"Hampir tidak mungkin melarang para biksu tersebut. Teknologi yang ada sekarang memungkinkan pertandingan dapat disaksikan secara langsung," ujar Pemimpin Biksu Phnom Penh, Non Nget, seperti dilansir AFP, Senin (12/6/06).
Menurutku, sudah seharusnya tidak usah dilarang, seharusnya para biksu di kamboja tahu apa tujuan mereka jadi biksu. Klo mau nonton bola tidak melanggar vinaya asal cetananya untuk latihan kesadaran. Melihat pergerakan batin diri sendiri pada saat menonton bola. bila memang rasa atau hasrat keinginan lebih besar dan tidak terkontrol ya mundur saja dari TV, kaga usah dilihat. acara apapun di TV tidak salah, yg kurang tepat adalah bila kita tidak mampu memanfaatkan apa yang ada untuk latihan.
 
Sayang sekali, bila orang tidak mengerti untuk apa vinaya ada. vinaya ada karena kita sebagai manusia jauh dari kesadaran / perhatian murni. bila perhatian murni itu ada tentunya disiplin itu datang dengan sendirinya dan kita sudah tidak perlu lagi ada pagar. justru pagar/ vinaya yg seharusnya jadi pegangan untuk latihan dianggap peraturan yang harus dilanggar.
 
Semoga, saat ini akan muncul banyak biku/ biksu yg mempunyai motivasi kuat dalam membabarkan Dhamma dengan baik dan benar.
 
w/ metta

Hansen Nugraha <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Biksu Kamboja Dilarang Bersuara Saat Nonton PD

Kamboja - Apa jadinya jika kita tidak boleh meloncat, berteriak bahkan mengeluarkan suara ketika menonton pertandingan sepakbola? Hal itu lah yang harus dialami para biksu di kamboja. Waduuh.

Para biksu yang senang bola memang masih diperbolehkan menonton pertandingan Piala Dunia yang disiarkan melalui TV, tapi mereka dilarang merayakan atau bahkan sekedar mengomentari jalannya pertandingan. Jika aturan itu dilanggar, gelar biksu mereka terancam dicopot.

"Hampir tidak mungkin melarang para biksu tersebut. Teknologi yang ada sekarang memungkinkan pertandingan dapat disaksikan secara langsung," ujar Pemimpin Biksu Phnom Penh, Non Nget, seperti dilansir AFP, Senin (12/6/06).

Selain dilarang bereaksi dan mengeluarkan suara, para biksu itu juga dilarang menonton siaran pertandingan di tempat-tempat umum. Mereka diwajibkan menonton di tempat tertutup. Hal lain yang tidak boleh dilakukan adalah bertaruh. Karena bertaruh sama dengan judi, dan berjudi dilarang dalam ajaran Budha.

Dijelaskan Non Nget, selama Piala Dunia digelar, diperkirakan sekitar 40 ribu biksu di seluruh kamboja ikut meyaksikan pertandingan setiap hari melalui TV.


http://www.pialadunia.com/uberallez/index.php/home.read/tahun/2006/bulan/06/tgl/12/time/175806/idnews/614573/idkanal/440


Do you Yahoo!?
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail Beta. __._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **





SPONSORED LINKS
Beyond belief Religion and spirituality Woman and spirituality


YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke