KILAS PARODI

Ini yang Disebut Egois

 

1.       Kalau lift di hadapan Anda terbuka dan Anda melihat dengan mata yang jernih ada orang di dalam lift yang hendak keluar, bisakah Anda membiarkan yang di dalam keluar terlebih dahulu setelah itu baru Anda yang masuk? Terburu-buru atau kebelet—entah kebelet apa—itu urusan Anda. Cobalah jangan hanya memikirkan diri sendiri. Kecuali waktu lift terbuka Anda tidak melihat karena buta benar atau buta nurani.

 

2.       Bila Anda sudah berjanji untuk hadir di sebuah acara dan Anda tiba-tiba tidak bisa hadir seperti yang dijanjikan, apa salahnya memberitahukan kepada teman atau rekan yang sudah Anda janjikan itu. Mungkin Anda tak butuh mereka sekarang. Namun, siapa tahu lain waktu giliran Anda yang membutuhkan mereka dan mereka sudah tak peduli kepada Anda karena sifat Anda yang sak enake dewek itu.

 

3.       Bila sedang menyetir mobil, apa salahnya Anda mengalah untuk tidak memacetkan jalan hanya karena Anda malas menunggu. Tepatnya, malas mengalah. Coba tempatkan diri Anda di posisi mereka, bahkan mungkin Anda pernah di posisi mereka, apa yang Anda rasakan? Teman saya bilang, "Enggak ngerasa apa-apa tuh."

 

4.       Buat mereka yang sudah berpasangan atau sudah berkeluarga, apa salahnya bila salah satu dari Anda pulang terlambat, Anda memberitahukan mereka yang menunggu di rumah. Saya dahulu kesal karena orangtua saya selalu menelepon bertanya saya ada di mana dan jam berapa pulang. Tetapi, setelah saya punya pacar, saya mulai berpikir betapa tak enaknya menunggu dalam keadaan tak pasti. Mereka senang-senang, saya ketar-ketir. Ketar-ketir pacar saya disamber orang lain, maksudnya.

 

5.       Di dunia bekerja, bila Anda berhubungan dengan klien dan Anda tak terlalu suka dan menolak proposal mereka, apa salahnya membalas surat atau surat elektronik atau SMS atas proposal yang menurut Anda buruk itu sehingga klien Anda tak perlu menunggu tanpa kepastian. Bisakah Anda mendudukkan diri di tempat mereka yang harus menunggu jawaban?

 

6.       Bila harus antre, ya antre. Di kasir, misalnya, saat sedang menunggu giliran di sebuah rumah makan atau sebuah club.

 

7.       Seandainya Anda berselingkuh dan jatuh hati pada selingkuhan Anda, kemudian Anda berencana memutuskan hubungan dari pasangan Anda, jangan pernah mengatakan Anda tak cinta lagi atau mencari-cari kesalahan mereka yang tak bersalah.

 

8.       Suatu hari anak buah Anda keluar dari kantor Anda dan pindah bekerja pada pesaing Anda. Anda bisa saja naik pitam. Tetapi ingat, Anda mungkin juga sudah memiliki anak buah yang berasal dari pesaing Anda. Jangan Anda hanya bisa naik pitam saja. Mengapa? Karena bekas anak buah Anda itu harus hidup dan hidup membutuhkan uang. Kecuali Anda tetap naik pitam, tetapi tetap membiayai hidupnya. (Samuel Mulia, Pernulis Mode dan Gaya Hidup)

 

Urban, Kompas, Minggu, 25 Juni 2006, halaman 21

 

 

Dengan bermeditasi, seharusnya sifat egois berkurang. Mudah-mudahan bisa hilang semuanya.

 

DP

__._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **





SPONSORED LINKS
Religion and spirituality Beyond belief Woman and spirituality


YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke