3. Ulah Manusia Sendiri Penyebabnya
Yang namanya manusia sungguh jarang yang benar-benar
merasa puas selagi masih hidup meskipun sudah tua
jompo, manusia selalu ingin ini, ingin itu seakan
keinginan manusia tidak ada hentinya. Buktinya, coba
saja tanya orang miskin atau pengemis apa harapannya,
lalu tanya lagi kepada orang sederhana atau orang
cukup mapan apa keinginan dan cita-citanya, kemudian
tanya lagi kepada orang kaya seperti presiden, menteri
pasti jawabannya mereka tidak mau turun lagi, begitu
pula raja/ratu, bangsawan, milyuner, dst.
Kesimpulannya, manusia walaupun sudah berlebihan
dan boleh dibilang tak akan habis sampai 9 turunan
harta kekayaannya, namun jika ditanya apa maunya dia,
pasti akan menjawab masih ingin ini dan ingin itu
misalnya ingin sehat-kuat padahal sudah tua renta,
ingin makan enak padahal giginya sudah habis ompong,
adakalanya kakek-kakek masih mau beristrikan anak
wanita remaja. Itulah yang dikatakan oleh Buddha bahwa
betapa sulitnya mengatasi atau melenyapkan lobha yakni
keserakahan dan nafsu keinginan yang tak pernah merasa
puas, selalu merasa haus dan ingin terus.
Sebenarnya secara tidak disadari oleh dirinya sendiri
justru keserakahan itulah yang menjerumuskan, yang
akhirnya bisa menimbulkan bencana alam atau musibah
yang menimpa dia sendiri. Boleh anda bayangkan sendiri
seperti apa negara Amerika yang sudah kaya, punya
simpanan uang bermilyar dollas US, negaranya gemerlap
penuh dengan gedung mewah pencakar langit, tapi
anehnya Pemerintah Amerika masih terus memproduksi
senjata api, nuklir dll, lalu dijual. Padahal dia tahu
bahwa senjata api, nuklir, dan lain lain adalah amat
berbahaya bisa membunuh dan memusnahkan umat manusia,
lalu untuk apa orang Amerika susah payah
memperjuangkan perdamaian, perundingan, sungguh tidak
masuk diakal. Semua yang ia anjurkan perdamaian,
perundingan, HAM dan sebagainya hanya lelucon konyol
belaka!
Demikian pula di Indonesia, sejak orde baru berkuasa
selama 32 tahun sampai saat ini selalu programnya
sangat muluk setinggi langit yaitu mengentaskan
kemiskinan, mengatasi pengangguran, membantu UKM,
mensejahterakan rakyat, memberantas korupsi, namun apa
buktinya? Justru sebaliknya, uang negara, uang rakyat
hasil pajak, hasil bumi, tambang emas, minyak dll,
dikorupsi hingga negara berhutang banyak sekali kepada
Bank Dunia dan IMF kurang lebih ratusan trilyun sampai
saat ini yang disebut dosa turunan. Boleh dikata
negara Indonesia diambang kebangkrutan, amat kritis
dalam keuangan negara, banyak sekolah rusak berat
bahkan ambruk dibiarkan, jalan lintas pulau hancur dan
rusak berat, harga BBM melambung, tarip listrik naik
lagi. Coba Anda pikir dengan baik dan benar, ke mana
uang dari hutang tadi, uang hasil pajak
bermacam-macam, uang hasil sumber daya alam, tambang
emas, minyak, hasil hutan, dll. Di satu pihak para
Koruptur dibiarkan bebas dan disambut bagaikan
pahlawan.
Harus diingat siapakah yang akan menanggungnya? Apakah
mereka yang korupsi mau bertanggung jawab? Tidak lain
dan tidak bukan tentunya rakyat lagi yang harus
menanggung beban yang amat berat itu, yaitu
kemiskinan, kelaparan, kurang gizi, busung lapar, dst.
Apakah hal ini bukan musibah yang diakibatkan oleh
ulah manusianya sendiri? Mengapa Jakarta selalu
banjir? Tidak lain adalah akibat ulah manusia sendiri
misalnya kurang mau disiplin, membuang sampah
sembarangan. Yang sangat parah ialah karena daerah
Puncak dan Bogor oleh Bapak Presiden pertama Soekarno
dulu yang seharusnya dijadikan tanah resapan air
hujan, tapi nyatanya kini sudah diganti menjadi daerah
tempat peristirahatan yang indah, dibangun villa dan
restoran, hotel, dsb. Yang mestinya dijadikan daerah
tanah resapan hujan malah berubah fungsi. Mengapa bisa
berubah fungsi seperti itu? Tidak lain tidak bukan
adalah akibat ulah manusianya sendiri yang memberikan
ijin membangun, karena keserakahan ingin mendapatkan
uang banyak dan keuntungan secara pribadi namun lupa
bahwa ulah tersebut berakibat fatal bagi orang banyak,
terutama di Jakarta. Akibatnya banjir setiap tahun
pasti datang sebagai langganan, walaupun dibikin
bendungan-kanal dengan biaya trilyunan, namun semua
itu tidak akan menyelesaikan masalah, sebab sumber
persoalannya ialah di atas yaitu di Puncak dan Bogor
yang telah berubah fungsi.
Ulah Manusia Yang Egois Dan Serakah
Kebanyakan ulah manusia yang dikotori oleh
keserakahan dan egoistis membawa mereka menjadi tidak
mau patuh kepada hukum, tidak bisa hidup disiplin,
tidak mau ikut peraturan dan tidak ada toleransi,
karena didorong oleh keserakahan dan egoistis, maka
segala tindakannya menjadi lupa diri, lupa akan
tanggung jawab sebagai seorang pemimpin yang
sebenarnya ia harus mengayomi dan mensejahterakan
rakyat, tapi sebaliknya, malah menindas, dan
melecehkan kehidupan rakyat serta banyak mencuri uang
rakyat (korupsi).
Salah satu penyebab bencana alam dan penyebab
penderitaan yang menimpa kehidupan manusia ialah
akibat ulah manusia yang egoistis dan serakah, kita
bisa melihat kenyataan di Indonesia rakyatnya yang
harus menanggung beban penderitaan kemiskinan, ribuan
anak jalanan yang terlantar, dan pengangguran yang
terus bertambah dan hal inilah yang akhirnya
menimbulkan kejahatan, perampokan, pembunuhan,
pemberontakan melawan pemerintah, semua aksi rakyat
yang sudah brutal ini tidak lain karena tekanan hidup
dan himpitan beban psikologi, beban ekonomi, sulitnya
mencari lowongan kerja dan mencari nafkah, akibat dari
krisis ekonomi dan keuangan yang berkepanjangan.
Dan jangan salah bahwa krisis ekonomi dan keuangan
yang berkepanjangan yang menimpa semua negara di dunia
penyebabnya adalah ulah manusia yang egoistis dan
serakah seperti KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme).
KKN inilah yang memperkaya keluarganya sendiri dan
kroninya namun membiarkan rakyat yang jumlahnya 225
juta orang hanya menjadi penonton yang harus menelan
pil pahit penderitaan.
George Adi Tjondro sejak dulu telah mencari data
kekayaan keluarga mantan pejabat yang bisa memiliki
tanah di mana-mana sampai ribuan hektar termasuk hutan
jati, kebun teh yang luas, vila di london Inggris yang
nilainya jutaan dolar US, juga simpanan uang dibank
Swis, lalu darimana semua kekayaan itu jika ternyata
bekas tugas pemerintahan yang ditinggalkannya harus
menangung hutang segunung (ratusan trilyun), dia
seolah tak mau tahu bahwa uang sebanyak itu uang
siapa? Jika Anda tahu sesungguhnya semua uang sebanyak
itu ialah dapat hutang dari Bank dunia dan IMF, yang
harus dibayar, lalu siapakah kelak yang harus
bertanggung jawab untuk membayarnya?
Contoh lainnya seperti negara Filipina ketika
Ferdinal Marcos berkuasa yang melakukan KKN sampai
saat ini jadi bahan pembicaraan masyarakat dunia, juga
Malaysia, Thailand, Kamboja, Argentina, Rusia dll.
Semua itu potret buruk para pemimpin negara yang tidak
bertanggung jawab kepada rakyatnya sendiri, disebabkan
egoistis dan keserakahan tanpa menyadari dampak
negatif dari akibat perbuatannya.
Perampok berdasi dengan cara garong itu yang diambil
adalah uang rakyat hasil dari pajak yang beraneka
macam, perijinan yang berbelit, eksploitasi hasil
bumi, hutan dan laut yang mestinya untuk kesejahteraan
rakyat tapi disulap oleh beberapa gelintir orang para
pejabat pemerintah yang mengaku taat beragama, tapi
tak tahu malu dan tak peduli terhadap rakyat banyak
yang menjerit akibatnya harga kebutuhan pokok naik
terus, tarif telepon, listrik, air pam, pajak, BBM,
elpiji/gas terus naik harganya alasannya untuk
menutupi devisit APBN.
Para pejabat memang tidak merasakan pahit-getirnya
mencari uang, karena mereka sudah dapat gaji setiap
bulan dan jaminan hidup pensiunan, tapi juga kadang
masih rajin korupsi.
Bersambung.......
Oleh:
Bhikkhu Sudhammacaro
(Rohaniwan Buddha)
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
See what's inside the new Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/2pRQfA/bOaOAA/yQLSAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya
maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta
kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas
dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua,
para guru, serta sahabat-sahabat kami **
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/