Jika Anda berkata, "Bagaimana saya bisa menghemat energi?", maka Anda
telah menciptakan suatu pola ide--bagaimana menghemat energi--lalu
menjalankan hidup Anda menurut pola itu; dengan demikian, mulai lagi
suatu kontradiksi. Sedangkan, jika Anda melihat sendiri
keadaan-keadaan di mana energi itu diboroskan, Anda akan melihat
bahwa kekuatan utama yang menyebabkan pemborosan itu adalah
konflik--yang berarti memiliki masalah dan tidak pernah
menyelesaikannya, hidup dengan ingatan berbahaya tentang sesuatu yang
sudah tidak ada, hidup dalam tradisi. Kita harus memahami hal-ihwal
pemborosan energi, dan pemahaman akan pemborosan energi ini bukan
menurut Shankara, Buddha, atau orang suci lain, melainkan pengamatan
aktual terhadap konflik sehari-hari dalam hidup kita. Jadi pemborosan
energi yang terutama adalah konflik--yang bukan berarti lalu Anda
duduk dan bermalas-malas. Konflik akan selalu ada selama ide lebih
dipentingkan daripada fakta. [jk]
===============================
HUDOYO:
Suatu pola ide yang kita akrabi betul adalah 'agama' (termasuk agama
Buddha). Maka agama selalu menimbulkan konflik kalau ide-ide
keagamaan lebih dipentingkan daripada fakta kehidupan sehari-hari.
Fakta kehidupan tidak dapat ditangkap oleh pikiran, lalu dijadikan
ide. Ide seperti itu selalu merupakan barang bekas (secondhand),
tidak pernah bisa menggantikan fakta sebagai pengalaman tangan
pertama. Apalagi kalau ide itu lalu diberi label, identitas, sebagai
agama A atau B, jelas itu jauh berbeda dengan fakta yang tidak punya
label apa-apa.
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
SPONSORED LINKS
| Religion and spirituality | Beyond belief | Woman and spirituality |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
