Bro Benny yang baik,

Kita sama-sama sedang belajar, hanya bedanya saya sudah tidak belajar
untuk membaca sutta ataupun sutra, namun jangan diartikan saya sudah
tercerah, mungkin sebaliknya saya telah menjadi devaputta mara :-)

Saya setuju dengan Bro, tanpa dasar pemahaman akan ajaran Buddha, yang
saya artikan sebagai Sila maka sehebat dan sedalam apapun penjelasan
dalam mahayana, maupun praktik tantric adalah sia-sia bahkan dapat
menyesatkan.

Bro... mengenai trantra lebih cepat atau tidak, terus terang saya kurang
paham, dalam benak saya tantra terkesan sinkritisme buddhist dan hindu,
penuh mistikal dan misteri, bahkan bisa dikatakan bertentangan dengan
apa yang di ucapkan buddha yaitu ajaran beliau tidak ada rahasia dan
ditutup-tutupi, sedangkan dalam tantric banyak ajaran rahasia, belum
lagi ada lambang makhluk suci sedang bersengama / sex yang menjadi
praktik visual untuk mempercepat mencapai pembebasan...  [mohon
tanggapan dan penjelasannya]

Buddha berkata, Ajaran Nya hanya segegam daun diantara daun2 di hutan
Simpasa, segengam ini yang dapat membawa kepada Sang Jalan menuju
Pembebasan.
Coba bro simak dan lihat inti dari kitab ajaran buddha dalam semua
sekte.. intinya selalu 4 kesunyataan mulia, tiga hukum semesta, jalan
beruas delapan, bla..bla.bla  yang diawalin dengan sila...

Saya tidak mengatakan semuanya loh.. tapi kalo bilang umat praktek sila,
berapa percents seih... wong bhikkhu saja silanya ada yang sila Silahkan....
itulah mengapa saya katakan kebanyakan yang ada umat buddhist itu
intelektual murni tidak menginjak bumi, terlalu mengawang-awang, golor
ngilur tentang sukhavati, nibbana, jhana,cepat tidaknya mencapai
pencerahan dan kebudahaan. sibuk ngurus sektenya menjadi yg terbaik,
sikut-sikutan, saling jegal menjegal... sila dimulut sajakan?

Saya kadang menghayal..... kapan bhikkhu kita bisa menyambut, melayani
dan memberi salam kepada umat yang datang ke vihara untuk melakukan
ritual kebaktian bersama seperti para pendeta agama lain......?

Salam


Bro Brianz,
Saya hanya seseorang yang sedang belajar dan kebetulan sedang mencari
tahu tentang tradisi2x yg ada. Yang saya sering dapati dari diskusi
rekan2x saya yang Mahayana, terkesan bahwa memang seperti itu Bro. Kalau
saya sih sekarang bukan soal higher2xan, tapi tentang jumlah isi
ajarannya. Kalau Mahayana ada penjelasannya mendalamnya, dan kalau
Tantrayana ada praktik tantric-nya. Dibalik itu semua tanpa dasar ajaran
yg kuat, semuanya tentu tidak akan berarti.
Kalau menurut bro Brianz sendiri bagaimana ?

Tentang ajaran tantra yg lebih cepat tapi bukan instant, itu saya dapat
dari googling tentang penjelasan tentang perbedaan antara 3 tradisi
besar yang ada. Misalnya di tibet kalau ada yg jadi Buddha, mereka jg
nga akan gembor2xkan maka itu kita tidak ada yang tahu. kalau di
Theravada dan Mahayana ada yg jadi Buddha jg akan melakukan hal yg sama
jg. Apakah bro tahu perbedaan antara ketiganya ?

Bisa bro jelaskan tentang Ajaran Buddha yang segenggam daun ? Saya tidak
mengerti maksudnya. Mohon pencerahannya.

Kemudian tentang penekanan pada sila dan praktek, tentu akan tidak
bijaksana jika mengeneralisir rekan2x dimilis sini bahwa mereka tidak
memiliki sila yg baik dan tidak praktek. Saya yakin banyak yang memiliki
sila yang baik dan praktek Dhammanya juga bagus. Saya sendiri walaupun
belum baik2x amat, tetapi saya tetap belajar, salah satu bentuk utk
menumbuhkan pandangan benar sehingga sila dan prakteknya juga akan
terdorong yah dengan berdiskusi menyingkap kebodohan dan ketidaktahuan
saya sendiri juga. Dalam setiap email saya yang saya baca dan kirim,
saya telah belajar sesuatu dari sana.

Perbedaan antara agama kristen dan Buddha adalah kalau agama kristen
anda dengar, lalu anda harus yakin. Apa yang anda dengar itu adalah
pasti benar, tidak boleh dipertanyakan. Kalau pada agama Buddha sangat
terbuka, kita tidak berdasarkan hanya lewat mendengar orang bicara kita
percaya. Boleh kita selami, diskusikan dan pelajari lebih dalam. Setelah
kita mengerti dan hilang keragu-raguan, maka sila dan praktek otomatis
akan maju juga dengan sendirinya.

Marilah bro Brianz kita berdiskusi Dhamma untuk mendukung sila dan
praktek Dhamma.

with Metta
Sumedho Benny




** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




SPONSORED LINKS
Religion and spirituality Spirituality


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke