Kompas, Senin, 12 Juni 2006
"COOL Asia 2006"
Melepas Dasi untuk Menyejukkan Bumi
Nasru Alam Aziz
Kamis pagi, 1 Juni 2006, Perdana Menteri Jepang Junichiro Koizumi tampil mengenakan kariyushi, pakaian tradisional Okinawa. "Lumayan juga rasanya tidak memakai dasi," ujar Koizumi saat keluar dari kediamannya di Chiyoda, Tokyo, sekitar pukul 8.00. Suhu udara pagi di pengujung musim semi itu tidak lebih dari 20 derajat Celsius.
Kemeja lengan panjang tanpa kerah dengan motif khas Okinawa itu diterimanya dari Gubernur Okinawa Keiichi Inamine. Kedatangan Inamine ke Tokyo sebetulnya bukan sekadar membawa kariyushi untuk Koizumi, melainkan untuk menjadi salah satu model peragaan busana bertajuk "Cool Asia 2006" malam sebelumnya.
Peragaan busana yang digelar di pusat perbelanjaan Omotesando Hills di kawasan Shibuya itu terbilang unik. Dari 45 koleksi yang ditampilkan, hanya 14 yang diperagakan model profesional. Selebihnya oleh menteri kabinet Jepang, kepala pemerintahan daerah, serta kalangan profesional.
Mereka mengenakan koleksi pakaian formal musim panas dari merek tersohor, seperti Giorgio Armani, Emporio Armani, Louis Vuitton, United Colors of Benetton, Dunhill, Quiksilver, dan The North Face.
Dari luar Jepang tampil enam duta besar dari enam negara Asia (Kamboja, China, Malaysia, Filipina, Korea Selatan, dan Thailand), profesional dari Malaysia dan Singapura, serta artis Leon Lai dari Hongkong.
Tidak tampak diplomat Indonesia di antara hadirin yang memadati "O" Multipurpose Space Omotesando Hills. Meski demikian, nuansa Indonesia cukup terwakili oleh kemeja batik yang dikenakan Prof Kishore Mahbubani, Dekan Lee Kuan Yew School of Public Policy Singapura, yang diundang khusus untuk peragaan busana "Cool Asia 2006" itu.
"Yang saya kenakan ini adalah batik dari Indonesia. Batik sudah dibuat di Indonesia sejak lebih dari seratus tahun lampau," ungkap Mahbubani saat dimintai komentar oleh Menteri Lingkungan Hidup Jepang Yuriko Koike.
Pemanasan global
"Cool Asia 2006" merupakan bagian dari kampanye "Cool Biz" atau Cool Business Wear, suatu upaya mempromosikan cara berpakaian formal yang sejuk. Kegiatan itu juga membawa pesan antipemanasan global dari Asia ke belahan bumi lainnya.
Kampanye "Cool Biz" dicanangkan Pemerintah Jepang pada awal Juni tahun lalu. Jepang melancarkan kampanye "Cool Biz" dalam upaya mencapai target Protokol Kyoto, untuk menurunkan emisi karbon (CO>sub<2>res<>res<) 6 persen pada tahun 2010 dari jumlah pada tahun 1990.
Terkait dengan suhu dan kelembaban yang tinggi sepanjang musim panas di Jepang, warga dianjurkan mengenakan pakaian yang sejuk dan luwes tanpa dasi dan jaket, meski dalam urusan bisnis sekalipun.
Dengan berpakaian cara begitu, penyejuk ruangan (AC) di ruang kerja bisa dipasang pada suhu lebih tinggi, yakni 28 derajat Celsius pada musim panas, sehingga dapat menghemat konsumsi energi listrik. Sektor pembangkitan listrik merupakan penyumbang emisi karbon terbesar setelah industri dan transportasi.
Jepang tampaknya yakin bahwa pemanasan global akibat emisi gas rumah kaca bisa diatasi dengan mengubah cara berpakaian, mengubah gaya hidup.

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com __._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **





SPONSORED LINKS
Beyond belief Religion and spirituality Woman and spirituality


YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke