Sekuntum teratai untuk Anda semua, para calon Buddha.
Berikut sesuai janji saya untuk sharing dengan bro & sis semua tentang pelatihan yang sudah saya ikuti selama hampir 2 bulan di Thailand.
Silakan baca...Hehee....
Dari tgl 16-18 Mei 2006: Community Building
Dari judulnya aja udah ketauan, pasti kegiatan yang bertujuan untuk menumbuhkan rasa persaudaraan dan kekeluargaan dalam satu group. Kami dibagi dalam beberapa group, yang untuk selanjutnya disebut "Home Group", yang berarti keluarga terdekat kita yang akan saling menjaga setiap saat.
Masing-masing "home group" ini harus membuat benderanya berikut maknanya. Yang paling menarik setiap group memiliki satu wakil Sangha (biku / bikuni).
Tiga hari pertama ini sebagian besar akitivitasnya adalah bermain games. Tapi games yang sarat makna.
Misalnya kita pernah bermain tentang falling person, bird & storm, super hero, dll.
Bagi saya pribadi, dari games ini saya baru bisa melihat lebih jelas lagi, hal-hal yang nampak sepele, namun berpengaruh besar dalam hidup kita. Dari games ini kita belajar untuk percaya pada komunitas kita, mindfull, perhatian terhadap yang lain, kerja keras, team-work. Kita juga diajak untuk melihat hal apa saja yang bisa menghambat perkembangan kita, misal seperti rasa ego, tidak sabar, terlalu excited, tidak percaya, serakah, gugup, menyalahkan orang lain, frustasi, pikiran yg tertutup, dan masih banyak lagi.
Saya tahu kalau dishare seperti ini nampak klise sekali, bahkan tidak usah bermain games pun udah tahu. Mungkin ada benarnya, tapi kalau kita sudah mengalaminya, akan terasa lebih mendalam.
Dan bukan hal yang aneh, bahwa dalam hidup kita sehari-hari kita juga sudah melalui dan mengalami sendiri perasaan-perasaan di atas. Tapi mengapa semua kegagalan kembali berulang? Tentu pertanyaan ini saya ajukan pada diri saya sendiri juga.
Tapi melalui sebuah acara / permainan yang sudah di-design khusus, kita bisa melihat pergerakan serta akibat dari emosi kita tahap demi tahap. Istilahnya kita bisa melakukan observasi. Selain itu, karena namanya juga "GAMES", kita jadi tidak terlalu tertekan untuk melakukannya serius sekali sampai kita stress. Tidak seperti saat kita sedang menghadapi masalah. Kondisi pikiran kita cenderung rileks. Nah, sekarang maukah kita menerapkan seni 'bermain' ini dalam hidup kita?
Adakah diantara Anda yang pernah bermain berjalan dengan "kaki diatas kaki yang lain"?
Kita harus bermain dengan sebelah kaki kita diatas kaki yang lain, dan sebelah lagi diinjak oleh teman yang lain. Dan kita harus berjalan bersama menuju ke satu arah yang sama. Saat itu, ada yang menginjak kaki kita dengan keras, jika kita langsung menarik kaki kita apa yang terjadi?
Barisan bubar kan? Dari sini kita bisa gunakan untuk menganalisa hidup kita. Kita semua bekerja, tua / muda, pria / wanita,untuk mencari uang, uang untuk memenuhi kebutuhan. Dengan terpenuhinya kebutuhan, kita akan bahagia. Dengan kata lain kita punya satu tujuan: BAHAGIA.
Ini seperti games "kaki diatas kaki" kan? Seberapa sering kita menjadi orang yang menginjak? Menjadi orang yang tiba-tiba menarik kakinya dan membuat semua disekelilingnya hancur, dan masih berkelit itu adalah kesalahan orang lain? Seberapa sering kita berpikir dengan menghancurkan orang lain, kita bisa mencapai tujuan kita lebih cepat?
Adakah pertanyaan: "Kenapa mesti ada persaingan jika tujuan kita sama?"
Bisakah kita menganalisa hidup kita sejernih saat kita menganalisa games?
Disamping games sebagai sarana untuk community building, kita juga mulai diperkenalkan dengan tugas dan tanggung jawab setiap kelompok.
Jadi setiap hari masing-masing kelompok akan mengerjakan tugas yang berbeda.
Mulai dari menyiapkan reflection tiap pagi, membersihkan kelas, menyiapkan games, merapikan ruang meditasi, dan membersihkan dapur.
Saat evening session, kita melakukan chanting (singkat, cuma 10 menit). Dilakukan secara bergiliran setiap negara. Setelah semua negara selesai, dilanjutkan dengan chanting berdasarkan aliran (Mahayana, Teravada, Tantrayana).
Selesai chanting, kita menggambar arus kehidupan kita masing-masing dengan crayon. Games ini disebut "River of Live". Dan setelah melukis hidup kami masing-masing, suasana jadi semakin mencair dan akrab. Apalagi hampir semua biku / bikuni yang hadir pinter menggambar.Hahaa....
Wah pokoknya setiap kelompok dituntut banget deh kerjasama dan saling pengertian.
Yang menarik adalah kami semua berasal dari negara yang berbeda, dan tentu dengan pronouncation yang berbeda pula. Mengingat English bukanlah bahasa ibu kita. Hahaa.....Bisa dibayangkan.....
Tapi sungguh menarik, segala situasi menjadi ajang belajar buat kami..
Demikian sharing singkat yang bisa saya ceritakan tentang 3 hari pertama kami di training ini.
Masih banyak cerita yang tak kalah serunya...Hehehee.....Dan tentu pelajaran juga...
Terimakasih sudah membaca..Semoga bermanfaat bagi semua.... :)
always with metta,
Julie
How low will we go? Check out Yahoo! Messengers low PC-to-Phone call rates. __._,_.___
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
SPONSORED LINKS
| Beyond belief | Religion and spirituality | Woman and spirituality |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
