81 Tidur saja
 
Gasan sedang duduk di samping  dipan Teksui tiga hari sebelum gurunya meninggal dunia. Tekisui telah memilihnya sebagai penerusnya.
 
Ada sebuah vihara yang baru terbakar dan Gasan sedang sibuk membangun kembali konstruksinya. Tekisui bertanya kepadanya,”Apa yang akan kamu lakukan nanti ketika vihara itu telah rampung?”
“Jika penyakit anda telah sembuh, kami ingin agar anda berceramah di sana,” kata Gasan.
“Seandainya saya sudah meninggal dunia?”
“Kami akan mencari yang lain,” jawab Gasan.
“Jika kamu tidak berhasil menemukan orangnya?,“ Tekisui melanjutkan.
Gasan menjawab dengan suara keras,“Jangan tanyakan pertanyaan konyol itu. Tidur saja.“
 
Dari Daging Zen tulang Zen halaman 135


Blab-away for as little as 1¢/min. Make PC-to-Phone Calls using Yahoo! Messenger with Voice.

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




SPONSORED LINKS
Religion and spirituality Spirituality


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke