SUTRA INTAN
Buddha Siddharta
BAB 31
Pengertian dan Pengetahuan
Jangan Sampai Keliru
Penjelasan Judul : Pengertian rohani tidak timbul terikat
oleh keduniawian
Buddha berkata, pengetahuan dan pengertian jangan timbul
kekeliruan bisa membedakan yang benar atau yang salah, sebab
manusia tidak mengerti kesadaran Prajna dan tidak bisa
menaklukan hati yang sesat. Dari luar tidak bisa melepas 6
debu kekotoran yaitu : kemewahan, suara, rasa, sentuhan,
wangi-wangian, timbul Sang Aku. Dari dalam tidak bisa mele
pas bayangan yaitu : mata, kuping, hidung, lidah, perasaan.
Pengertian dan Pengetahuan yang keliru semakin banyak,
semakin dipermainkan oleh keduniawian. Jadi setiap hari
disesatkan oleh pengertian dan pengetahuan, hanya bisa
mengukur alam duniawi dan membeda-bedakan hitam dan putih.
Manusia tidak dapat pengertian Prajna sebenarnya bukan
dirinya tidak mengerti, juga bukan tidak punya pengertian
dan pengetahuan yang tinggi. Pergilah kepandaianmu gunakan
lah kebijaksanaanmu. Tenangkanlah pikiranmu lama kelamaan
tentu bisa dapat pengertian budi yang luhur. Pengertian yang
murni dengan sendirinya bisa keluar, dengan sendirinya
masalah bumi dan langit dari dulu maupun sekarang tidak ada
satupun yang tidak mengerti dan juga hal ini tidak luput
dari pengertian rohani, maka dikatakan di dalam yang tidak
kelihatan dengan sendirinya dapat kelihatan bisa dapat
menyinari dirinya sendiri, tidak dapat pengertian dengan
sendirinya ada dapat pengertian yang mukjijat.
Mengerti pada orang lain itu dikatakan orang pandai (bisa
membedakan orang baik, orang jahat, orang suci dan orang
berdosa). Kalau mengerti dirinya sendiri, itu yang dikatakan
murni (itu artinya kita sudah mencapai Prajna).
Orang yang membina Prajna rajinlah membina di dalam dirinya,
akan sungguh-sungguh mendapat 5 macam perbedaan :
1. kasar disebut mata manusia
2. setengah kasar disebut mata kebathinan
3. halus disebut mata kecerdasan
4. gaib disebut mata suci
5. mukjijat disebut mata Buddha
Lima macam ini di dapat dari Jana/Samadhi. Ini adalah bathin
dharma Buddha yang paling tinggi dan paling mukjijat tidak
dapat disamakan oleh manusia biasa. Bagi manusia kepan
daiannya dianggap sudah paling tinggi, bagi seorang Jana dia
merasa tidak ada apa-apa (sebenarnya semuanya sudah dia
ketahui, tapi kelakuannya seperti orang yang tidak tahu apa-
apa) maka dikatakaan kalau orang isinya sudah penuh dengan
sendirinya diam, bagi orang yang pengertiannya setengah-
setengah, bicaranya terlalu banyak dan tidak ada nyatanya.
Dalam hatinya Prajna selalu terang cemerlang, hatinya Prajna
selalu putih dan suci, untuk mendapatkan itu caranya dengan
kosong dan tiada pikiran sehingga akan mencapai terang
cemerlang tadi. Buddha dapat kesempurnaan ini mengikuti
pintu berhenti dan memandang.
Artinya pintu berhenti : segala kejahatan dihentikan
Artinya memandang : memusatkan sampai ketemu Prajna
Sebab tentram dan aman baru timbul kebijaksanaan maka pela
jaran dharma Buddha ditetapkan, pantangan ditaati, ketentra
man dan kebijaksanaan dalam prilaku, 3 pelajaran Dharma
Buddha ini akan membuka kesadaran semua makhluk.
Semua nabi tidak menggunakan kecerdikan, juga tidak menggu
nakan pengetahuan keduniawian maka seorang nabi tidak ada
yang dibuat-buat dan tidak ada nafsu, tidak ada terikat
apapun maka itu tidak timbul hati kebingunan dan lain-
lainnya. Bagi Dharma Buddha tidak aneh, kotbahnya Buddha
juga dianggap biasa (karena sudah sadar), kesadaran
bathinnya tidak terbatas.
Begitu diam sudah dapat hubungan langsung kontak pada semua
malaikat-malaikat, dia berkata-kata sendiri (sebenarnya dia
berbicara dengan malaikat hanya orang tidak melihat),
meskipun dia tahu hanya dia sendiri yang tahu, dengan sen
dirinya ada satu kemukjijatan yang aneh.
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
SPONSORED LINKS
| Religion and spirituality | Spirituality |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
