Sekuntum teratai untuk Anda semua, para calon Buddha.
Berikut saya ingin menghadirkan sebuah cerita yang indah sekali.
Ups....bukan cerita tapi pertanyaan2 dirangkum dan dijadikan sebuah buku.
Silakan baca, dan please bawa cerita ini, kaitkan cerita ini dengan hidup kita sehari-hari. Karena dia berbicara tentang kau dan aku, sebagai seorang anak, dan juga sebagai orangtua....
Semoga kita bisa berlatih melihat benih-benih penderitaan yang terkubur jauh dalam diri kita, semoga kita bisa menyambutnya dengan senyum dan penuh kasih...
Semoga kita bisa termotivasi untuk menghidupi Dharma....Menyadari hidup adalah Dharma itu sendiri...
metta,
Julie
======================================================================
Impian Orangtua yang Belum Terpenuhi
Question: Anakku mengambil jurusan di bidang olahraga dan dia cukup berprestasi di bidangnya. Suamiku sangat mendukungnya dan seringkali memberikan dia berbagai nasehat. Anakku adalah seorang olahragawan yang baik, walau[un ketika penampilannya tidak seperti yang diharapkan. Tapi biar bagaimanapun, suamiku marah, dan meneriakkan namanya dihadapan semua orang tepat di lapangan olahraga. Aku tidak sependapat dengan suamiku yang berpikir bahwa hal ini akan memotivasi anak kami untuk melakukannya lebih baik lagi lain kali, tapi aku bisa melihat bahwa reaksi ayahnya telah membuat dia terluka. Bagaimana caranya aku mengatakan pada suamiku bahwa anak kami menekuni olahraga karena dia menyukainya, dan menang bukanlah hal terpenting ..?
Answer: Sebagai orang tua, kadang kita mengharapkan anak kita untuk memenuhi impian kita, untuk menyelesaikan apa yang belum kita selesaikan dulu. Suami Anda telah dengan jelas sekali berusaha mengendalikan hidup anak Anda dengan cara tidak mentolerir kesalahan apa pun yang dia perbuat, karena suami Anda memiliki impian yang belum terpenuhi dan menginginkan anak Anda untuk membuatnya bangga. Jadi aku berpendapat bahwa suami Anda harus secepatnya mendapat konseling, karena sebenarnya poin terpenting disini bukanla olahraga. Masalah muncul ketika olahraga itu sedang berlangsung.
Masalah sebenarnya adalah dia mencoba untuk mengendalikan orang dan ini tidak objektif lagi. Dia bukannya melakukan sesuatu demi kebaikan yang lain. Dia tidak peka sama sekali terhadap kebutuhan orang lain, dan dia tidak mampu untuk mencintai tanpa syarat. Kita bisa melihatnya ketika anak Anda gagal dalam olahraga. Dalam masa mendatang dia akan menunjukkannya pada kegiatan2 lainnya.
Anda harus mengerti bahwa suami Anda telah memiliki luka dan kemarahan ini yang telah terkubur untuk waktu yang lama. Ini tidak begitu saja muncul ketika anak Anda berolahraga, Jauh dalam pikiran suami Anda, tersimpan luka; derita yang telah tersembunyi begitu lama. Perasaan ini terangkat hanya ketika dia merasa kecewa. Sungguh tidak adil bagi anak Anda yang menjadi sasaran suami, karena dia telah melukai harga diri anak Anda. Dengan sikap seperti ini, suami Anda akan secara perlahan-lahan mulai menguasai hidup anak Anda atau hidup Anda. Hal ini membutuhkan perhatian khusus--emosi ini telah terkubur begitu lama dan bahkan suami Anda tidak menyadarinya sama sekali.
Dikutip dari buku "One Moment One Life". Conversation by Venerable Man Ya.
=======================================================
Do you Yahoo!?
Next-gen email? Have it all with the all-new Yahoo! Mail Beta. __._,_.___
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
