Salam Metta,

Semakin hari semakin menyedihkan sekali membaca milis ini, kenapa misi
yang mulia ini diisi dengan kata-kata yang tidak layak. Memang baik
untuk berterus-terang (dan itu yang memang diharapkan dari kita semua)
tapi mungkin kita bisa menggunakan kata-kata yang lebih layak dan tidak
agresif.

Milis ini terbuka untuk umum dan semua orang dari semua golongan, semua
tingkat pendidikan, semua kelompok, dll .. dan mungkin semua kelompok
umur.

Secara terbatas, milis ini juga merupakan pencitraan dari orang-orang
yang tergabung dalam milis ini.

Secara luas, milis ini merupakan pencitraan dhamma dan diadakan tentu
saja sebagai salah satu wahana Dhammaduta. Bukankah, Milis ini ditujukan
untuk menebar Dhamma? Seperti motto (???) yang tertera dalam ujung akhir
dari e-mail (maaf bukan tulisan saya, tapi ujung paling akhir dari
e-mail yang anda terima tiap hari). Apakah ada yang pernah
memperhatikan?

Bisakah kita semua menahan diri dengan menggunakan kata-kata sopan.
Apakah tidak mungkin apabila dari salah seorang peserta milis (misalnya
seorang anak yang baru akan menginjak masa dewasa dan sedang dalam tahap
pencarian jatidiri) membaca kiriman-kiriman pendapat yang disampaikan
dengan kata-kata yang tidak layak?

Bahasa menunjukkan bangsa. Tetapi kata ’bangsa’ juga bisa diubah menjadi
banyak kata seperti individual, kelompok, golongan, agama, keyakinan,
dll.

Toto Urip, Toto Kromo lan Toto Laku – Hidup dalam tatanan, aturlah tata
krama dan perilaku.

Kammically Yours (Eling Mas/Mbak), Hanafi

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Thursday, April 27, 2006 12:20 AM
To: [email protected]
Subject: Spam:[Dharmajala] Digest Number 511


There are 13 messages in this issue.

Topics in this digest:

      1. Perayaan Waisak Bersama ADS 05/05/2006
           From: Dian Juliantine <[EMAIL PROTECTED]>
      2. Pemerintah Akan Kurangi Impor BBM
           From: Jeritan Bisu <[EMAIL PROTECTED]>
      3. Kebijakan Ekspor Impor Minyak Rugikan Indonesia
           From: Jeritan Bisu <[EMAIL PROTECTED]>
      4. Cahaya Penerang Jalur Menuju Pencerahan [bag 3]
           From: TheHiddenDragon <[EMAIL PROTECTED]>
      5. BIANG KONFLIK
           From: BCL T <[EMAIL PROTECTED]>
      6. Re: Re: 5 waktu buddha kotbah menjadi 5 kitab suci buddha
           From: Benny Wu <[EMAIL PROTECTED]>
      7. Esensi dari Raja Yoga bag 1
           From: BCL T <[EMAIL PROTECTED]>
      8. Seorang pria Tibet
           From: BCL T <[EMAIL PROTECTED]>
      9. Re: 5 waktu buddha kotbah menjadi 5 kitab suci buddha
           From: "ching ik/ djoni" <[EMAIL PROTECTED]>
     10. Re: Fwd: Klarifikasi, Kronologis pengunduran diri bhikkhu
Sudhammacaro dari STI
           From: "brianz.liu" <[EMAIL PROTECTED]>
     11. Re: Fwd: Klarifikasi, Kronologis pengunduran diri bhikkhu
Sudhammacaro dari STI
           From: "brianz.liu" <[EMAIL PROTECTED]>
     12. Re: 5 waktu buddha kotbah menjadi 5 kitab suci buddha
(Klasifikasi Sutra)
           From: "dh4rm4duta" <[EMAIL PROTECTED]>
     13. Re: 5 waktu buddha kotbah menjadi 5 kitab suci buddha
           From: "dh4rm4duta" <[EMAIL PROTECTED]>


________________________________________________________________________





** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke