Identitas, nama, kesadaran sering kali dipahami sebagai sesuatu yang
MENETAP. Ini disebut 'atta-ditthi' oleh Sang Buddha, yakni anggapan
tentang diri/aku/roh yang menetap.
Padahal kesadaran itu berubah terus (Anicca). Tidak ada AKU yang
menetap bahkan dalam hidup ini. AKU pada saat ini lain dari AKU
sebelum ini, dan lain pula dari AKU sedetik lagi, sekalipun
'nama'-nya tetap sebagai si A, si B, dst.
Dan yang penting ialah menyadari bahwa semua itu merupakan
penderitaan (Dukkha). Tidak ada AKU yang perlu dipertahankan.
Semua yang ada di dalam diri makhluk ini tidak menetap, semua
merupakan arus yang mengalir: badan jasmani, batin (kesadaran).
Itulah ajaran Buddha: ANATTA (tanpa aku / diri / roh yang menetap).
Tidak ada masalah dengan hukum karma dan prinsip Anatta. Arus
kesadaran yang di sebut makhluk ini terus berubah dan terkondisi oleh
pikirannya sendiri (kehendaknya/cetana-nya sendiri, karmanya sendiri)
dari saat ke saat.
Tentang bagaimana karma dari kehidupan lampau bisa berbuah pada
kehidupan sekarang, jangan dipikir-pikir, karena pikiran tidak mampu
menyelaminya. Hasilnya cuma spekulasi yang tidak bisa dibuktikan
sendiri. Sang Buddha bersabda, ada 4 hal yang tidak bisa dipahami
oleh pikiran dan oleh karena itu jangan dipikir-pikir: 1. hakekat
seorang Buddha, 2. asal mula alam semesta, 3. hakekat jhana, 4. buah karma.
Tentang apa yang ada setelah tercapai nibbana, ketika aku/roh/diri
lenyap, itu pun jangan dipikir-pikir, sebagaimana anjuran Sang Buddha
di atas. Sang Buddha cuma berkata: "Para bhikkhu, ADA yang tak
dilahirkan, tak tercipta, bukan makhluk, tak tersusun." Mahayana
mengatakan itulah "bodhicitta" (batin Buddha). Tapi di situ tidak ada
lagi si Hudoyo, si A, si B dst. Jadi ADA itu baru disadari,
direalisasikan, ketika AKU sudah tidak ada lagi!
Salam,
Hudoyo
At 05:26 PM 7/16/2006, perdana hadisantoso <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>Rekan Subhadevi yang baik:
>Sangat terima kasih jawaban anda.
>
>Yang terlahir kembali adalah KESADARAN bukan pikiran ,saya setuju
>banget,namun apakah betul> katakanlah saya(Hadi) meninggal dan
>terlahir kembali(mungkin) dengan nama Haso misalnya,berarti si Haso
>inilah yang akan menanggung semua karma buruk yg di buat oleh Hadi?
>kalau ya,berarti seandainya Kesadaran tersebut terlahir kembali
>misalnya sampai 10 kali,beban karma nya(baik maupun buruk) adalah
>akumulasi dari perbuatan si Hadi,Haso,Hali,,,,,dst???
>Pertanyaan diatas ada hubungannya dengan konsep>Bila saya/aku
>berbuat kejahatan maka SAYA /AKU akan menanggung akibatnya yaitu
>karma buruk saya akan berbuah bisa semasa hidup SAYA/AKU,bisa juga
>nanti setelah terlahir kembali. nah pertanyaannya adalah>>SAYA/AKU
>--Hadi idem dengan SAYA/AKU--Haso???
>
>Selanjutnya berarti setiap individu KESADARAN jelas memiliki ID masing2 kan??
>
>Soal kekal atau tidak kekal >berart bisa terputus atau tidak kekal
>kalau tercapai Nibbana,saya masih ada sanggahan atau pertanyaan.>
>Kalau sudah tercapai Nibbana kesadaran atau roh tersebut sudah
>hilang/nihil atau ganti nama dan berubah jadi,,,,,,???
>Dan bagi yang TIDAK pernah mencapai Nibbana,berarti kesadaran
>tersebut TIDAK akan HILANG??--kekal?
>
>Maaf sebesar besarnya kalau pertanyaan saya seperti mengejar
>terus,atau mungkin ada yang mengatakan aneh,menjebak,menyerang
>dengan niat yang tidak baik.mara yang menyamar dsb
>Jadi kalau anda mempunyai perasaan atau anggapan seperti itu ,tidak
>anda jawab juga tidak apa,saya amat sangat memaklumi.
>
>Melalui posting ini saya juga menyampaikan beberapa hal(untuk semua
>anggouta milis ini),bahwa:
>Seorang Hadi tidak AKAN mampu dan tidak mau merusak semua yang ada
>di milis ini,saya sudah 1 tahun lebih mengikuti milis ini,saya
>mencintainya,jadi janganlah terlalu cepat memberi vonis yang
>jelek,memang saya mengakui bahwa tulisan saya ada yang OVER untuk
>umum(milis) untuk itu sekali lagi saya minta maaf kepada semuanya.
>
>Sekian terima kasih.
>Salam dari Hadi
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya
maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta
kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas
dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua,
para guru, serta sahabat-sahabat kami **
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/