Perdagangan ilegal bahan kimia merkuri, yang digunakan pertambangan emas liar di Kalimantan Barat, ditengarai masuk melalui “jalur tikus” di perbatasan Kalbar-Serawak.<BR>“Kami menduga terdapat pasar gelap yang khusus menjual merkuri bagi penambang liar,” kata Kepala Badan Pengendalian dan Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Kalbar, Tri Budiarto, Kamis (4/5) di Pontianak.</P>
<P>Perbatasan Indonesia-Serawak di Kalbar membentang hampir 850 kilometer. Untuk Kabupaten Sambas, akan dibangun lintas batas Paloh-Sajingan, di Kabupaten Bengkayang akan dibangun lintas Jagoi Babang-Serikin, di Kabupaten Sanggau telah dibangun lintas batas Entikong, dan di Kapuas Hulu lintas batas Nanga Badau-Lubuk Antu selesai 2007.</P>
<P>Tri Budiarto mengatakan Senin pekan depan, akan dimulai konsultasi publik untuk pembahasan rencana peraturan daerah tentang merkuri. Selama delapan bulan terakhir, draft raperda telah dipersiapkan.</P>
<P>“Dalam raperda tentang merkuri ini terdapat pula kajian akademik, demikian pula masukan dari aktivis lingkungan hidup. Kami pun telah mencoba menelusuri perdagangan gelap merkuri sehingga kini berupaya membendungnya,” ujar Tri Budiarto.</P>
<P>Sekretaris Menteri Negara Lingkungan Hidup, Arif Yuwono, saat ditemui di Pontianak, mengatakan sulit mereduksi tambang emas liar, karena mekanisme pasar lebih berperan. Terdapat keterkaitan antara penambang dengan pembeli, apalagi tauke emas biasanya berkeliaran di kawasan penambangan.</P>
<P>Apalagi, pertambangan ini dipengaruhi pula dengan fluktuasi harga komoditas tambang di dunia. Bila harga emas dunia melonjak, dapat diperkirakan pula peningkatan aktifitas tambang liar.</P>
<P>“Hasil survei kami di Pongkor, Jawa Barat, menunjukkan kecenderungan dipengaruhinya aktivitas tambang liar oleh harga dunia. Jadi, selain faktor menyempitnya lapangan kerja dan sulitnya hidup, adanya permintaan menjadi penyebab sulitnya memberantas penambangan liar,” kata Arif Yuwono.


Love cheap thrills? Enjoy PC-to-Phone calls to 30+ countries for just 2¢/min with Yahoo! Messenger with Voice.

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




SPONSORED LINKS
Religion and spirituality Spirituality


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke