teratai untuk anda, para calon Buddha.

saya ikt retret angkatan 7(katanya ko jimmy angka 7 itu "spesial").
pernah ikt DBD.. sejujurnya skrg uda malas(jenuh), uda hampir gak
pernah ikt lg.. sebenarnya agak "keberatan" sih ama kata ketiga dari
"belajar, berlatih, berbagi". makanya saya lebih byk diam pada saat
DBD maupun pada saat retret bulan desember yg lalu..

jujur saja, dari deretan nama "ko&ci" yg disebutin, uda ada 3 org yg
saya tidak suka(kalo tidak dibilang benci). mgkn ini sebab lain yg
bikin saya males buat dtg ke DBD..

sedikit komen tentang artikel dari bro kate yg isinya terdpt kalimat
"....rasa kebersamaan, kekompakan, solidaritas, keluarga spiritual..."
oh ya? maksud saya, sepertinya sih begitu ya, tapi kok saya susah
banget merasa sebagai bagian dari mereka..

oh ya, selamat ya ko jimmy atas terpilihnya menjadi upasaka pandita 2
minggu lalu.kmrn sempet salaman setelah kebaktian selesai..
wkt pertama kali liat ko jimmy berjalan memasuki baktisala utama, saya
berpikir "wah,tumben ko jimmy keliatan di ekayana, biasanya sibuk",
ooo ternyata buat nerima penghargaan toh :)
biasa kan ko jimmy "maen"nya di pusdiklat..saya uda lama nih gak ke
pusdiklat..


maitrily,
gunasena



--- In [email protected], Jimmy Lominto <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Dear all,
>
> Sekuntum teratai untuk anda semua, para calon Buddha.
>
> Saya mau share sharing yg ditulis oleh Bro Kate dari KPD (Komunitas
Praktik Dharmajala) Angkatan VIII. Sharing ini merupakan salah satu
bentuk tulisan yg diharapkan dapat secara rutin tampil di milis
Dharmajala. Tapi, kita harus bersabar untuk menunggu hal ini terjadi
karena mayoritas yg aktif di dalam program Dharmajala justru malah
> belum menjadi anggota milis Dharmajala.
>
> Sebenarnya milis Dharmajala didirikan untuk menjadi wahana maya bagi
kita untuk belajar, berlatih, dan berbagi Hidup Berkesadaran.
>
> Semoga milis ini dapat mencapai tujuannya dalam beberapa tahun
mendatang.
>
> Selamat menikmati  dan semoga bermanfaat.
>
> Salam Perjuangan
>
> JL
>
> neir nicky <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> From: Cheulie <[EMAIL PROTECTED]>
>
> Sekuntum teratai untuk anda semua, para calon Buddha.
>  
>  Mudah2an juga belom telat biat bilang Selamat Hari Waisak buat semua.
>  Dibawah ini ada email titipan dari saudara seperjuangan kita... hehe...
>  
>  Semoga bisa direspon secepatnya.
>  
>  Thx,
>  Cheulie.
>  
>  -----
>  
>  Sekuntum teratai, untuk anda semua, para Bodhisatva penjaja lautan
samsara.

> Lagi-lagi dari yang kurang kerjaan :) Sebenarnya ini ingin saya
share pada hari minggu kemaren, tetapi karena orangnya terlalu
sedikit, dan ada salah satu teman kita, Wandi, yang sudah mau pulang,
jadi saya langsung to the point, dan tidak sekomprehesif ini. Yang
tidak sempat baca, di copy-paste ke notepad aja, baca dirumah :p

> Khusus untuk KPD angkatan VIII, kemaren saya secara pribadi, ada
ikut, acara "main-main" dari KPD yang lain, saya tidak akan bercerita
bagaimana serunya atau asyiknya, kita pergi berenang kemaren, karena
takut nanti ada yang marah, karena tidak diajak :p, tapi intinya
adalah, dari sana, saya banyak belajar dari Ko Benardi, Ko Richard, Ko
Anwar, Ci Astuty, Ci Julie, Ci Yulis, Ko San Karya, Ko Yohanes, Ci
Sari, Ko Momink, Ko Suryanto, Ko Victor, Ko Johanda, Ko Marjuki, Ko
Alex (saya panggil Koko&Cici deh! Dalam pengertian, orang yang lebih
matang secara spiritual, karena telah berlatih sedikit lebih lama dari
saya). Pertama yang saya dapat dari mereka adalah rasa kebersamaan,
kekompakkan yang terasa begitu solid diantara mereka, saya merasa
suatu bentuk "keluarga spiritual" telah terjalin diantara mereka, dan
walaupun baru pertama kali, have fun dengan mereka, tapi saya juga
sudah merasa bagian dari mereka.

---dipotong---








** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




SPONSORED LINKS
Beyond belief Religion and spirituality Woman and spirituality


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke