Phra Khru Supajarawat:
Menemukan Jalan Tengah antara yang Modern dan yang Tradisional
Sherry Yano
Diterjemahkan oleh Jimmy Lominto
(Bag 9)
Swadaya
Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, swadaya merupakan sebuah nilai kunci. Warga merasa bangga terhadap memproduksi untuk mereka sendiri dan mengandalkan sarana setempat untuk memenuhi kebutuhan setempat. Seperti sammakee, swadaya tampaknya bukanlah sekadar sebuah kebutuhan tradisional saja. Warga merasakan secara kuat sekali swadaya sangat menambah kualitas hidup mereka.
Memang benar juga jika tingkat swadaya yang lebih tinggi berhasil dicapai melalui pemenuhan kebutuhan setempat khususnya dari dalam komunitas itu sendiri, maka desa akan memiliki tingkat otonomi dan kebebasan yang lebih tinggi (menjadi lebih tidak tergantung pada pasar dan pelayanan dari luar). Sehingga akan lebih mudah untuk mempertahankan budaya dan tradisi spiritual, dan rasa bangga akan kehidupan desa.
Phra Khru Supajarawat merasa tingkat swadaya tertentu diperlukan agar warga mampu mundur teratur dari eksploitasi luar. Dia juga meyakini bahwa orang yang lebih mempunyai kendali atas kehidupan dan masa depannya sendiri akan lebih mampu mempertahankan integritas dan kejujurannya. Dalam pandangannya mengenai pembangunan dan dalam pandangan banyak warga lain, swadaya mutlak diperlukan untuk mencapai visi masa depan mereka dan menghindari bahaya-bahaya tersembunyi pembangunan gaya Bangkok .
Tapi swadaya sulit untuk dicapai. Kenyataannya adalah perekonomian desa secara dramatis telah bergeser ke produksi untuk pasar. Phra Khru Supajarawat mengenali hal ini dan berkata, �Saya ingin melihat warga setidaknya tergantung 50% kepada diri mereka sendiri dan 50% lagi pada pasar.�
Swadaya tidak terbatas pada ekonomi saja.
Ia
sedang menyelesaikan berbagai masalah dalam komunitas dan mengijinkan warga menentukan arah pembangunan mereka sendiri�bukan ditentukan oleh pihak lain. Memberikan sebuah contoh sederhana, Phra Khru Supajarawat mengatakan bahwa dia ingin melihat warga menyelesaikan konflik di tingkat desa melalui mediasi para sesepuh, ketimbang menyewa pengacara dan pergi ke pengadilan. Ini bukan saja akan menguatkan swadaya komunitas, tapi menumbuhkembangkan juga ikatan komunal yang lebih kuat dan mengangkat status mutakhir para sesepuh. Selain itu, meningkatnya partisipasi para
sesepuh dalam kehidupan sehari-hari mungkin akan lebih memudahkan anak muda berhubungan dengan tradisi kebudayaan dan spiritual mereka.
Dr. Saneh Chamarik, Kepala Institut Pembangunan Daerah di Bangkok mengatakan bahwa swadaya berarti menggunakan cara belajarmu sendiri. Terlampau sering, kita merasa bahwa pembangunan hanya bisa terjadi melalui pendekatan reduksionis yang terencana. Warga, kata dia, punya pendekatan
belajar yang lebih alami, organik, dan holistik, pendekatan yang telah disempurnakan selama bergenerasi.
Banyak warga berkata mereka harap pembangunan dapat mengombinasikan hal terbaik dari yang tradisional maupun yang modern. Swadaya, yang dinyatakan sebagai nilai yang sangat
penting, sangat krusial bagi kendali komunitas dalam memetakan jalur mereka sendiri. Swadaya dalam pembangunan akan tergantung pada swadaya di banyak aspek lain dari kehidupan desa.
Dalam lokakarya terakhir di desa, warga ditanya apakah pembangunan seperti senampan makanan di mana komunitas bisa mengambil dan memilih antara makanan modern dan tradisional atau seperti
orang kaya dengan banyak kebiasaan buruk yang menikahi putri Anda�begitu dia bergabung dengan keluarga Anda, Anda terpaksa menerima kelemahan maupun kekuatannya. Secara idealnya, yang terbaik adalah mempunyai pilihan�untuk menjadikan pembangunan lebih mirip dengan senampan pilihan. Beberapa warga berkomentar bahwa swadaya yang tinggi (secara ekonomi, sosial, politik, budaya, dsbnya�) akan membuat perbedaan apakah komunitas punya pilihan atau tidak.
Perekonomian
Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, hampir semua warga yang diwawancarai ingin melihat desa berkembang secara ekonomi sehingga orang-orang yang bermigrasi untuk mencari kerja bisa kembali lagi ke desa. Banyak orang tua berharap pekerjaan tersedia di sekitar sana sehingga anak-anak mereka bisa tinggal bersama mereka. Karena banyak keluarga sudah tidak mampu lagi menghidupi diri mereka melalui pertanian, maka kiriman uang dari para
anggota keluarga di kota-kota menjadi semakin krusial bagi kelangsungan hidup. Seorang ibu berusia 32 tahun berkata,
�Saya harap ada pabrik di sekitar sini sehingga anak muda tidak usah pergi begitu jauh. Saya hanya ingin satu atau dua pabrik saja, bukan banyak. Saya juga khawatir akan polusi.�
Banyak warga menginginkan pabrik dibangun di sekitar sana untuk menghambat laju migrasi. Mereka ingin bisa bercocok tanam dan tersedia pekerjaan bagi anggota keluarga untuk menambah penghasilan. Dengan cara ini, komunitas akan bisa tinggal bersama.
Beberapa orang warga menyuarakan kecemasan mereka terhadap nilai-nilai kota dan polusi lingkungan yang akan menyertai masuknya pabrik-pabrik ke daerah pedesaan. Seorang pria meyakini bahwa pabrik-pabrik hanya akan mengubah daerah pedesaan menjadi perkotaan. Bertani, kata dia, �sudah cukup bagus.�
Saat ditanya tentang perekonomian desa, Phra Khru Supajarawat mengatakan bahwa dia ingin melihat warga terbebas dari hutang. Kebanyakan warga akan setuju dengannya. Warga menginginkan pabrik, tapi, dia merasa bahwa ini hanya akan semakin mengikis swadaya. Alih-alih menjual hasil bumi mereka dengan murah, mereka hanya akan menjual tenaga mereka secara
murah. Mereka tetap saja masih mengandalkan, bahkan bisa lebih parah lagi, pihak luar dan nafsu semena-mena pasar yang lebih besar. Di lokakarya terakhir, seorang wanita menyuarakan keprihatinannya jika desa menjadi tergantung pada pabrik di sekitarnya dan ternyata gaji kemudian lebih rendah di Laos, maka pabrik itu akan tutup dan pindah ke Laos, sehingga menimbulkan banyak kesulitan bagi banyak keluarga di Ban Tha Laad.
Beberapa warga
mengusulkan mengembangkan industri perumahan setempat seperti menenun dan produksi kerajinan tangan. Hampir semua warga setuju bahwa mata pencaharian yang menunjang secara ekonomi harus dibangun di desa. Banyak warga merasa jika pertanian bisa digairahkan kembali, ia akan menghidupkan kembali komunitas mereka. Warga akan dapat tinggal di desa, memenuhi kebutuhan mereka sendiri dan melestarikan lebih banyak cara tradisional mereka. Seorang petani berkata,
�Visi masa depanku? Kesehatan yang baik, tanah yang subur, lebih banyak pepohonan�lingkungan
hidup
yang lebih baik seperti jaman dulu dan ikan yang sehat di pesawahan. Warga bisa tinggal di desa. Tidak ada migrasi. Mereka bisa menanam padi dan mencari celah untuk produksi [pertanian] non-kimiawi. Warga akan merasa bangga dengan desa mereka dan tidak ingin pergi ke kota. Tidak ada lagi eksploitasi terhadap warga desa�Agar supaya warga merasa bangga dan mau tinggal, harus ada cukup makanan�seperti pertanian terintegrasi�Anda bisa memenuhi semua kebutuhan Anda. Anak muda sekarang menemukan hutang, bukan ikan, di sawah mereka.�
Visi dan opini berbeda-beda. Beberapa warga menginginkan pembangunan yang lebih seimbang�menghindari aspek negatif bahan kimia pertanian, hutang, migrasi, eksploitasi warga dan sumber daya, dsbnya. Sedangkan yang lain merasa mereka ingin menghasilkan lebih banyak penghasilan agar dapat membeli pupuk kimia dan pupuk organik. Walaupun demikian, hampir semua orang merasa bahwa menanam makanan untuk diri sendiri memang penting. Ini menyumbang pada swadaya dan kebanggaan komunitas dalam cara yang sangat kasat mata.
Phra Khru Supajarawat merenungkan pengalaman komunitas dan yakin bahwa orang harus mengkaji secara seksama sifat dasar pembangunan sebelum terburu-buru mengadopsi prinsip-prinsip dasarnya. Saat ditanya nasihat apa yang akan dia berikan pada warga pedesaan di Laos (yang menurut dia hidup lebih mirip dengan cara hidup tradisional orang Esarn), dia menjawab,
�Desa kalian sudah bagus. Tinggallah di desa. Lindungi hutan. Berhati-hatilah terhadap orang-orang yang datang untuk menghisap seluruh sumber daya dan anak muda kalian. Sokonglah diri kalian di mana kalian berada sekarang.�
(Bersambung)
Open multiple messages at once with the all new Yahoo! Mail Beta.
Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls. Great rates starting at 1¢/min. __._,_.___
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
