
saya
> ini !!!
> > Tapi juga harus dipikirkan kita hidup di dunia ini sangat
singkat,
> jangan
> > sia-sia !!!
> >
>
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
