Tgl 23 Mei 2006
1. Lecture tentang "Hegemonic Intervension in Asia" by Mick Jayanama.
Di lecture ini kita membahas tentang yang namanya Empire, Imperialisme,
Kolonialisme, dan hegemony sendiri. Sebenarnya Hegemoni itu artinya kurang lebih : sebuah negara yang letaknya cukup jauh (atau ga masalah jika jauh sekali; yang penting mereka tidak berdekatan atau dalam satu wilayah) yang percaya bahwa empire (penjajahan) adalah bagus. Jadi mereka berpikir lebih baik
berada di bawah kendali, daripada sendirian.
Empire itu sendiri artinya ada 2: formal dan informal.
Formal: artinya terbentuknya suatu koloni, dan daerah ybs langsung berada dibawah kendali. Contoh Cina atas Tibet.
Informal: mempengaruhi lingkungan market di suatu daerah (bukan menguasai secara aktif seperti penyerangan).
Sekarang ini empire sudah menjelma dalam bentuk hegemoni. Salah satu bentuk paling kentara adalah hegemoni budaya. Dimana budaya sendiri dianggap sudah ketinggalan jaman.
2. Lecture tentang; "Fundamentalism in Asia" (by Parichad).
Wah..yang memberikan lecture ini adalah seorang wanita yang sungguh cerdas dan sangat menarik. Beliau mengajar di salah satu universitas di Thailand, kalau saya tidak salah ingat, mengajar tentang Kristen. :)
Dalam pendahuluannya, dia meminta kita untuk bersedia mendengarkan secara mendalam dan memandang sebagaimana apa adanya. Tanpa dipengaruhi persepsi kita. Dan Mrs. Parichad ini adalah murid dari Ajahn Budhadasa. Dia juga seorang meditator yang serius, dan ayahnya adalah seorang bhikshu. Perpaduan yang sangat bagus yah....
Pertama dia menjelaskan tentang dasar dari agama ada 3 yaitu: ajaran (teaching), emosi (emotion), dan praktik (practice).
a. Pengertian Fundamentalisme
Biasanya suatu pergerakan religius atau yang senada; selalu ditandai dengan keinginan untuk kembali kepada hal yang fundamental, yang tidak dapat menerima perbedaan, dan seringkali tidak menghargai sudut pandang orang lain dan sebagai perlawanan dari hal-hal yang berbau duniawi. Contohnya: pada teori Evolusi Monyet (Darwin Evolution), seperti hukum seleksi alam. Karena ada teori yang mengatakan bahwa nenek moyang manusia berasal dari monyet, ada sebagian masyarakat yang tidak bisa menerimanya, dan menganggapnya sebagai penghinaan terhadap sifat "Maha" Tuhan. Maka timbul suatu pemikiran bahwa mereka ini harus dibawa kembali ke hal yang fundamental. Contoh lainnya adalah gerakan feminisme, komunisme, aborsi yang dilegalkan, dan homoseksualitas.
Sedangkan pengertian lain dari fundamentalisme adalah suatu gerakan religius yang anti modernisasi, yang menginterpretasikan setiap kata dari kitab sebagai kebenaran mutlak. Dan mereka menolak berbagai interpretasi yang berkaitan dengannya.
b. Dasar dari Fundamentalisme
Ada 4 yaitu:
- Revitalisme: berusaha untuk membawa ajaran kembali ke asalnya.
- Ortodok: membawanya kembali kepada kebenaran
- Evangelisme: aktif dalam penyebaran ajaran
- Aksi sosial.
Seiring dengan adanya perubahan, beberapa orang akan menerimanya dengan senang hati, tapi beberapa lagi akan menganggapnya sebagai suatu penindasan dan masalah.Ketika mereka merasa perubahan mengancamnya, mereka akan bereaksi dengan menutup diri atau bahkan kadang kala dengan melakukan kekerasan. Terkadang gerakan fundamentalisme memandang diri mereka sebagai penyelamat masyarakat.
Ketika perubahan terjadi, ada 3 tahap dari reaksi gerakan fundamentalisme:
1.Menolak
2.Mengadaptasi
3.Bereaksi
Gerakan fundamentalisme menganggap apapun yang mereka lakukan adalah melindungi keaslian ajaran. Dalam mempelajari kasus ini kita harus sangat hati-hati sekali, mudah sekali terjebak dalam fundamentalisme. Terkadang kaum fundamentalisme tidak berniat jahat, mereka hanya berpikir bagaimana supaya masyarakat tetap berada dalam garis ajaran yang murni. Tapi kelemahannya mereka hanya memandang dari satu sudut pandang.
Sekarang kita sedang bergerak di SEB (Socially Engaged Buddhism).
Kita harus mengenali adanya 3 karakteristik dari SEB yaitu:
1.Peduli terhadap penderitaan (dan peduli terhadap lingkungan)
2.Mengenali masalah yang ada dalam diri ini
3.Mengambil tindakan
c. New Religius MOvement (NRM)
Ini adalah wajah baru dari gerakan fundamentalisme. Kedok mereka adalah sebagai suatu grup religius,yang belum diakui sebagai standar suatu sekte, gereja atau seseorang, khususnya ketika masih belum adanya sistem kepercayaan yang baru. Lebih kurang NRM dikenal sebagai suatu grup pemujaan.
Dalam menghadapi gerakan fundamentalis ini yang harus kita ingat adalah
- perlakukan mereka sebagaimana apa adanya. Pelajarilah apa yang sedang mereka lakukan (baik dari segi positif maupun negatif)
- kita juga belajar bagaimana menerima hal yang berbeda. Mungkin kita bisa mencoba untuk menempatkan diri kita di posisi mereka.
- Hati-hati terhadap prejudice dan persepsi kita. Kita seringkali menilai dan mejauhkan diri sebelum benar-benar mempelajari dan mengerti.
- cobalah untuk menjadi kritis terhadap sekeliling kita.
- Hargai mereka. Karena mereka juga manusia, dan setiap manusia mempunyai martabat yang sama.
Satu contoh yang sangat ditekankan oleh Mrs.Parichad adalah suatu kejadian dimana ketika melihat ada mobil yang melaju dengan pelan, seketika orang akan berpikir bahwa "Itu pasti wanita yang nyupir..Wah..bener-bener payah...". Seketika persepsi yang bermain, tanpa melihat siapa sesungguhnya yang sedang menyetir. Ini secara tak langsung sudah menggambarkan under-estimate terhadap wanita. Dan berkali-kali beliau menekankan: jangan menilai orang dari gender. Tapi nilailah mereka dari pengetahuan dan tindakan mereka.
Masih tersisa satu pertanyaan dari lecture ini, inginkah bro & sis menjawabnya?
Pertanyaannya adalah: "Bisakah kita melihat dampak dari fundamentalisme & NRM ini dalam kebudayaan dan masyarakat yang beraneka ragam? Jika ya,apa saja dampaknya? Bagaimana menyikapinya?"
=====================================================================
Tgl 24 Mei 2006
Beberapa hari sebelumnya kami kembali dikelompokkan beberapa grup lagi (berbeda dengan Home Group) untuk mempersiapkan presentasi tentang artikel pilihan kami sendiri. Dan hari ini kami akan mempresentasikannya..Sungguh mendebarkan..Heheee...Kami harus berbagi tugas dan masing-masing anggota benar-benar harus 'nyambung'. Grup saya memilih judul "Structural Violence" karya Ajahn Sulak Sivaraksa.
Dan sore harinya (sekitar jam 18.00) kami bertemu dengan Ajahn Sulak. Dia baru kembali dari Amerika. Pembicaraan dimulai dengan membahas tentang perkembangan Buddhist di negara barat (khususnya Eropa). Beliau mengatakan tidak begitu percaya dengan perkembangan yang sedang terjadi di sana. Para Buddhist ketika mereka akan menikah, mereka malah pergi ke gereja, mengenakan gaun yang biasa dipakai oleh kaum Kristen...(mana sisi Buddhisnya???) Mereka banyak melakukan meditasi sebagai suatu trend disana. Meditasi memang membawa ketenangan tapi hanya di dalam diri kita, sedangkan untuk menangani penderitaan diperlukan tindakan nyata. Sesuai dengan "4 Permata Mulia".
Dialog dengan generasi muda Buddhis mutlak dilakukan. Dan menanggapi tentang sikap agresif dari teman Kristen kita dalam "tugas" evangelisme mereka, Ajahn Sulak mengatakan bahwa kita tidak perlu resah gelisah. Atau merasa terancam oleh mereka. Seperti yang terjadi di Korea, mereka akhirnya berbalik menjadi Buddhis, setelah merasakan sikap yang terlalu agresif dari Kristen.
Mereka menggunakan nama Kristus sebagai suatu alat untuk menjual. istilahnya mereka secara tak langsung sudah meng-komersilkan Yesus. Tapi kita tidak perlu mencontoh mereka, karena ajaran Buddha adalah untuk dibuktikan, bukan dipaksakan. Malah seharusnya kita turut prihatin terhadap sikap mereka tsb. Mereka tidak mengerti arti sebenarnya dari ajaran Kristus. Lebih dari itu, tetap ada saja bagian yang baik dari mereka yang bisa kita contoh.
Setelah itu saya bertanya pada Ajahn Sulak, apakah harapan beliau pada generasi muda Buddhis? Dan beliau menjawab bahwa tak banyak, cuma supaya generasi muda ini bisa lebih mengerti apa yang sebenarnya diajarkan Buddha. Menjadi seorang leader. Bahkan Ajahn Sulak sangat senang sekali jika bisa bergaul dan bekerja dengan banyak orang muda.
Dia bahkan berharap ada yang benar-benar "membaktikan" hidupnya untuk berkiprah di dunia Buddhis, untuk memajukannya. Dan beliau sangat gembira apabila bisa bekerja bersama dengan kita.
Sesi ini hanya berlangsung selama 1 jam, karena setelah itu Ajahn Sulak
harus pergi untuk menghadiri meeting. Tentu saja kesempatan ini tidak kami lewatkan begitu saja. Dalam waktu sekejab semua partisipan berubah menjadi paparazi. HAhaaa.......
Sungguh kuat aura seorang Ajahn Sulak....
Nah hari ini adalah hari terakhir kami menginap di Bangkok. Malamnya jam 22.00 kami harus berangkat ke desa In-Pang. Ada apa dengan desa ini??? Hahaha....penasaran? Nantikan yah sharing selanjutnya....
Mulai besok (25 Mei-30 Mei) kami melakukan "exposure visit" ke 6 desa yang terhitung sebagai desa yang bisa bertahan dan dapat dikatakan bebas dari pengaruh globalisasi dan konsumerisme.
Woww.....
Demikian sharing untuk hari ini.
Mulai besok adalah sharing tentang perjalanan kami dan penelitian kami terhadap desa-desa unggul di Thailand...
Sungguh beda sekali nuansa di sebuah negara Buddhis...:)
always with metta,
Julie :)
Sneak preview the all-new Yahoo.com. It's not radically different. Just radically better. __._,_.___
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
SPONSORED LINKS
| Beyond belief | Religion and spirituality | Woman and spirituality |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
