Kota Nagasaki dan Hiroshima Buktinya
Amerika adalah negara besar yang menjunjung tinggi
HAM (Hak Asasi Manusia), kebebasan dalam bergaul dan
bermasyarakat, menganjurkan negara lain untuk
menghargai HAM dan demokrasi. Amerika adalah satu
negara yang membuka pintu lebar-lebar kepada dunia
untuk menerima semua orang dari mana pun asalnya,
boleh masuk dan hidup bermasyarakat di sana. Yang
penting mereka mau dan harus ikut peraturan negara dan
pemerintah.
Jadi, kalau disimpulkan Amerika ibaratnya tong sampah
terbesar di dunia yang dapat menampung sampah dari
mana saja datangnya kerena begitu banyaknya sampah
yang masuk ke dalam tong tersebut, satu saat akhirnya
pecah.
Dan jangan salah Amerika adalah gudangnya orang-orang
pandai dan ahli penelitian, coba saja kalau Anda pergi
berkunjung ke laboratorium (pusat pengembangan) ruang
angkasa (NASA), pasti Anda akan tercenggang
melihatnya. Secara diam-diam Amerika sedang
merencanakan satu tempat tamasya di ruang angkasa
lengkap dengan kendaraan angkasanya yang akan membawa
jalan-jalan di sana. Seorang milyuner Amerika bernama
Denis Tito yang pertama menghabiskan uang jutaan
dollar AS hanya untuk berkeliling di angkasa dan
planet bulan, sungguh mengagumkan.
Namun sayang! Kesuksesan Amerika di segala bidang,
ekonomi, IPTEK, militer, dan sebagainya, membuatnya
menjadi sombong, egois, memandang rendah negara lain,
suka menjadi polisi dunia, suka menekan, suka ikut
campur tangan urusan negara lain, dan semua yang
dilakukan dianggap benar sendiri. Tak peduli saran,
usul, protes dari orang lain. Ingat, karena setiap
perbuatan akan menimbulkan akibat, jika perbuatan itu
jahat maka penderitaan akibatnya, sebaliknya jika
perbuatan itu baik maka kebahagiaan akibatnya,
demikian sabda Buddha.
Menurut para ahli penelitian di Amerika setelah
memeriksa peristiwa 11 September tersebut, mereka
semua tidak ada yang bisa menjawab apa penyebabnya
sampai bisa terjadi peristiwa 11 September itu dan
anehnya, peristiwa 11 September tersebut bisa
membalikkan fakta perhitungan dari semua para jenderal
ahli strategi perang di bidangnya masing masing, semua
tercengang! Ketika peristiwa 11 September di Amerika,
kebetulan saya ada di Thailand dan melihat koran, saya
tidak sedikitpun terkejut melihatnya, namun saya
langsung merenungkan sebab akibatnya mengapa hal itu
bisa sampai terjadi, akhirnya saya menyimpulkan;
Sungguh dahsyat akibat hukum kamma, tidak meleset,
tepat sasaran, dan lebih canggih dari super canggih
yang membuatnya. Saya merasa lebih yakin kepada hukum
kamma (Dhamma), mengapa demikian?
Kalau saya boleh menjawabnya ialah, apakah Anda
masih ingat peristiwa yang sudah lama terjadi di
Jepang, hancurnya dua kota besar di Jepang yakni
Nagasaki dan Hiroshima yang di bom atom oleh Amerika
pada waktu perang dunia ke-2 bulan Agustus tahun 1946?
Itulah vonis final jawaban peristiwa 11 September 2001
di Amerika, yakni akibat Hukum Kamma. Bom atom yang
dijatuhkan oleh angkatan perang Amerika pada waktu
perang dunia ke-2 di kota Nagasaki dan Hiroshima,
Jepang, akibatnya sangat parah. Dua kota besar di
Jepang hancur, korban yang meninggal sudah tak
terhitung. Menurut perhitungan satu kota Nagasaki yang
meninggal lebih 100 ribu orang begitu pula kota
Hiroshima 100 ribu, selain harta benda dan sebagainya.
Bahkan tanah bekas bom atom yang jatuh itu hingga kini
tidak bisa berproduktif lagi karena tanahnya masih
mengandung radioaktif, berarti tanahnya tidak subur
bahkan tidak bisa ditanami tumbuhan apa pun.
Jadi kerugian bangsa Jepang akibat bom atom tersebut
sungguh tak ternilai, anak-anak harus kehilangan orang
tua dan sebaliknya, istri kehilangan suami dan
sebaliknya. Maka ketika terjadi peristiwa 11 September
2001 di New York dan Washington adalah sangat tepat
sasaran Hukum Kamma, dua kota yang dihancurkan maka
dibayar dengan dua kota besar lagi yang hancur, itulah
Dhamma. Kalau kita hitung jumlah yang meninggal di
Jepang lebih banyak, berarti bangsa Amerika hutangnya
belum lunas.
Contoh ke-2:
Saddam Hussein adalah presiden Irak yang bermimpi
buruk sekali sebab tak disangka, tiba-tiba diserang
dan ditangkap oleh tentara angkatan perang Amerika
atas perintah George W. Bush presiden Amerika, karena
dituding bahwa Saddam Hussein menyimpan senjata
pemusnah massal, padahal sampai sekarang tidak ada
bukti. Tapi anehnya setelah diadili, ternyata Saddam
Hussein terlibat banyak kejahatan kemanusiaan ketika
menjadi presiden dan akhirnya dituntut hukuman mati
dengan serangkaian kejahatan membantai rakyatnya
sendiri, kini tinggal menunggu waktu eksekusi. Ini
salah salah satu bukti akibat hukum karma, coba
saudara pikirkan.
Contoh ke-3:
Setelah terjadi peristiwa 11 September 2001 di
Amerika. tidak lama kemudian tiba-tiba Jakarta
diguncang banjir, meskipun setiap tahun Jakarta
dilanda banjir hingga sudah dianggap langganan, namun
banjir kali ini melebihi prakiraan. Pasalnya banjir
tahun 2002 ini Jakarta harus menelan korban meninggal
kurang lebih 30 orang, dan anehnya banjir yang datang
bukan sekali, langsung surut dan kering, tetapi banjir
di Jakarta tahun 2002 itu sampai 7 kali bahkan di
tempat-tempat tertentu, kadang masih kebanjiran jika
hujan turun seharian, para korban banjir mengatakan,
Wah banjir tahun ini di Jakarta membuat kami tidak
berdaya, karena tidak punya waktu lagi untuk mencari
nafkah, seharian kami harus membersihkan rumah dan
perabotan, sangat melelahkan, hingga 7 kali kami
bekerja membersihkannya, baru sudah bersih besoknya
datang banjir lagi demikian terus menerus sampai bosan
kami.
Banjir bukan hanya di Jakarta, tapi juga melanda Jawa
Tengah seperti kota Pati, Jawana, Jepara, Kudus dan
lain lain. Di daerah Semarang lain lagi yakni tanah
longsor hingga menelan korban kurang lebih 7 orang
meninggal, demikian pula Lampung kebanjiran dan tanah
longsor. Di Jawa Timur tanah longsor menimpa Situbondo
dan Bondowoso. Disimpulkan perjalanan dari Jakarta ke
Jawa Timur semua jalan rusak berat baik jalan aspal
ataupun rel kereta api sampai banyak rute perjalanan
ditunda, dihentikan, dan dialihkan. Lalu apakah
penyebab semua ini ?
Menurut Dhamma, salah satu penyebabnya adalah hukum
Kamma! Anda masih ingat peristiwa Mei 1998 yang
kelabu, perbuatan yang dilakukan secara biadab dengan
serentak terencana dan sistematis. Menurut mereka yang
melakukannya adalah sukses besar karena bisa
memperkosa, dapat uang, dapat barang, orang dibunuh,
rumah dan toko dibakar. Meski lapor ke polisi tak ada
yang berani melawan, tapi ingat Hukum Kamma
mengatakan, membunuh satu orang manusia maka hukum
kammanya harus menerima akibat 50 kali dibunuh atau
terbunuh, boleh jadi oleh bencana alam dan musibah
yang akan terus menerus terjadi sebelum lunas dan
siap-siap bagi mereka yang pernah membunuh untuk
menunggunya! Kita bisa menyaksikannya.
Bersambung.......
Oleh:
Bhikkhu Sudhammacaro
(Rohaniwan Buddha)
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Something is new at Yahoo! Groups. Check out the enhanced email design.
http://us.click.yahoo.com/SISQkA/gOaOAA/yQLSAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya
maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta
kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas
dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua,
para guru, serta sahabat-sahabat kami **
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/