Sharing Daily INEB Training (5)

Mulai dari sini kita udah mulai berjalan menyusuri desa-desa.
Desa-desa tsb antara lain: desa In-Pang, desa Kutchum, desa Ratchatani Asoke, desa Pak Moon Dam, desa Tabanpai & Chamsurin Nunnery dan Appropriate Technology Association (ATA).
=======================================================
Tgl 25 Mei 2006 = Desa In-Pang
Sebelumnya kami telah dibagi lagi ke 3 grup baru. Jadi setelah berada di van selama kurang lebih 5 jam perjalanan (dari tgl 24 malam jam 22.00) kita sampai disini sekitar jam 7.30. Ga kebayang capeknya, belum lagi ditambah salah jalan. Dan kita mesti kumpul lagi jam 8.30. Wah...badan uda mau patah deh, mana ga bisa tidur...

Desa ini cukup indah, dengan begitu banyak pohon, dan rumah yang kami tempati cukup besar, tapi yang mengejutkan adalah ada jendela, tidak ada pintu!!!
Jadi satu ruangan besar, untuk cewek, dan grup cowoknya di ruangan yang lain..Jadi tempat kita meeting adalah di sebuah pondok.
Ada beberapa narasumber kita yaitu:
- Mr.Neok,
- Mr.Kunpose (aktif dalam training dan kegiatan exposure. Yang mempersiapkan semuanya adalah beliau dan timnya),
- Mr.Sem (kepala / ketua dari desa ini, bertanggung jawab untuk produksi),
- Mr.Penya(mantan bhikshu dan berasal dari daerah lain, datang kesini untuk bekerja. Bertugas di bidang lingkungan dan agrikultur. Dia bertanggungjawab untuk produksi buah-buah lokal dan produksi juice buah),
- Mr.Sobat (bertanggung jawab untuk exposure),
- Mr. Kanpay (bertanggung jawab untuk agrikultur dan menjaga komunitas hutan), dan
- satu bhikhu yang tinggal di desa ini yaitu Bhikshu Soupon.
Bhikshu yang sangat hebat!!!! What a great monk!!!!
Beliau memutuskan untuk tinggal di sebuah vihara kecil dan tetap berhubungan dengan penduduk desa. Misalnya urusan lingkungan, pendidikan, bekerja untuk mereka yang cacat, dan juga bekerjasama dengan para generasi muda Buddhis. Mereka juga punya sebuah klinik kecil.

Pembicara pertama kita adalah Mr. Kuatchai. Beliau bilang ini adalah kedua kalinya desa ini dijadikan sebagai objek studi. Jika nanti masih ada waktu, dia juga ingin sharing dharma praktik dengan kami semua.
Didesa ini mereka memproduksi sendiri juice buah lokal yang tersedia di hutan dekat tempat mereka tinggal. Demikian juga dengan obat dan minuman kesehatan.

Kemudian Mr. Sem menjelaskan diawali suatu organisasi (yang diinspirasi oleh pendiri desa ini). Orang di desa ini masih hidup dengan sangat sederhana sekali dan tergantung dari hasil hutan. Pemerintah setempat mulai memperkenalkan cara bercocok tanam; sejenis monokultur. Penduduk mulai dengan tanaman 'kasaba', dan lainnya.
Sistem monokultur ini sifatnya menghancurkan alam sekitar. Para pelajar dan guru mencoba untuk memberitahukan penduduk desa tentang masa depan mereka nanti, bahwa hal ini akan mengakibatkan bencana.

Para tetua mengatakan bahwa sebenarnya hidup manusia bergantung pada alam,dari tumbuhan yang tumbuh di hutan, dan juga hewan-hewan disana. Jaman dulu mereka mampu hidup sampai 100 tahun lebih. Dan sekarang mereka mencoba untuk membawa kembali masa-masa itu.
Mereka mulai menanam rotan, dan masih berusaha untuk menyelesaikan masalah di desa ini sambil meminta nasehat dari para tetua.

14 tahun lalu mereka sudah mengadakan kerjasama dengan Laos, dan saling bertukar kebudayaan serta saling support.
Setelah sekian tahun menanam rotan, mereka melihat bahwa tanah menjadi lebih subur. Dari 1000 rotan yang mereka tanam menghasilkan 100 rotan.
Kemudian mereka menamakan grupnya :"In-Pang". In-Pang (dewa Indra) mempunyai 2 arti:
a. dewa yang datang dan memberi kehidupan
b. para tetua yang hadir untuk generasi selanjutnya dan membuatnya menjadi lebih layak untuk ditinggali generasi selanjutnya.
Selain desa In-Pang ini, ada sekitar 14 desa yang letaknya mengelilingi gunung Pupon. Jika lebih banyak lagi penduduk yang bisa menerapkan cara bercocok tanam yang beragam ini, maka mereka tidak perlu lagi merusak hutan dan menebang pohon..

Produk dari desa In-Pang antara lain ada 'wine' juga loh...Wine ini harganya 100baht, (tapi biasa dijual 120 baht) = sekitar 25-30 ribu rupiah.
Untuk juice buah itu, nama buahnya: Mangeong dengan rasa sedikit asam.Satu tahun mereka mampu memproduksi sekitar 30.000 botol dengan harga 25 baht per botol.
Dan sistem kerja dari produksi juice buah ini seperti saham, ada pemegang saham (share holder) dan anggota. Nah, hasil dari penjualan akan dibagikan ke anggota dan pemegang saham pada akhir tahun.

Bhikshu Sou Pon benar-benar luar biasa. Dia adalah seorang bhikshu hutan yang tetap bersosialisasi dengan penduduk setempat. Beliau sendiri aktif di "Green Organization" yang bergerak di bidang pelestarian lingkungan. Selain di organisasi ini, dia juga sangat aktif sekali dalam hal merawat anak-anak yang terjangkit virus HIV/ AIDS, drugs.Dia bekerja begitu rajin dan begitu keras, pantang menyerah, melkaukan segala yang dia bisa untuk membuat pelajar tertarik belajar Dharma, dan peduli terhadap lingkungan.

Selanjutnya kami berkunjung ke pabrik pembuatan wine dan juice buah. Dilanjutkan dengan mengunjungi sawah.

Kami juga mengunjungi forest temple yang sudah sangat tua untuk melihat bagaimana para bhikshu hutan di Thai.
=====================================================================


Want to be your own boss? Learn how on Yahoo! Small Business. __._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **





SPONSORED LINKS
Religion and spirituality Beyond belief Woman and spirituality


YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke