Dari: Johandi Poetra <[EMAIL PROTECTED]>

 > Dari: Liz Dewajanti <[EMAIL PROTECTED]>
 >
 > Pak Hud yang baik,
 >
 > Dalam 'latihan' saya (yang tidak rutin sama sekali), tidak dapat
 > dipungkiri bahwa selama ini, saat latihan (meditasi duduk) memang
 > saya sangat sengaja memperhatikan, bahkan sering saya (pikiran
saya)
 > terasa mencari cari hal untuk diamati, rasanya seperti kalo org
jawa
 > bilang "tumpuk undung" satu pikiran, menumpuk diatas pikiran
lainnya
 > terus begitu, sampai saya juga 'mengamati' saya sedang mencari cari
 > hal untuk 'diamati', ini bisa terjadi tidak harus pada saat saya
 > sedang 'latihan' meditasi duduk, tapi bisa juga saat saya lagi
jalan,
 > misalnya, apalagi setelah pikiran saya mendapatkan 'masukan' ttg
 > 'mmd' entah itu karena membaca artikel ttg mmd, atau ngobrol ttg
mmd
 > dengan teman...jadi memang pikiran saya sibuk sekali ya Pak
 > ....seperti ngejar ekor sendiri?masih sulit memang (bagi saya)
untuk
 > mengamati pasif....
 >
 > Salam,
 > Liz Dewajanti
===========================
JOHANDI:

Pak Hudoyo yang baik,

Apakah untuk sebagian orang memerlukan meditasi Samatha terlebih dulu
setelah itu baru dilanjutkan ke meditasi Vipassana ? dengan kata
lain tidak semua orang bisa cocok dengan metode meditasi vipassana
langsung. sebab MMD (Meditasi Mengenal Diri) yang Pak Hud ajarkan
termasuk meditasi vipassana langsung.

YM Bhante Sayadaw U Janaka Bhivamsa (Chanmyay Sayadaw) dalam sebuah
retret pernah menganjurkan kepada peserta untuk melakukan meditasi
Metta Bhavana (metta bhavana termasuk bagian dari meditasi Samatha)
selama beberapa saat setelah itu baru dilanjutkan ke meditasi
vipassana.

Pikiran dibuat tenang terlebih dahulu melalui meditasi samatha,
setelah pikiran tenang baru dilanjutkan ke meditasi vipassana.
misalnya saja melakukan meditasi samatha 1/3 bagian dari lama waktu
meditasi.

Salam metta,
Johandi Poetra
==============================
HUDOYO:

Rekan Johandi yg baik,

Tidak ada SATU teknik meditasi vipassana yang cocok untuk SEMUA 
orang; termasuk MMD.

MMD mengajarkan vipassana langsung, tapi tidak menolak kalau ada 
pemeditasi yang merasa perlu mengembangkan ketenangan (samatha) lebih 
dulu. Ini sering terjadi dalam konseling empat mata dengan saya di 
dalam retret MMD.

Bhante Henepola Gunaratana pun menganjurkan bahwa orang bisa 
bolak-balik antara samatha-bhavana dan vipassana-bhavana, sesuai 
dengan kondisi batinnya pada saat itu. Kalau batin sangat kacau, 
lakukan dulu ke samatha-bhavana; kalau sudah relatif tenang kembali, 
pindah ke vipassana-bhavana.

Yang harus diwaspadai oleh setiap orang yang masuk ke samatha adalah 
kecenderungan batin untuk melekat dan diam di dalam samatha. Keadaan 
samatha yang mendalam memang jauh lebih nyaman dan nikmat 
dibandingkan dengan vipassana.

Dalam retret seminggu di Samarinda kemarin hal itu terjadi pada 
seorang pemeditasi yang pada hari terakhir mampu duduk selama 5,5 jam 
tanpa bergerak sedikit pun. (Lihat Komentar MMD Seminggu #1 yg baru 
saya tayangkan.) Dari inteview empat mata dengan saya, jelas terlihat 
oleh saya bahwa selama itu rekan ini berada dalam keadaan samatha 
(ketenangan), bukan vipassana. Mungkin sekali ia berada dalam 
upacara-samadhi (setingkat di bawah jhana); dalam interview itu; saya 
tidak menemukan petunjuk bahwa ia telah masuk ke dalam jhana.

Dalam interview empat mata itu, saya bicarakan tentang kecenderungan 
pemeditasi untuk melekat dan tetap berada dalam keadaan samatha yang 
nikmat alih-alih kembali ke vipassana. Setelah menyadari adanya 
kecenderungan itu, pemeditasi dapat mengambil salah satu dari dua 
jalan: (1) kembali ke vipassana, atau (2) meneruskan samathanya 
dengan tujuan untuk mencapai jhana lebih dulu.

Pencapaian jhana memang banyak membantu para yogi ketika kemudian ia 
keluar dari jhana dan pindah ke vipassana. Konsentrasi yang kuat yang 
diperolehnya di dalam jhana sangat membantu ketika kemudian di dalam 
vipassana ia mengamati badan & batin ini. (Begitulah tercantum secara 
logis di dalam kitab-suci; saya sendiri tidak mengalami hal itu 
karena tidak melalui jalan itu.)

Namun dikatakan pula bahwa untuk bisa mencapai jhana orang harus 
mempunyai bakat (parami) untuk itu. Kalau tidak, maka ia akan 
membuang-buang waktu saja dalam hidup ini. Oleh karena itu, dalam 
kitab-suci Sang Buddha pun menyatakan orang bisa langsung ke 
vipassana murni (sukhavipassaka) tanpa melalui jhana dulu (kalau ia 
tidak mempunyai bakat untuk jhana).

Jadi dalam membimbing MMD, saya tidak kaku; semua kemungkinan saya 
paparkan kepada para pemeditasi, dan saya silakan masing-masing 
memilih sesuai dengan karakteristik batinnya sendiri. Sekali lagi, 
tidak ada SATU teknik vipassana yang cocok--apalagi berlaku 
"mutlak"--untuk SEMUA orang. Saya tidak pernah memberikan satu teknik 
saja, entah itu "harus lewat jhana dulu", entah "tidak boleh lewat jhana".

Salam,
Hudoyo

PS: Saya sarankan kepada Anda, sebaiknya tidak menggunakan formula 
1/3 samatha - 2/3 vipassana, melainkan lakukan apa yang cocok dengan 
situasi batin Anda dari waktu ke waktu. Jangan melakukan vipassana 
dengan suatu pola baku yang kaku yang ditentukan lebih dulu, 
melainkan hadapi setiap saat demi saat sesuai dengan apa adanya. 
Kalau batin sedang kacau, tidak ada salahnya masuk ke samatha dulu; 
kalau batin relatif tenang, lakukan vipassana. Dan itu tidak ada 
rumusnya, berapa lama perbandingannya.

Kalau mau terus ke jhana dulu, hati-hati, amati dulu 
bakat/kecenderungan Anda, apakah Anda punya bakat (parami) untuk 
mencapai jhana atau tidak. Kalau tidak, Anda hanya akan 
membuang-buang waktu Anda yang berharga dalam hidup ini dengan 
mengejar sesuatu yang tak terkejar, padahal sebetulnya cuma melekat 
kepada kenikmatan ketenangan.

Teknik vipassana Chanmyay Sayadaw berasal dari Mahasi Sayadaw: di 
situ metta-bhavana dianjurkan ketika mulai meditasi duduk, tapi 
setelah itu yogi masuk ke dalam vipassana murni, apa pun yang terjadi 
dengan batinnya, entah kacau entah tenang.

Yang mengajarkan meditasi bolak-balik antara samatha dan vipassana, 
sesuai dengan kondisi batin pada waktu itu, adalah Bhante Henepola Gunaratana. 





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Everything you need is one click away.  Make Yahoo! your home page now.
http://us.click.yahoo.com/AHchtC/4FxNAA/yQLSAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke