Dari: Liz Dewajanti <[EMAIL PROTECTED]> Pak Hud yang baik,
Dalam 'latihan' saya (yang tidak rutin sama sekali), tidak dapat dipungkiri bahwa selama ini, saat latihan (meditasi duduk) memang saya sangat sengaja memperhatikan, bahkan sering saya (pikiran saya) terasa mencari cari hal untuk diamati, rasanya seperti kalo org jawa bilang "tumpuk undung" satu pikiran, menumpuk diatas pikiran lainnya terus begitu, sampai saya juga 'mengamati' saya sedang mencari cari hal untuk 'diamati', ini bisa terjadi tidak harus pada saat saya sedang 'latihan' meditasi duduk, tapi bisa juga saat saya lagi jalan, misalnya, apalagi setelah pikiran saya mendapatkan 'masukan' ttg 'mmd' entah itu karena membaca artikel ttg mmd, atau ngobrol ttg mmd dengan teman...jadi memang pikiran saya sibuk sekali ya Pak ....seperti ngejar ekor sendiri?masih sulit memang (bagi saya) untuk mengamati pasif.... Salam, Liz Dewajanti ===================================== HUDOYO: Mbak Liz, Anda menulis "sering pikiran terasa mencari hal untuk diamati" .... Cobalah menyadari peristiwa-peristiwa yang terjadi dengan lebih cermat lagi. Saya rasa yang terjadi dalam batin Anda adalah sebagai berikut: (I) (1) Pikiran-pikiran bermunculan --> (2) muncul kesadaran/eling akan pikiran yang bermunculan itu, sehingga pada saat itu pikiran-pikiran itu berhenti sesaat(*) --> (3) muncul pikiran baru yang mengingat atau merenungkan (review) event #1 & #2 yang baru dialami; #3 ini muncul karena kesadaran/keelingan itu kurang kuat --> (4) muncul pikiran-pikiran lain lagi mengikuti review itu --> (5) muncul lagi kesadaran/eling akan pikiran-pikiran yang bermunculan itu, sehingga pikiran-pikiran itu berhenti sesaat(*) --> (6) muncul pikiran yang mereview event #4 & #5 itu ... <demikian seterusnya> ... Penjelasan: (*) Pada event #2, #5 dst--yakni saat munculnya kesadaran/eling akan pikiran yang bermunculan itu--pada saat itu pikiran BERHENTI SESAAT, selama 1-2 detik (atau lebih cepat lagi), sebelum diikuti oleh event #3, #6 dst. Di situ yang ada hanyalah kesadaran/keelingan itu saja. Itu yang dikatakan oleh Krishnamurti "jeda di antara dua pikiran". (II) Tentang yang Anda tulis: "... sampai saya juga 'mengamati' saya sedang mencari cari hal untuk 'diamati' ...", sebenarnya yang terjadi adalah: (1) Pikiran-pikiran bermunculan --> (2) muncul kesadaran/eling akan pikiran yang bermunculan itu, sehingga pada saat itu pikiran-pikiran itu berhenti sesaat --> (3) muncul pikiran baru yang mengingat atau merenungkan (review) peristiwa #1 & #2 yang baru dialami --> (3a) muncul pikiran yang merasa dirinya adalah "aku yang lebih tinggi" yang melihat/menyadari #3 sebagai "aku yang lebih rendah"(*) --> (4) muncul pikiran-pikiran lain lagi mengikuti review itu --> (5) muncul lagi kesadaran/eling akan pikiran-pikiran yang bermunculan itu, sehingga pikiran-pikiran itu berhenti sesaat --> (6) muncul pikiran yang mereview peristiwa #4 & #5 itu ... <demikian seterusnya> ... Penjelasan: (*) 'aku yang lebih tinggi' vs 'aku yang lebih rendah' itu tidak lain adalah PIKIRAN-PIKIRAN juga yang mengenakan personalitas berbeda-beda dalam relasi dengan pikiran-pikiran yang lain, dan bisa berlangsung BOLAK-BALIK. Tetapi tidak mungkin "aku yang lebih tinggi" dan "aku yang lebih rendah" itu disadari atau berada/eksis pada SATU SAAT YANG BERSAMAAN. *** "Tujuan" meditasi duduk diam adalah mengamati, menyadari sekuens yang diuraikan di atas dengan semakin jelas dan semakin cermat. Terutama, yang penting adalah berhentinya pikiran sesaat pada event #2, #5 ... dst. (Tetapi janganlah "tujuan" meditasi itu dijadikan tujuan dalam latihan Anda yang sesungguhnya.) Bila Anda masih belum bisa melihat urutan events di atas, berarti kesadaran/keelingan Anda masih belum kuat. Dan itu sebabnya karena latihan Anda tidak rutin. Jadi, berlatihlah lebih SERING dan lebih RUTIN lagi. Salam, Hudoyo ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Home is just a click away. Make Yahoo! your home page now. http://us.click.yahoo.com/DHchtC/3FxNAA/yQLSAA/UlWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
