Kulihat ke langit, menghilang dari peredaran.
Angin malam bersemilir rindang.
Hawa dingin menusuk tulang.
Kubakar sebatang tembakau.
Sambil duduk bertumpang tindih kaki.
Kulantunkan asap keudara seraya berkata 'bagaimana nasib manusia
ditempat musibah saat ini?'
Daerah yang sangat dekat dengan hati,
Percintaan antara etnis dan kesenjangan ditanggapi dengan pluralisme.
Kota 'Ibu dari seluruh etnis jawa' yang ada tertimpa musibah.
Akal sehat kembali di uji dalam nalar.
Oh kawan mari kita melakukan pelimpahan jasa untuk mereka yang tiada.
Mari kita berdana untuk mereka yang masih ada.
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
SPONSORED LINKS
| Beyond belief | Religion and spirituality | Woman and spirituality |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
