Indonesia bagaikan batu Jambrut di Katulistiwa yang
berkilauan 

        Padahal negara Indonesia dipandang dan dinilai oleh
masyarakat dunia adalah seperti Batu Jambrut di
Khatulistiwa gemerlap berkilauan hijau, kuning
keemasan, bahkan banyak para penyair dan para pujangga
menuliskan bahwa Indonesia lebih kaya dan lebih indah
dari alam surga para dewa, syair lagu-lagu indah
menulis Kolam Susu, Nusantara yang kaya dan indah,
tanam tongkat jadi tanaman maksudnya singkong, tebu
dll, namun anehnya kanyataan yang ada sebaliknya lihat
saja masyarakat Papua yang sebenarnya pulau itu kaya
raya dengan hasil bumi, tambang emas dan minyak, hutan
lebat serta marga satwanya yang masih banyak seperti
burung merak, kupu kupu, tapi orang pedalamannya masih
ada yang memakai koteka dan kulit kayu untuk menutupi
alat kemaluannya, sangat jauh terbelakang dan miskin
kelaparan, busung-gizi buruk, betapa aneh bin ajaib
tapi nyata, sungguh ironis!
        Menurut perhitungan di atas kertas dinyatakan bahwa
sebenarnya setiap orang di Indonesia meski baru lahir
dia sudah menangguk beban hutang kurang lebih 5 juta
kepada negara pendonor seperti Bank Dunia dan IMF,
jadi artinya orang Indonesia yang sampai matipun dia
tetap membawa hutang 5 juta rupiah lebih, rasanya
berat beban ini! itulah akibat ulah manusia yang
serakah dan egoistis yang memberi contoh suri teladan
buruk bagi generasi mendatang. Karena itu sampai saat
ini betapa sulitnya karakter bejat itu untuk dapat
diperbaiki oleh para penerusnya yang harus bekerja
keras untuk melunasi hutang negara, malah makin
merajalela. 
Maka, jika Anda sadar dan eling, meskipun Anda merasa
dan menganggap jadi orang kaya-raya memiliki segudang
harta-benda, uang bermilyar di bank, mobil mewah
berbagai jenis, namun ingat! Anda masih tetap punya
hutang kepada orang Amerika, Jepang dll dan Bank
Dunia, karena merekalah yang memberikan pinjaman
sebanyak yang Anda gunakan itu, MALU tidak?  
        Mestinya, kalau tidak bejat moralnya harus malu
dengan bangsa lain seperti Singapura, Jepang, Taiwan,
Malaysia dan China, misalnya Jepang, Taiwan dan
Singapura adalah negara kecil yang tidak memiliki
sumber daya alam seperti Indonesia.
Sebagai gambaran Singapura untuk air minum saja harus
beli dari Malaysia dan Indonesia dengan cara kontrak
30 tahun, bahkan air laut dapat disulap menjadi air
minum. Singapura memiliki simpanan uang devisa
bermilyar dolar, untuk kebutuhan APBN negaranya dengan
uang bunga devisanya saja sudah cukup, meskipun
negaranya kecil padat tapi soal keamanan boleh
dibilang nomor satu di Asia, juga rapih, bersih dan
teratur hingga dapat mengundang wisatawan dari seluruh
manca negara untuk datang dan melihat dunia pariwisata
dan shoppingnya yang amat menarik.
Lalu Jepang dan Taiwan juga sama sebagai negara kecil
yang tidak memiliki sumber daya alam yang memadai,
tapi seperti Jepang yang baru merdeka tahun 1945
sama-sama dengan Indonesia, tapi bisa lebih cepat
terkenal sebagai negara Industri Elektronik dan
Otomotif yang terkenal dan populer di dunia, bahkan
mampu bersaing dengan dunia Barat dan Eropa, menurut
penelitian para ahli ekonomi mengatakan: Negara mana
yang tidak pernah menggunakan barang-barang elektronik
dan otomotif dari Jepang? Dengan menggunakan mobil dan
barang elektronik dari Jepang berarti negara tersebut
berhutang kepada Jepang, sebab hal ini sudah menjadi
hukum ekonomi, bahkan negara barat dan Eropa saat ini
dibanjiri barang-barang dari Jepang seperti merek
Sony, Canon, Casio, mobil Suzuki, Honda dst..
Demikian pula Taiwan yang terkenal dengan produksi
notebook Acer, Asus, Umex dll, China kemajuan di
bidang ekonomi bagaikan gelombang laut yang siap
menghantam di pasar global, juga siap tempur untuk
bersaing harga maupun kualitas produk, kita masih
ingat ketika harga VCD player Jepang dengan harga di
atas satu jutaan, maka tidak semua orang dapat
memilikinya dan sulit untuk memutar film dan lagu.
Namun, China meskipun berpenduduk 1,3.milyar fakta
mempertunjukkan kemampuan orang China yang benar-benar
membuat kagum sekaligus ketakutan bagi negara besar
Amerika dan Eropa dalam bersaing ekonomi dipasaran
dunia secara global, gebrakan pertamakali ketika China
bisa menjual harga VCD cukup hanya dengan 200 ribuan,
akibatnya hampir semua orang di kampung kini bisa
menikmati film dan lagu-lagu kesukaannya melalui VCD
bahkan DVD yang lebih canggih pun harganya tidak lebih
dari 300 ribuan, dan masih banyak produksi barang
kebutuhan hidup lainnya yang harganya sangat murah,
coba bayangkan!
Lalu Indonesia yang kaya dengan sumber daya alam,
kalau ada yang bertanya: Produksi barang apa yang
telah dihasilkan oleh bangsa Indonesia? Jarum jahit
saja yang terkecil harus impor, beras impor, gula,
buah-buah durian-jambu-mangga dll, otomotif impor,
hampir semua barang kebutuhan impor dari negara luar,
wah..sedih..lucu..dan aneh.   
Dengan uraian ini membuktikan bahwa semua itu
tergantung dari bagaimana cara seorang pemimpin negara
bisa mengelola atau mengatur negara dan bangsanya
dengan baik dan benar sesuai aturan kehidupan yang
berlaku sebagaimana wajarnya manusia.
        Maka, jika kita dapat menyadari dan menilai
perbandingan ini, Indonesia sebenarnya harus lebih
kaya-raya, lebih mewah dan kehidupan rakyatnya harus
bisa lebih terjamin baik dari kesejahteraan, keadilan,
keamanan dan kebebasannya. Namun kenyataan menjadi
lain, seakan bagai sulap yang terkenal disebut aneh
bin ajaib tapi nyata, rakyatnya banyak kelaparan,
busung-gizi buruk, yang akhirnya menimbulkan sering
terjadi kejahatan dengan latar belakang kekurangan
eknomi.  
        Kalau mau jujur, bangsa Indonesia sebagian besar
hanya pandai berteori muluk-muluk setinggi langit,
hampir tiap bulan atau minggu bahkan tiap hari sering
mengadakan diskusi, seminar, talk show dan apalagi
namanya.. untuk mengeluarkan pernyataan, pendapat,
teori muluk, dari orang yang mengaku profesor, doktor,
ir, dokter, sarjana, dan para ahli. Tapi begitu jadi
pejabat semua teori muluknya menguap bagai asap hitam,
yang nyata adalah korupsi makin merajalela, kemiskinan
dan kelaparan-gizi buruk-busung, pengangguran,
kejahatan terus meningkat akibat ekonomi kurang,
sekolah rusak berat-ambruk dibiarkan padahal biayanya
terus naik melambung.
        Penghasilan dari pajak saja coba hitung sendiri dari
perijinan perusahaan yang berbelit harus pakai uang
semua, dari pajak otomotif/kendaraan SIM, STNK, BPKB,
Retribusi, Parkir, Kir mobil, pungutan di timbangan,
belum dijalanan para supir sering mengeluh karena
banyaknya pungutan yang harus dibayar, PPN, pajak PBB,
ijin bangunan IMB, pajak Iklan, stiker tiap tahun
untuk masuk jalan ke Bandara Soekarno Hatta, tarif tol
yang sering naik tak pernah turun padahal jalanan
sering rusak, belum lagi di pasar berbagai pungutan,
di perumahan, pajak kekayaan, pajak cukai rokok, pajak
hak cipta lagu-lagu dan buku, pajak pulsa, juga
anehnya semua hadiah undian harus bayar pajak walaupun
kecil. Belum lagi para kontraktor dan investor yang
besar-besar mengeluhkan keamanan dan tegaknya hukum
yang tak menjamin dan ini sering membuat Investor
berteriak terus namun tidak digubris anggap angin lalu
saja, hasil hutan, tambang emas, minyak batu-bara,
dst.
Adalagi yang lebih tak masuk akal sehat, jika Anda
masuk rumah makan, lalu pesan makanan, dan setelah
makan anda bayar coba lihat bill/tanda terimanya akan
tertulis ditambah PPN 10%, begitu pula di hotel,
restoran. Padahal sesungguhnya makanan yang kita makan
itu kan sudah dipajak dari perusahaannya, mulai dari
pembungkusnya plastik saja sudah dipajak, isinya sudah
dipajak, dikirim ke rumah makan, di jalanan baik
kendaraan dan retribusi dll sudah dipajak, rumah
makannya sudah dipajak, yang terakhir yang makannya
kenapa dipajak lagi? Demikian pula dengan minuman
seperti Coca-Cola, teh botol dll, coba renungkan! Yang
tak habis pikir ke mana semua hasil pajak itu? Malah
saat ini ada seruan mau ditingkatkan lagi tarip
pajaknya, oh.. tolong sadarkan mereka dan saya tidak
tahu kapan mereka itu bisa menjadi manusia seutuhnya?
Pasalnya, ada bukti menurut Bapak Haji Ahmad/Muhamad
sebagai ketua Pemantau Rekontruksi Aceh ketika
berdiskusi interaktif di radio Elshinta mengatakan
bahwa dana bantuan dari luar maupun dalam negeri yang
berjumlah trilyunan untuk rekontruksi Aceh, masih
tetap dikorupsi oleh pihak yang tidak
bertanggung-jawab (para pejabat) hingga sejumlah lebih
435 milyar. Namun sampai kini tidak diusut dan
diselidiki, bayangkan! Jangan keburu bangga jika Anda
telah menjadi donatur bencana alam dan musibah di
Indonesia. Setelah mengetahui kenyataan dan fakta
seperti itu, berhati-hatilah kalau mau membantu korban
bencana alam dan musibah di Indonesia. Alangkah
baiknya jika langsung kepada tangan korban yang saat
itu benar-benar sedang menunggu bantuan, ini merupakan
PERINGATAN dari saya untuk para Donatur.
Di Semarang ada wihara Mahayana yang tertipu hingga
300 juta oleh orang yang mengaku pejabat Gubernur Jawa
tengah, dan minta bantuan untuk korban bencana gempa
bumi di Bantul Yogya dan Jawa Tengah.
 

Bersambung.......

Oleh:
Bhikkhu Sudhammacaro
(Rohaniwan Buddha)  



__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke