| Tahap II Rp 1,2 Triliun Akan Segera Dikucurkan Jakarta, Kompas - Pemerintah dalam dua bulan mendatang atau sampai akhir tahun depan akan mengucurkan dana rehabilitasi dan rekonstruksi Yogyakarta dan Jawa Tengah senilai kurang lebih Rp 1,2 triliun. Sebelumnya, pemerintah telah menyalurkan dana rehabilitasi dan
rekonstruksi Yogyakarta tahap pertama sebesar Rp 1,2 triliun, awal Juli lalu. Hal itu dikatakan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla menjawab pers seusai rapat rehabilitasi dan rekonstruksi Yogyakarta, Selasa (18/7) di Istana Wapres, Jakarta. Tahap awal, uangnya sudah Rp 1,2 triliun (disalurkan). Tahap kedua, sejumlah itu lagi, kira-kira dua bulan mendatang atau sampai akhir tahun depan, ujarnya. Menurut Kalla, awalnya dana itu akan dibagikan per rumah. Kami minta inventarisasi nama dan tempat, ternyata tak bisa, dan hanya berdasar pedesaan. Jadi pembagiannya dikelompokkan saja per 100 rumah, ujarnya. Protes Jusuf Kalla Di Yogyakarta, aksi masyarakat korban gempa di DI Yogyakarta
berlanjut. Sekitar 300 korban gempa dari 11 kecamatan di Kabupaten Bantul unjuk rasa di kompleks kantor Pemerintah Provinsi DIY, Selasa. Mereka menuntut agar Wapres Jusuf Kalla mundur dari jabatannya karena dinilai tidak konsisten dalam kebijakannya kepada para korban gempa. Demonstran pukul 09.00 mulai bergerak dari Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta ke Kantor Pemprov DIY (kompleks Kepatihan) di kawasan Malioboro. Rombongan demonstran ditemui Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Bambang Susanto Priyohadi. Warga memberikan makanan yaitu peyek undur-undur (tepung dengan kacang tanah) dan tempe, sebagai simbol tuntutan. Ini punya makna. Peyek undur-undur merupakan simbol tuntutan kami agar Wapres Jusuf Kalla mundur dari jabatannya. Tempe merupakan simbolisasi perkataan Wapres
Jusuf Kalla yang mencla-mencle (esuk dele sore tempe-pagi kedelai sore tempe yang artinya: tidak konsisten), kata Jiyono, warga Bantul koordinator aksi massa. Tidak konsistennya Kalla antara lain janji bantuan dana rekonstruksi rumah warga sebesar Rp 30 juta untuk rumah roboh atau rusak berat, Rp 20 juta (rusak sedang), dan Rp 10 juta (rusak ringan). Namun, Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, dana kompensasi rekonstruksi rumah korban hanya Rp 4 juta-Rp 5 juta per rumah. Ini berarti Wapres telah melakukan kebohongan, ujar Jiyono. Jusuf Kalla akan berkunjung ke DIY hari Rabu ini untuk pembukaan kegiatan 3rd Federation of Islamic Medical Associations (FIMA) International Scientific Convention. Sorenya Wapres akan menggelar rapat koordinasi rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa dengan Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X
dan Gubernur Jawa Tengah Mardiyanto, serta satuan koordinasi pelaksana (satkorlak) setempat. Wapres adalah Ketua Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana. (har/ONI) |